Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
86


__ADS_3

Hampir 3 jam lamanya mereka bernegosiasi didalam kantor polisi, kalau detailnya pasti repot. Tentu saja Ric yang terbaik, dia penuh intrik dan kecerdasan yang bisa dibilang lebih pintar dari kebanyakan orang dikota V. Kalau tidak mana mungkin bisa jadi tangan kepercayaan keluarga Clinton selama belasan tahun.


Tidak hancur diterpa badai, tidak berserakan diterpa hujan, tidak hilang diterpa panas dan tidak runtuh diterpa bencana Tsunami.


Wow....!!! Iron-man dong dia๐Ÿคฃ


"Ah maaf nyonya. Urusan sudah selesai, sebentar lagi mereka akan dikeluarkan dari dalam. Uang jaminan juga sudah saya selesaikan, masalah lain biar para pengacara yang menyelesaikan. Saya harus kekantor memberikan laporan kepada tuan...!".


Kata Ric sambil memberikan hormat dan tersenyum puas.


" Terimakasih Ric, kamu memang bisa diharapkan. Sekali lagi, terimakasih karena sudah menolong temanku, terimakasih!".


Kata Aulia sambil tersenyum memegang erat jemari Ric. Membuat dia jadi gugup sekaligus bangga dapat pujian dari Aulia. Orang yang dikaguminya belakangan, wow sekali.


Ric tersenyum kecil, kelihatan sudut bibirnya naik seinci.


" Saya permisi, semoga hari anda menyenangkan nyonya...!".


Kata Ric pamit dan berlalu.


Aulia masih menatap punggung pria yang membuatnya bahagia itu, karena hasil kerja kerasnya sehingga teman dari Yuke bebas.


" Makasih ya Aulia, aku tak tahu harus berterimakasih dengan cara apa untuk membalas Budi...!".


Kata Yuke menangis dengan cengeng Bombay didepan Aulia.


" Iya sama-sama. Kita sahabat, harus saling tolong menolong!".


Kata Aulia sambil tertawa riang.


" Aulia, terimakasih banyak ya!".


Kata Yuda gugup.


" Hah? Iya aku lupa kamu ada disitu! Kamu diam saja seperti patung!".


Kata Aulia meledek dengan candaan yang ringan.


" Habisnya aku gugup harus bilang apa, aku hanya belum bisa terima kalau kamu itu istri Tuan Clinton!".


Kata Yuda pelan dan menunduk.


" Ah biasa saja, jangan ada jarak diantara kita. Yuke dan Alex memang kalau bertemu tidak pernah akur, karena Alex pencemburu. Tapi sesungguhnya Alex orang yang baik dan berjiwa besar sekali, lain kali kamu harus bisa berbincang banyak dengan dia. Kamu pasti suka, percayalah!!!".


Kata Aulia dengan gembira dan ringan, karena beban dihatinya sudah pergi menghilang.


" Oh ya, kamu kemari sendiri?".


Tanya Yuke kepada Aulia.


" Iya aku naik mobil sendiri, oh ya antar aku yuk keparkiran. Aku mau kembali kekantor Alex, bilang ucapan terimakasih karena sudah mempermudah urusan kita!".


Kata Aulia sambil beranjak pergi diikuti mereka berdua.


Yuda kaget melihat mobil yang dibawa Aulia, Ferarri putih berliskan pink yang mencolok. Sekarang Yuda yakin kalau Aulia orang tajir.


Setelah Aulia pergi menjauh mereka kembali kedalam kantor polisi dan memastikan teman mereka baik-baik saja dan akan keluar. Selain jaminan uang juga harus ada jaminan orang juga, tentu saja pengacara sebagai jaminan.


Hiruk pikuk kota V, jalanan yang padat dan begitu panjang. Sambil menyetir Aulia melihat sebuah toko roti yang cantik dan menarik. Dia menepi dan turun dengan perlahan.


Braaak.....!!! ๐Ÿ’ฅ


Pintu mobil ditutup dengan kasar, Aulia berjalan masuk dengan santai dan anggun. Menggunakan dress ibu hamil yang ceria.


" Ada yang bisa dibantu nyonya?".


Tanya seorang pelayan toko.


" Ah kebetulan sekali. Aku mau kue strawberry dan vanilla. Ada?".


Tanya Aulia dengan nada lembut sambil menunjuk kearah steling display didepannya.


" Oh ada, mari saya tunjukkan!".


Kata pelayan itu menunjukkan barisan kue yang lezat aneka rasa dan toping yang menarik.


" Wah, cantik sekali bentuknya. Menarik dan ada juga yang lucu, kalau begini sayang kalau dimakan. Jadi gemes sama kuenya!".


Kata Aulia terlalu bahagia, terpancar dari sorot matanya.


" Namanya kue, harus dimakan! Anda mau yang mana saja?".


Tanya pelayan itu sopan sambil tersenyum melihat tingkah Aulia.


" Aku mau yang ini... Dan itu juga!".


Kata Aulia bersemangat menunjuk beberapa macam kue yang lucu dan cantik bentuknya.


" Baiklah! Akan saya bungkus!".


Kata pelayan itu mulai mengambil kue yang baru saja ditunjuk.


" Wow, pasti Alex dan Ric suka kue. Bentuknya lucu dan imut sih! Tidak sabar melihat mereka nanti!".


Gumam Aulia dalam hati sambil senyum sendiri.

__ADS_1


Sampai di perusahaan Aulia masuk keruangan Alex tanpa pemberitahuan. Namun Ric menyambutnya dibawah, karena tak banyak orang tahu kalau Aulia istri dari pemilik perusahaan itu.


" Tinggalkan saja aku sendiri, mungkin dia sedang mencari angin segar diluar sebentar. Aku akan menunggunya disini, kembalilah bekerja Ric. Terimakasih banyak!".


Kata Aulia memberikan titah kepada Ric, lalu diapun duduk di kursi kebesaran Alex dengan bangga.


" Wah kursinya empuk juga, kelihatan kalau kursi mahal. Aku juga harus punya untuk dikamar, kursi meja hiasku tidak nyaman. Kalau aku minta seperti ini dia pasti tidak akan keberatan! Boleh nih!".


Kata Aulia sambil duduk di kursi sambil berputar kekiri dan kekanan.


Lalu dia melihat sepertinya ada yang jatuh dilantai, tepatnya dibawah meja kerja Alex. Dia ingin mengambil tapi susah menunduk, Aulia terpaksa duduk dilantai sambil meraba mengambil benda itu.


" Aduh! Susah juga sih! Apa itu ya?".


Kata Aulia sambil terpekik terkena ujung meja.


Lalu tak lama kemudian Alex masuk dengan Fei dan Ell. Kelihatannya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting.


" Aku harus bilang apa lagi padamu, semua sudah diatur oleh mereka. Aku sudah mengirim banyak mata-mata tapi semua tak ada yang kembali dengan selamat sampai saat ini. Lalu bagaimana kita tahu?".


Kata Fei sambil sedikit berteriak kepada Ell dan Alex.


" Aku juga sudah curiga sejak awal kepergian Ana. Pasti telah terjadi sesuatu, dulu papa juga tidak bilang apa-apa padaku! Ternyata ini semua siasat mereka saja! Sialan....!!!".


Kata Alex sambil menepuk jidat dengan nada geram dan wajah marah merah padam.


Keadaan jadi begitu panas dan mencekam, Aulia hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka. Mencoba memahami.


" Ell, bagaimana pendapatmu?".


Kata Fei kepada Ell yang masih diam berpikir sejak tadi.


" Kita hancurkan perusahaan mereka, tapi semua tergantung Alex. Apa kamu masih mencintai Ana atau tidak?".


Tanya Ell sambil melirik Alex tajam.


Mereka saling bertatapan dan diam, menunggu jawaban pasti Alex.


" Tidak, semua sudah berubah!".


Kata Alex dengan yakin dan mantap, walau sedang marah.


" Baguslah, kita harus membawa Aulia pergi jauh. Jangan sampai dia terlibat masalah ini, sungguh berbahaya baginya. Apalagi sebentar lagi dia akan melahirkan!".


Kata Fei dengan tegas untuk memperingatkan mereka berdua.


" Ana adalah masa laluku, sekarang dia musuhku dan bukan apa-apa lagi bagiku. Jika dia tega kenapa aku harus mengasihi orang yang kejam pada keluargaku, bukan?".


Kata Alex tanpa ragu sambil tersenyum dengan dendam besar.


Kata Ell dengan begitu yakin.


Mereka berbicara ini dan itu sebebas dan selepas mungkin tanpa tahu Aulia ada disitu.


" Ya Tuhan? Apa yang sedang terjadi? Apa sebenarnya yang mereka bicarakan? Kenapa dadaku terasa sakit? Apa yang salah?".


Gumam Aulia dalam hati kecil terus bertanya dan bertanya lagi.


Setengah jam terus dibawah meja mendengarkan mereka berbicara, akhirnya selesai juga. Setelah memastikan semua sudah pergi, aulia keluar dan langsung pergi menuju keruangan Ric.


" Ric, ini kue untukmu dan Alex. Katakan padanya aku kerumah ibu, aku merindukan rumah lamaku!".


Kata Aulia dengan nafas sesak dan keringat bercucuran deras. Melihat itu, Ric menjadi kuatir dan gelisah.


" Nyonya? Anda baik-baik saja bukan? Apakah perlu saya antar kerumah sakit nyonya...?".


Tanya Ric dengan nada panik dan takut melihat Aulia menjadi pucat.


" Tidak Ric, terimakasih. Aku bawa mobil sendiri, katakan pada Alex aku tidak akan pulang. Selesaikan saja urusan pribadinya, sampai hal itu kelar jangan temui aku dulu!!!".


Kata Aulia sambil memegangi ujung meja Ric dengan erat sambil menahan rasa sakit dan pusing.


Sambil memegangi kepala dan mengelus perut dengan pelan, Aulia menahan rasa sakit dan pusing yang tiba-tiba saja menyerang nya. Keringatnya bercucuran dan suara desahan Aulia membuat Ric panik.


" Aaaauw! Ric, aku.....auuuw!".


Kata Aulia menahan sakit dan pandangannya mulai kabur dan menghitam perlahan.


Bruuuk.....!!! ๐Ÿ’ฅ


Aulia jatuh perlahan, dengan sigap Ric menangkap dan menopang tubuh Aulia. Ric langsung menelpon rumah sakit untuk mengirimkan ambulan ke perusahaan.


Wiuuuuw.....!!!


Serine mobil ambulan bergema dilantai bawah memonopoli pintu masuk, para karyawan kaget dan panik melihat Ric seperti kebakaran jenggot saja. Hingga dia lupa memberikan kabar kepada Alex tentang keadaan Aulia saat ini.


2 jam kemudian Aulia sadar dan panik, takut akan keadaan bayi dalam perutnya. Seketika dia panik,


" Ya Allah, aku dimana ini...!".


Tanya Aulia dengan nada lembut sambil memijit kepalanya pelan.


" Maaf nyonya, anda dirumah sakit. Tadi anda pingsan karena kelelahan, saya bawa anda langsung kemari. Sungguh nyonya, saya panik bukan main. Karena....!!".


Kata Ric berhenti berbicara seketika, membuat Aulia memiringkan kepala dan bertanya lagi.

__ADS_1


" Karena....? Apa sih?".


Katanya dengan heran dengan menaikkan alis sebelah.


" Karena jika terjadi sesuatu pada anda, maka besok saya tidak bisa melihat matahari. Atau bahkan saya bisa lebih tragis lagi nyonya!".


Kata Ric dengan wajah pucat.


" Lalu....?".


Kata Aulia sambil tersenyum tipis.


" Besok kepala.saya akan hilang, dimasukkan kedalam kolam buaya. Sungguh mengerikan jika tuan benar-benar marah, takut ah...!".


Kata Ric, sambil menggigit bibir bawahnya karena takut.


" Ha....ha...aaa! Tenang saja Ric, aku akan membelamu jika dia marah!".


Kata Aulia menghibur Ric,


Seketika Ric tersenyum lebar dan merasakan perasaan jauh lebih baik dari tadi saat dia panik.


" Ya ampun, saya lupa memberikan kabar kepada tuan!".


Kata Ric tiba-tiba teringat akan Alex dan mengambil ponsel disaku baju dan menelpon Alex.


Ric memberikan kabar kepada Alex, seketika raut wajah Aulia berubah jadi sedih entah kenapa.


" Dia menutupi dengan rapat hal sepenting itu dariku, apakah aku tidak pantas tahu? Sampai kapan kau akan memanjakan aku sayang? Bukan seperti itu yang ku mau darimu, apakah aku seperti anak berumur 5 tahun? Tapi biarlah, itu bukan urusanku juga kan?".


Gumam Aulia dalam hati kecil.


" Nyonya kenapa? Bagian mana yang terasa sakit hah?".


Tanya Ric kepada Aulia, selesai memberitahukan keadaan Aulia kepada Alex.


Tentu saja Alex menjadi panik luar biasa, dan segera menyusul. Bayangkan saya wajah seorang Alex berubah seseram singa lapar.


Aauuuw....!! ๐Ÿ˜ญ Menakutkan.


" Ric, pasti kau tahu bukan? Katakan padaku, apa sebenarnya yang terjadi sekarang? Kau tahu bukan?".


Aulia menatap Ric tajam dan serius.


" Maksudnya apa ya...?".


Ric masih belum paham dengan pertanyaan Aulia tadi.


" Ana...! Kematian ayah mertuaku? Apa aku tak berhak tahu sedikitpun? Kalian begitu rapat menutupinya!".


Kata Aulia tegas, tajam seram. Lalu dia mengepalkan tangan dengan menggenggam erat selimutnya.


Ric seketika membulatkan mata karena terkejut akan pertanyaan itu.


" Maaf nyonya saya tidak tahu!".


Kata Ric tegas sambil memejamkan mata menahan rasa takut.


Aulia hanya menatapnya saja, namun Ric tetap diam dan memalingkan wajah menghindari kontak mata langsung.


" Ya Tuhan, dari mana nyonya tahu? Apakah dia sudah mendengarnya dengan jelas, sejak kapan nyonya tahu akan hal ini?".


Kata Ric dalam hati masih dengan memalingkan wajah.


" Aku tahu hal ini, kau tahu tidak. Hatiku sakit jika suamiku terluka sedikit saja. Apakah kau tahu Ric? Wanita hamil itu sangat sensitif sekali, setidaknya aku bisa jaga-jaga untuk hal yang tidak bisa kuterima kelak. Aku hanya ingin hidup damai bersama kalian semua, itu saja!".


Kata Aulia sambil meneteskan air mata, kemudian dia menunduk sambil mengelus perutnya.


" Tenang sayang, mama akan melindungi kamu sekuat tenaga dari orang jahat diluar sana. Bahkan jikalau harus mengorbankan nyawa, mama akan melahirkanmu dengan sehat dan selamat. Mama tahu kamu anak yang kuat seperti papa, anak mama pintar, ya kan?".


Kata Aulia lembut sambil mengelus perutnya perlahan. Ric yang melihat bayi Aulia bergerak aktif begitu kaget, maklum baru pertama kali.


Hati Ric benar-benar sakit dan terluka melihat seorang wanita yang sedang sedih, apa lagi itu adalah nyonya yang harus ia lindungi.


" Maaf nyonya, bukan maksud hati menyakiti anda nyonya. Tapi saya takut anda akan terluka, sesungguhnya tuan sangat memprioritaskan keselamatan anda. Tuan sangatlah mencintai anda, makanya tuan tidak mau anda terlibat sedikitpun. Maafkan saya nyonya, dengan nyawa saya. Saya akan menjaga anda semampu dan sekuat tenaga saya. Saya janji!".


Kata Ric tegas dan lantang, dengan mengumpulkan semua keberanian dalam hatinya.


" Terimakasih Ric! Aku tahu itu...!".


Kata Aulia sambil tersenyum lebar menatap Ric, lalu menghapus air mata nya yang sudah membasahi selimut dan pipinya.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Jangan lupa like dan komen, biar thoor semangat menulisnya. Insyaallah akan thoor balas satu persatu. Oh ya sekedar tanya,


Mau tidak thoor buatkan group di wa biar kita bisa komunikasi sesama teman? Kalau suka nie thoor bagi no WA.


โค๏ธKosonglapanduasatuenamsembilantujuhsembilansembilansatulapantujuhโค๏ธ


Ditunggu ya...!


๐ŸŽ‰ Semoga kita sehat selalu๐ŸŽ‰


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2