Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
66


__ADS_3

Sementara Alex sesekali melirikku menikmati semua makanan yg tersaji enak diatas meja.


' dasar aneh, suka makanan enak. Padahal ada koki dirumah, tinggal bilang kan semua bisa dimasak. Memang istri ngidam aneh aneh saja maunya...!'


Kata hati Alex melihatku heran sambil senyum kecil dengan tingkahku.


" Hai, nyonya Clinton. Saya Federicca Tam, panggil saja nyonya Tam. Salam kenal, bagaimana kabar anda?".


Seorang nyonya cantik separuh baya menghampiriku dan mengulurkan tangan kearahku sebagai tanda ramah tamah.


" Ah salam kenal nyonya Tam...baik!".


Kataku gugup menjawab sapanya sambil bersalaman dengan beliau.


" Wah, tak disangka berita yg tersebar itu ternyata akurat dan benar ya. Saya kaget mendengar kalau tuan muda Clinton sudah menikah tapi tidak ada resepsi sama sekali dan wajah istrinya juga tak ada yang tahu, saya beruntung bisa berkenalan dengan anda nyonya clinton!".


Kata nyonya Tam sambil mengelus tangan ku dengan lembut.


" Ah iya, terimakasih nyonya! Maaf saya tidak paham masalah bisnis, jadi saya tidak tahu mana saja rekan suami saya!".


Kataku dengan sangat sopan dan lembut,


Ny. Tam" iya gak masalah! He....he...ee!".


Katanya sambil tertawa manja.


Aku hanya senyum saja, lalu melanjutkan makanku yg tertunda. Meskipun sekarang ada ny.Tam tapi aku cuek saja.


" Wah selera makan anda bagus juga!".


Katanya sambil mencicipi puding disebelah kananku.


" Iya maklum, saya lagi ngidam. Jadi selera makan saya lagi tinggi, maklum si kecil maunya begitu! He....he...ee!".


Kataku dengan polos mengakui keadaan yg sesungguhnya.


" Oh begitu, selamat ya sebentar lagi tuan muda kecil keluarga Clinton akan lahir. Saya doakan semoga sehat selalu...!!".


Katanya memberikan doa.


Lalu datang 5 orang nyonya kaya raya lagi menghampiri kami karena percakapan kami yg menarik perhatian. Alex melirik kami yg sedang bergosip dipinggir kolam,


' ah sayang! Kelihatannya kamu bisa berbaur dengan baik juga. Kamu harus bisa membawa diri pada situasi...!'.


Gumamnya dalam hati sambil senyum, dan berbincang kembali dengan para tamu dan relasi kerja. Termasuk direktur dan CEO lainnya.


Melihat aku tertawa bahagia bercerita bersama istri yg lain, ternyata ada satu orang yg gak suka. Siapa lagi kalau bukan Xiao mantan pacar si Alex.


Dia berjalan mendekati aku, tanpa basa basi lagi. Dia mendorong aku, dan aku terjatuh kedalam kolam renang.


Byuuur.....!!! πŸ’’


Air kolam memercikkan air kepinggiran,


' ah....aku terjatuh! Tolong!'.


Kataku dalam hati, dan seketika tak sadarkan diri.


" Tolong....tolong! Nyonya Clinton terjatuh. Tolong....tolong...!!".


Ny. Tam berteriak histeris ketakutan,


Alex yg mendengarkan teriakan itu seketika berlari dan melompat kedalam kolam renang menyelamatkan aku.


Alex menarik tanganku yg didasar kolam, lalu naik kepermukaan dengan cepat.


Seketika semua pandangan tertuju padaku dan keributan terjadi. Namun Alex tidak memperdulikan itu.


Huffft!!!!!


Katanya dengan suara kasar.


' sayang! Tolong jangan tinggalkan aku!'.


Gumam dalam hati Alex ketakutan.


Namun aku masih menutup mata, kemudian dengan sangat panik Alex memberikan nafas buatan.


Uuuuhuk!!! Uuuhuk!!!


Aku terbatuk dan membuka mataku.


Aku langsung duduk dan memeluknya, aku menangis sengkukan. Alex menatap Xiao dengan tatapan marah dan ingin mencekik wanita itu sampai mati.


" Lo sai! Sei a buon mercato, voglio solo strangolarti a morte. Se gli succede qualcosa, ti seppellisco vivo con la tua famiglia. Capisci giusto? (Kau tahu! Kau murahan, ingin saja kucekik kau mati. Jika terjadi sesuatu padanya, ku kubur kau hidup-hidup beserta keluargamu. Paham kan?)".


Katanya sambil menggertakkan gigi.


Xiao "ma mi hai costretto a farlo. Ti amo ancora, lo invidio! Alex, torna da me! Ok tesoro..? (tapi kamu yang memaksaku untuk melakukan itu. Aku masih mencintaimu, aku iri padanya! Alex, kembalilah padaku! Oke sayang?)".

__ADS_1


Kata Xiao untuk meyakinkan Alex.


Faktanya adalah 3tahun yg lalu mereka bersama dan menjalin kasih selama 2thn. Setahun Alex mencarinya namun nihil, Xiao hilang bagai ditelan bumi saja.


Namun Alex tidak putus asa, hingga dia mengetahui bahwa Xiao berciuman dengan pria lain didepan matanya.


Kenyataan itu membuat Alex melupakan nya dan belum bisa memaafkan Xiao yg menghianatinya. Oooiy Mak, sakitnya ya tuh disini lah...!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Xiao ketakutan dan jatuh terduduk dilantai dengan wajah pucat seperti kertas atau bisa dibilang kayak orang mati yg gak punya darah.


Ny. Tam membuka mantel bulunya dan menutupi tubuhku dengan itu.


" Sudahlah, bawa dia pergi ganti baju. Nanti dia masuk angin, ibu ngidam rentan kena penyakit loh...sudahlah!".


Sambil mengelus pundak Alex.


" Ini handuk yg diberikan oleh pelayan, keringkan tubuhnya. Maaf hanya ada baju kimono saja, setidaknya jangan sampai dia masuk angin!!!".


Kata tuan Tam pada Alex sambil memberikan handuk dan kimono.


" Terimakasih, akan kuingat kebaikan anda ini. Saya pamit dulu, makasih!".


Kata Alex sambil menggendongku,


Hatinya was-was dan takut, apa yg terjadi padaku. Apalagi aku hamil, dia pasti marah luar biasa. Untung saja dia tidak mencekik wanita itu...!!!


Tidak bisa kubayangkan? Betapa mengerikannya Alex kalau marah 😱😭


Ny. Tam mendekati Xiao dan berbisik,


" Abbi cura della tua vita, signora Xiao. Prega se riesci a vedere il sole domani e così via, donna a buon mercato! (Jaga nyawamu nona Xiao. Berdoalah kalau anda bisa melihat matahari besok dan seterusnya, dasar wanita murahan!)".


Kata ny. Tam dan meninggalkan Xiao.


Yeeeh, mereka berbicara pakai bahasa Italia, maklum Holang kaya biasanya bisa banyak bahasa asing. Tapi lain denganku, bahasa Inggris saja belepotan.


Maklumi saja, anggap aku anak bawang! πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Xiao pergi dengan wajah pucat dan ketakutan. Membayangkan kalau Alex akan mengulitinya dan menjadikannya makanan ikan piranha kesayangan Alex yg dipelihara di kolam basemant kantor.


Alex mengemudi dengan cepat, karena jarak dari pesta perjamuan makan dan rumah Hua si Doker jenius teman Alex itu tidak terlalu jauh. Maka dia membawaku kerumah Hua yg berjarak 2km itu.


" Hua....Hua....buka pintu nya!!".


Teriak Alex didepan pintu rumah Hua,


" Huh! Siapa lagi sih? Ganggu jadwal istirahatku yg berharga saja! Pasti si Alex sialan itu lagi, mau apa lagi dia! Masih siang begini teriak teriak kencang!".


Mendengar teriakan yg gak asing lagi Hua membuka pintu meski dengan rasa kesal dan gondok.


Ceglek....!!!πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Hua kaget melihat aku ada di gendongan Alex, dan hanya pakai handuk dengan wajah tertutup jas nya.


Wajah Alex keringatan deras sekali, kelihatan dia cemas dan kelelahan sedari tadi seperti orang kebakaran jenggot.


" Ada apa sih? Kenapa lagi kalian?".


Katanya sambil menyuruh Alex masuk.


Alex menyuruhku duduk disofa dan dia juga menghela nafas panjang.


" Hua, tolong periksa istriku. Apakah dia baik-baik saja, lalu anak kami...?".


Katanya gugup.


" Iya sabar, aku paham. Ganti bajumu, nanti kamu masuk angin dan sakit. Aku yg repot, tahukan dimana kamarku?".


Katanya menggoda Alex sesuka hatinya.


" Iya tahu kok, dasar bawel!!".


Katanya sambil pergi kekamar Hua ganti baju karena basah kuyub.


" Dan untuk kamu, duduklah sebentar. Aku akan ambilkan baju ganti buatmu!".


Katanya menyuruhku duduk tenang.


Aku takjub sekali melihat rumah nya, ruangannya banyak hiasan yg sederhana dan nyaman. Rasanya hangat dan tenang sekali melihat lukisan anak-anak.


Aku sebuah lukisan ibu dan anak, membuat aku kagum dan takjub sehingga Hua datang saja aku gak tahu.


" Suka dengan lukisan itu? Kamu boleh ambil kok? Aku bisa lukis yg baru!".


Katanya sambil meletakkan handuk dan baju berupa gaun diatas meja.


" Kamu bisa melukis ya dokter Hua?".


Kataku kagum akan bakatnya itu.

__ADS_1


" Iya sedikit! Kamu mau ambil saja, atau mau aku buatkan yg baru?".


Katanya sambil berjalan kedapur membuatkan teh hangat.


" Bagus dan indah, goresannya juga lembut sekali begitu halus. Lukisan yg indah, ternyata kamu berbakat ya...!".


Kataku memberikan dia 2 jempol.


Dia datang dengan membawa nampan dan meletakkan diatas meja. Dia duduk dan tersenyum padaku.


" Ganti bajumu, kalau tidak masuk angin. Menginaplah, aku yakin kalau Alex gugup dia tidak bisa berpikir normal. Dia bakal gugup dan bisa berteriak yg aneh-aneh!".


Kata Hua sambil menuangkan teh kedalam cangkir kami masing*.


Aku berjalan ketoilet dan berganti baju,


" Baju siapa ini?".


Kataku berbicara pada diri sendiri.


Aku keluar dan duduk disofa, kulihat Alex sudah duduk manis.


"Ini baju siapa ya?".


Kataku padanya.


" Istriku sedang diluar negeri, jadi gak masalah aku pinjamkan satu untukmu!".


Katanya dengan wajah santai.


" Makasih ya Hua, aku tadi bingung! Makanya langsung saja kemari! Ok!?".


Katanya tertawa pada Hua.


" Besok kerumah sakit, periksa anakmu. Malam ini tidur saja dikamar anakku, jangan kalian hancurkan isinya!".


Kata Hua dan kembali kedalam kamarnya.


Sekarang tinggal aku dan Alex saja,


" Aku ngantuk, yuk tidur!!".


Kataku berjalan dan Alex mengikuti aku.


Sampai didalam kamar, tepatnya ranjang. Alex masih diam saja namun kutahu dia gelisah dan belum tidur.


" Siapa perempuan tadi?".


Kataku dan membuat dia kaget.


' akhirnya dia buka mulut! Sial...!!'.


Kata Alex dalam hati kecil.


" Aku tahu dari ekspresinya! Ya sudah kalau gak mau bilang, lagian aku gak perduli dia siapa. Aku gak peduli!".


Kataku dengan sedih dan kecewa.


" Iya, dia mantan kekasihku. Kami 2tahun bersama, setahun dia menghilang dan muncul dengan tidak disangka. Aku melihatnya berciuman dengan pria lain didepan mataku, padahal setahun itu aku mencarinya kepelosok negeri. Dia masa lalu ku yg sudah lama berlalu. Kalau kamu mau marah silahkan, itu hak mu!!! Aku tidak akan membela diri, jika mau pukul aku juga gak akan aku marah. Itu juga hak kamu sebagai istri....!!".


Katanya dengan pasrah dan membelakangi aku sedari tadi.


" Itu urusanmu, selesaikan sendiri. Gak ada kaitan dengan aku, apapun ceritanya diluar sana aku gak peduli sama sekali. Kenyataan nya aku adalah pemenang dari semua wanita yang pernah kamu kenal dan pacari bukan. Meski aku bukan apa-apa didunia ini, aku adalah istri sah dari Alexandra Clinton. Benar bukan kataku tadi, sayang?".


Kataku dan berbalik badan memeluknya.


" Kamu gak marah...?".


Katanya heran melihatku.


Aku hanya menggelengkan kepala saja dan tersenyum sambil membelai pipinya


" Tidak, itu masa lalumu bukan? Tidak peduli bagaimana masa lalu mu yg terpenting adalah masa depanmu. Masa depan kita bersama kelak, love you!".


Kataku dan memejamkan mata.


" Terimakasih sayang, love you too!".


Dia mencium keningku dan kami tidur.


Tidak butuh waktu lama, kami tertidur sambil berpelukan seperti tidak terjadi apapun tadi.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—



__ADS_2