Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
73


__ADS_3

Alex berjalan cepat kebawah dan menyetir sendiri dengan begitu cepat.


" Mudah bagiku kesana! Ferarri ini berguna juga diwaktu seperti ini!".


Katanya senyum menyeringai.


70km/jam, 10menit saja. Bahkan polisi saja memberikan satu jalur khusus buatnya untuk lewat.


Aku sedang membagikan makanan untuk anak*, ya Kak indah dan Endy juga hadir.


" Hai sayang?!".


Katanya sambil memeluk aku dari belakang secepat kilat.


Aku kaget setengah mati, dan menjadi pucat. Soal taruhan tadi tentunya,


' ya tuhan dia tepat waktu ternyata!'.


Kataku dalam hati kesal karena kalah taruhan padanya.


" Aku cuma butuh waktu 13 menit bukan? Ingat akan janjimu padaku tadi ya?".


Katanya sambil mencium pucuk kepalaku dengan manja.


" Malu dilihat orang, banyak anak*!!".


Teriakku padanya dengan keras.


Seketika dia.melepaskan pelukan dan duduk ditempat yg nyaman.


" Tante, itu suami Tante kan? Ganteng?".


Kata Alex, anak yg ceria dan baik.


" Ah iya sayang, kamu anak baik. Jadi tante kasi coklat lebih ya?".


Kataku sambil memberikan Alex sebatang coklat.


Alex kecil mendekati Alex juga...


" Hai om! Namaku Alex, kelak aku yg akan menjadi pelindung Tante itu! Kuharap om bisa mengerti, ini coklatnya kita bagi 2!".


Katanya Alex kecil dengan berani.


" Hm........mm! Berani juga kamu kecil!".


Kata Alex sambil menatap aneh.


" Tentu, seumur hidupku ketika aku sudah besar. Aku yg akan menjaga tante itu, jadi sementara waktu om yg jaga Tante itu!!!".


Katanya lagi sambil mengulurkan tangan, seraya menyalami suamiku.


" Hm.........m? Untuk apa?".


Suamiku yg egois itu masih belum paham juga maksud dari anak itu.


" Ya sebagai orang yg sama* akan melindungi Tante itu lah???!".


Kata Alex kecil dengan percaya diri.


Seketika Alex terbahak,


Ha....!!!!


Ha......aaaa....aaa!!!


πŸ€£πŸ˜†πŸ€£πŸ€£πŸ˜†πŸ€£πŸ˜†πŸ€£πŸ˜†πŸ€£πŸ˜†


Kami semua menatap duo Alex itu dengan serius, kenapa bisa Alex yg galak itu tertawa gelak ketika berbicara dengan Alex kecil yg berpikir dewasa.


" Om kok ketawa sih? Aku serius!!".


Kata Alex kecil dengan wajah merah akibat malu bukan main.


" Kamu anak pintar, cepat besar ya!".


Kata Alex lagi dan lanjut tertawa.


Aku hanya cuek saja, yang penting dua Alex yg beda versi itu gak ribut.


' wow! Sungguh keajaiban tuan muda tertawa lebar tanpa beban seperti itu?'.


Kata kak Rika dalam hati kecil, dia masih bingung sekali.


Alex hanya duduk dan asik dengan Hpnya, pasti main game entah apa gitu. Selesai membagi semua bersama ibu panti, aku duduk disebelahnya.


" Lagi apa sih?".


Kataku sambil memberikan bon faktur belanja tadi kepadanya.


Dia menerimanya dan melihatnya sambil senyum sendiri,


" Cuma segini ya? Mudah kok?".


Katanya dengan nada santai dan menyimpan bon faktur itu kedalam saku.


" Hah? Sebanyak itu dibilang dikit? Jadi yg banyak itu jumlahnya berapa sayang?".


Kataku meliriknya dengan tajam.


" Hari ini Ric sudah menambah saldonya 300jt, kukira gak cukup sih?".


Katanya lagi memperlihatkan isi saldo sekarang ada berapa.


" Hah? 500jt....!!!!?".


Kata ku dengan nada tinggi karena kaget.


" Kamu mana pernah tahu bukan? Aku setiap Minggu selalu mengisinya, aku takut kamu perlu uang banyak. Tapi aku salah, kamu gak seperti perempuan lain yg suka shopping gitu. Aku memberikan satu kartu credit, hanya beberapa x kamu pakai itupun jumlah dikit. Aku juga kasi kamu kartu ATM, tapi jarang kamu gunakan. Aku heran juga sih, kamu kok gak pakai uangku? Kenapa?".


Katanya heran padaku.


" Aku emang gak suka shopping, dirumah semua sudah ada. Kamu juga sering ninggalin uang kontan jumlah besar, aku paling pakai untuk naik ojol dan jajan dikantin. Aku gak suka makan ditempat yg gak jelas, lagian kalo gak penting males ah. Kalo gak jelas kemana!!!".


Kataku lagi padanya, sambil senyum.


" Iya aku tahu kamu baik, makanya aku cinta setengah mati padamu....!!".


Katanya lagi sambil main mata.


Aku hanya tertawa gelak, membuat dia bahagia dan tersenyum.

__ADS_1


' bahagianya aku hidup bersama kamu, asalkan itu kamu. Kuberikan semua isi duniaku padamu, karena hanya kamu satu-satunya yg akan merajai hatiku...!'.


Gumam Alex dalam hati kecil.


Selesai bermain dengan anak*, kami berpamitan pulang. Kak Rika pulang kerumahnya, kak indah dan Endy pulang bersama lalu aku dan Alex bersama.


" Aku pengen makan rujak uleg, sekitaran jalan besar rumah ibu ada kok yg jual. Boleh gak kita cari rujak nya?".


Kataku sambil memohon padanya,


"Iya, boleh???".


Kata Alex dengan singkat dan jelas.


Setelah membeli rujak dan langsung pulang kerumah besar. Disana aku dikagetkan dengan kedatangan mertuaku, orang tua angkat Alex.


" Hem......mm? Papa dan mama sudah lama menunggu kami?".


Kata Alex sambil mencium tangan kedua orang tua pengganti itu.


" Iya, kami rindu kalian?".


Mama memelukku dan menggandeng tanganku dengan erat sekali.


Kami duduk diruang tamu,


Papa" wah gimana kabar menantu papa? Lalu cucu papa apa kabarnya?".


Papa menatapku dengan ramah.


" He....he....eee, aku baik kok!".


Kataku dengan agak gugup.


" Kalau Alex nakal dan suka menindas mu, bilang sama mama. Biar mama pukul pantatnya dengan lidi....!!".


Kata mama bercanda dengan kami.


Alex" tumben papa? Ada apa?".


Kata Alex, karena Alex paham pasti terjadi sesuatu pada mereka.


" Papa sebenarnya malu padamu, tapi papa gak punya cara lain lagi?".


Kata papa.dengan wajah putus asa.


" Iya katakan saja?".


Kata Alex penasaran.


" Bantu dong perusahaan papa sedang goyah, papa butuh suntikan dana. Papa sudah bingung mau bagaimana?".


Kata papa dengan wajah sedih.


" Oh boleh kok, aku punya 89% saham keluarga Burdock. Papa bisa pakai, nanti aku berikan surat kuasa. Besok Ric akan mengurusnya untuk papa....???".


Kata Alex dengan ramahnya.


" Makasih sayang, mama sudah tidak tahu lagi harus gimana? Perusahaan Xiao menarik kembali seluruh dana!".


Kata mama dengan nada sedih.


" Keluarga Xiao lagi, kenapa sih mereka selalu buat kacau. Kemarin juga Xiao buat masalah lagi dengan Aulia?".


Aku dan Mama kaget,


" Auuuuh!!! Terkejut anakku???!".


Pekik ku dan membuat Alex kaget.


" Sayang kamu gak apa kan?".


Kata Alex mendekati aku,


" Anakku yg kaget, sudah kubilang jangan marah atau berteriak kalau ada aku. Kamu mau aku mati kena serangan jantung, huh? Apa kamu lupa???!".


Kataku dengan nada agak tinggi.


Ctaaak......!!!! πŸ‘Œ


Dia menjentikkan jarinya ke dahiku,


" Iya aku janji tidak akan ulangi?".


Katanya dengan senyum dan akhirnya memangku aku duduk didepan mertua.



" Wah bahagianya hidup kalian!".


Kata mama dengan agak genit.


Papa dan mama hanya terbahak saja, aku menjadi risih dan gelisah.


" Aku mau kedapur menghabiskan rujak, kamu mau teh jahe?".


Kataku kepadanya sambil berdiri,


"Iya buatkan saja...!!! Thanks!".


Katanya dengan ramah.


Aku berjalan kedapur dan mama mengikuti aku dari belakang,


" Alex sudah banyak berubah ya? Terimakasih, itu berkat kamu?!".


Kata mama memuji aku dengan tatapan lembut sekali.


" Iya, lumayanlah. Gak galak seperti dulu lagi, mau teh jahe?".


Kataku kepada mertuaku yg cantik.


" Panggil mama saja, biar nyaman!".


Kata mama sambil mencium pipiku.


Aku malu dan senang sekali,


" Iya mama, terima kasih?".


Kataku lagi padanya.

__ADS_1


" Sudah berapa bulan? Sudah USG?".


Kata mama agak kepo.


" Ah belum, kan baru beberapa bulan. Ya kadang sudah mau mulai gerak sedikit, ya kukira masih 3bln gitu lah mama!".


Kataku menjelaskan lagi.


" Aku sudah menganggap Alex seperti anak sendiri, sejak anak kami tiada. Aku juga sudah tidak bisa hamil lagi karena suamiku kena penyakit. Ya setidaknya kalau kami gak ada, anakmu yg akan jadi ahli waris kami. Kalau Alex sudah terlampau kaya, ha....ha...aaa dia bakal gak mau menerima begitu saja!!! Karena bagaimanapun anakmu adalah keturunan dari keluarga Clinton. Ya kan?".


Kata mama meyakinkan aku, tapi tatapan mata mama begitu sedih dan menyakitkan sekali membuat aku sedih.


" Iya mama, anakku adalah milik kalian juga. Nanti kalau anakku sudah lahir, papa dan mama akan jadi nenek dan kakek buat anakku, bantu aku mendidik mereka agar jadi anak baik yg berguna!".


Kataku lagi sambil memeluk mama.


' untunglah, mereka baik dan ramah!'.


Kataku dalam hati.


Aku makan rujak, sementara mama hanya melihatku saja.


Mama" kamu mau makan udang crispy gak sayang?".


Katanya lembut bertanya.


" Mau sih, kan enak!!! Tapi gak ada kan?".


Kataku sambil menyuapi rujak tadi dengan lahap sekali.


" Ya sudah mama buatkan, kebetulan ada stok udang beku di kulkas nih?".


Kata mama sambil mengambil udang beku di kulkas dan mulai meracik.


" Ya sudah, aku akan membawakan teh jahe untuk para suami yg gila kerja itu!".


Kataku sambil membawakan nampan yg berisikan teh jahe yg baru saja kuseduh tadi karena baru saja mendidih.


" Hati* sayang, panas loh sayang?".


Mama melirikku sambil senyum, kulihat dia kuatir akan aku.


" Iya tenang saja mama!".


Kataku dan membawakan mereka teh.


Selesai itu, aku kembali menyantap rujak tadi hingga ludes. Mama masih sibuk menggoreng udang, wanginya sungguh menggiurkan seleraku.


" Mama, wangi sekali!!".


Kataku dengan riang gembira.


Setengah jam kemudian udang nya sudah matang, aku dan mama makan bersama. Ya...kami melupakan mereka berdua yg sibuk membahas masalah kerja dan kerja...!!!


Selesai makan, mama kembali duduk bersama papa. Aku duduk diruang tv dan mulai mengantuk dan tertidur. Hingga papa dan mama pulang aku tidak tahu kapan, karena aku bangun sesudah isya.


" Kamu mau makan apa? Biar dimasak sama bibi, kamu keenakan tidur. Sangkin nyenyaknya aku gak tega bangunkan kamu tadi, jadi kuangkat saja kedalam kamar. Kamu tidur seperti bayi...!!".


Kata Alex sambil mencium hidungku.


" Aku mau makan apa saja, yg penting kenyang dan enak lah...!!".


Kataku lagi,


Alex pergi kebawah dan meminta bibi memasak ayam goreng porsi besar.


" Bersihkan badan dan ganti baju, aku akan ada diruang kerja sayang...!".


Kata Alex sambil memberikan aku sebuah amplop.


" Apa ini?".


Kataku heran dan agak curiga, membuat aku agak takut juga sih.


" Lihatlah, pasti kamu suka!".


Katanya sambil pergi dan menutup pintu.


Klaaak....!! πŸ’’


Pintu tertutup dan aku fokus membuka amplop tadi,


" Ah...mencurigakan sekali. Aku jadi agak takut nih, senyumnya horor sih?".


Aku masih ragu membuka amplop karena curiga, dan parnooo!!! 😱


Satu....!!!


Dua.....!!!!


Tiga......!!!!


Kyaaaa........!!!!


Aku berteriak histeris dan merasa bahagia, aku merasa pemilik bumi ini dan yg lain ngontrak. Kecuali Alex...πŸ˜‚


Tiket konser perdana Idol milik Yuke, aku kegirangan dan bahagia bukan main.


" Alex ternyata tahu saja bagaimana membuat aku bahagia. Makasih baby!!".


Kataku sambil menciumi tiket VVIP.


Aku berlari keruang kerjanya dan mencium kening nya.


" Makasih ya....!".


Kataku sambil berlari keluar, aku kemudian makan malam sendiri.


"Hem.....!!! Aku tahu kamu suka, sampai kegirangan begitu? Nakal sih?".


Lalu dia lanjut kerja lagi.


Gak lama kemudian bibi datang, membawakan makanan dari dapur. Aku makan dengan lahap sekali.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2