Istri Imut Om CEO

Istri Imut Om CEO
55


__ADS_3

"Itukah istri imutku? Aku tidak mengenalinya sama sekali sekarang? Dia datang dengan beraninya hanya untuk aku dan Ric, istriku tersayang yg bodoh!'.


Gumam hati Alex dengan miris.


Will" sungguh diluar dugaan, babe...!!!kamu datang sendiri yg menghampiriku. Sungguh senang dan terharunya aku...!!".


Sambil menepuk dada, sambil tertawa lebar dengan jahatnya.


Ken datang dengan beberapa prajurit andalannya yg siap tempur.


Ken" seluruh pasukan siap diposisi mereka masing-masing. Apa perintahmu, mereka akan patuhi....!".


Kata Ken dengan tegas tanpa jeda dan wajah yg ketat.


Will" habisi mereka semua...!!! Dan jangan sentuh wanitaku, aku tak ingin dia cacat sedikitpun. Satu helai bulu saja yg hilang dari tubuhnya maka akan kubunuh. Bawa dan seret dia keadaan hidup kehadapan ku. Sekarang!".


Kata nya dengan tegas dan marah.


Fei dengan pasukannya bergerak dari kiri dan Ell dengan pasukannya dari kanan. Sementara aku dan kak Rika dari tengah, ya....benar!!! Awalnya aku takut dan gelisah tapi ketika aku memejamkan mata. Terlintas dihatiku wajahnya Alex yg tersenyum padaku, itulah alasan yg membuat aku kuat dan berani.


Samar-samar sesekali kudengar suara ledakan, hampir tiap detik kudengar suara tembakan yg deras dan kencang. Namun aku hanya bisa menelan air liurku perlahan, sambil mengatasi rasa cemasku. Lalu melawan rasa takutku.


Ternyata benar, Will sudah menungguku.


" Hai babe, apa kabarmu sayangku?".


Sapanya dari balik tembok tepat didepan mataku.


Seketika aku berubah marah, geram dan ingin rasa mencakarnya...mencabut nyawanya....iiih gemezzz deh...!!!


" Babe, sekian lama gak ketemu. Makin tambah cantik, Sexy dan menggoda saja. Ah...kemarilah. Aku akan memaafkan mu, karena sudah menghancurkan sebagian dari kastil keluarga ini...!!".


Katanya dengan santai seperti tidak merasakan apapun kepadaku.


" Mana suamiku, mana dia? Keluar kau!!".


Kataku membentaknya keras.


Seseorang mengarahkan tembakan kearahku dan aku bersembunyi dibalik tembok juga. Dan....


Baku tembak pecah juga, aku berhasil melumpuhkan banyak pasukan yg berusaha membunuhku itu.


" Kak Rika, awas. Banyak CCTV disekitar kita, manfaatkan pantulan kaca itu!!".


Kataku memperingatkan kak Rika.


" Iya, hati-hati. Kamu juga sama!!".


Kak Rika tersenyum kepadaku.


Will' sial, kupikir dengan mudah menaklukkan dia. Ternyata dia jago menembak, apa dia professional? Kenapa tembakannya gak ada yg meleset, lalu secepat kilat menyambar!'.


Tanya Will dalam hati, karena kaget aku bisa mahir dan tepat sasaran.


Door......!!! 💢


Pahaku terkena peluru, seketika aku tubuh kelantai dan meringis.


" Aw......aw.....aaauh! Sakitnya!"


Pekik ku pada dunia kejam ini.


Mengalirlah Sirup Kurnia dari pahaku membasahi lantai. Namun aku berusaha berdiri menahan rasa sakitku,


Alex yg melihat itu dari CCTV yg didepan matanya itu menjadi beringas dan ganas.


" Kubu*Nuh kalian semua, kupastikan kalian keneraka. Bunuh saja aku, jangan siksa Aulia. Breng*sek kau Will....!!!".


Teriak Alex sekuat tenaganya.


Samar kudengar suara teriakan Alex, dan akhirnya aku mulai tahu dimana dia.


" Kamu masih bisa jalan? Atau kamu tunggu sini saja, aku yg akan selamatkan tuan. Istirahatlah disini. Oke?".


Kata kak Rika mulai gelisah melihatku.


" Aku yg di inginkan mereka, aku tak akan lari. Percayalah....oke kak?!".


Kataku dengan santai dan senyum.


Brak......!!!! 💢


Aku membuka dan masuk kesebuah ruangan yg besar.


Gluuuk.....!!!!😨😫


Aku dan kak Rika terus berjalan menyusuri tiap ruangan yg ada dilantai atas. Dan akhirnya aku menemukan suami tampanku yg galak itu juga, terikat, penuh luka, banyak darah dengan kondisi lemas disebuah kursi penuh ikatan.


Ken dan Will juga ada disana,


" Hai babe, aku sudah menunggumu!!!".


Will tersenyum dan berjalan menghampiriku.


Ken menodongkan sebuah pisau keleher Alex sambil menakutiku,


" Berani menembak dan bergerak kuputuskan leher nya. Mau coba...hah?".


Kata Ken dengan serius sambil senyum.


Will" jatuhkan semua senjata kalian, semuanya. Dan kau babe mendekatlah!".


Kata Will dengan santai dan wajah senang melihatku datang.


" Ikuti kata mereka kak, aku gak mau Alex dalam bahaya. Tolong ya kak!!".


Kataku pada kak Rika.

__ADS_1


Ya aku menjatuhkan tas ranselku dan senjataku seluruhnya, betapa sedih hatiku melihat Alex penuh luka dan darah. Air mataku terus menetes, sambil mengigit bibir bawahku.


' tidak? Adilkah kau padaku ya Karim? Jangan buat pilihan yg tidak bisa kupilih. Jangan gelarkan jalan yg tidak bisa kujalani sekuat hati, tolonglah aku!'.


Gumamku dalam hati sambil menyeka air mataku perlahan.


" Jangan, Aulia...!!! Jangan mendekat, larilah Aulia. Dia manusia yg tidak tepat janji, dia pasti akan membunuh kita. Hanya kau harapanku, jagalah dirimu!!!".


Kata Alex memohon agar aku lari, namun aku hanya menggelengkan kepala.


" Kalau kau mati, kita akan mati bersama. Aku tidak mau sendiri, percayalah...!!!".


Kataku sambil nangis sengkukan.


Plok....!!!


Ploook......!!!


Ken dan Will bertepuk tangan sambil tertawa riang gembira.


Ha.....!!! Ha.....!!! Aaa......!!!!


Mereka tertawa riang,


Ken" apakah benar di dunia ini ada cinta sejati ya? Kau mau mati bersama suamimu hanya karena cinta? Yg benar saja. Jangan bercanda...Aulia?".


Sambil menjambak rambut Alex dengan kuat sekali.


" Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu!!! Jauhkan tangan kotormu!!".


Bentak Alex kepada Ken.


" Stop! Berhenti, apa mau kalian. Bukankah kalian cuma mau aku? Hah? Bunuh saja aku, maka kalian puas bukan? Keterlaluan kalian!!!?".


Kataku sambil menangis sedih.


Kemudian terasa sakit diperutku, dan aku jatuh terduduk sambil memegangi perut.


" Bersabarlah sayang! Kuat ya nak!!".


Kataku membujuk si Kecil.


"Oh tidak!!!?".


Kata Will dan Ken dengan kesal.


Seketika dunia nya hancur, membayangkan aku yg hidup bahagia dengan keluargaku.


"Jaga kandungan mu, sudahlah!!!".


Kata kak rika sambil memelukku.


"Apa kau hamil?".


Bentak Will dengan keras.


Kata Alex sambil tersenyum.


"Tidak.....!!!! Tidak....!!! Ken bunuh wanita jalang itu, bakar jasadnya agar tidak bisa renkarnasi lagi. Bakar bersama suaminya, aku tidak mau lagi dia!".


Teriak Will histeris dengan kebencian yg amat besar.


Dooor......!!! âš¡


Satu peluru lagi mendarat dilengan kanan ku, begitu kaget dan terkejutnya aku. Will Menyeretku didekat suamiku, mencampakkan aku seperti sePotong daging yg ringan.


" Sayang? Bangunlah sayang!! Aku disini! Aku mencintaimu, jangan menakutiku!".


Kata Alex menangis menatapku erat.


" Iya aku dengar, aku tidak apa! Kamu baik baik saja bukan! Aku berSyukur...!!".


Kataku sambil menatap dan membelai wajah suami galak ku itu.


Ken menyulut bensin disekitar kami lalu menyalakan api. Kak Rika mendekati aku dan berusaha membuka ikatan tangan Alex, dan memberikan pistol secara diam-diam untuk menjaga diri.


Tiba-tiba Fei dan Ell datang, ternyata diluar sudah habis prajurit keluarga Burdock. Fei dan Ell berhasil menembak semua anggota Ken dan Will yg pergi meninggalkan kami dimana api mulai membakar setiap benda yg ada didekat kami.


" Larilah tuan muda, aku akan melindungi mereka. Percayalah padaku!!".


Kata kak Rika sambil membelai wajahku.


Aku berusaha berdiri dan melihat dari kejauhan Ken dan Will yg sedang berjalan menjauh dari kami, lalu aku merampas pistol ditangan Alex dan mulai serius.


Ya benar, aku membidik mereka dari jauh. Sekitar 500meter, aku juga tidak yakin.


" Bismillah....!!!".


Kataku pelan dan Alex heran.


Dooor....!!!


Tembakanku mengenai kepala Will dan kulihat dia roboh seketika.


Ken panik dan belum menyadari aku yg menembak dari jauh.


'wow! Penembak jitu, tidak meleset! Benarkah ini istri imutku itu?'.


Gumam Alex heran dalam hati.


Kau juga pantas mati bajin*gan....!!"


Kataku pelan sambil membidik.


Door.....!!!


Ken juga terjatuh, dengan peluru dikepalanya sama seperti Will.

__ADS_1


Aku hanya perlu waktu 15detik untuk membunuh mereka sekaligus menghantarkan mereka keneraka.


" Sayang? Benarkah kau istriku?".


Kata Alex menatapku penuh heran.


Hem....!!! Sambil mengangguk.


"Aku juara tingkat nasional, penembak jitu. A. Slavina Wijaya...ingat tidak?".


Kataku sambil tersenyum kecil dan jatuh pingsan dipelukan Alex.


' hah? Yg benar saja? Masa aku tidak tahu? Apa iya ya?'.


Kata Alex dalam hati.


Fei dan Ell datang, mereka menunjukkan jalan keluar dari neraka ini. Alex begitu takut kalau aku dalam bahaya, kak Rika sepanjang jalan panik melihat aku.


Sampai dirumah sakit,


Dokter" tuan, nyonya butuh banyak transfusi darah. Darah nyonya langka dan stok kami kosong. Siapa saudara kandung nya? Tipe darah A+.....?".


Kata dokter dengan panik.


"Saya A+, silahkan ambil darah saya!!".


Kata kak Rika mengajukan diri.


" Terimakasih, akan kuingat kebaikanmu sekarang dan seterusnya...!".


Kata Alex menepuk pundak Rika.


Kak Rika mengikuti dokter berjalan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lalu Alex dan yg lain juga dirawat.


Dua hari kemudian....


Dokter" operasi nyonya berhasil dan sekarang sudah melewati masa kritis. Kemungkinan akan segera sadar!".


Kata dokter memberi tahukan keadaan.


Alex" lalu bagaimana anak kami?".


Kata Alex cemas.


" Jangan kuatir, bayinya tidak apa. Hanya lelah saja. Sebenarnya apa yg sedang terjadi, luka goresan dan lebam penuh disekujur tubuh nyonya? Aku heran?".


Kata dokter bertanya heran.


"Panjang ceritanya dokter, yg belum bisa kuterima adalah istri ku itu. Sebenarnya dia siapa? Aku juga masih bingung?".


Kata Alex sambil memijit dahinya.


" Masa anda tidak tahu siapa teman tidur anda tuan? Anda lucu sekali?".


Dokter berjalan keluar ruangan memberikan waktu untuk Alex istirahat.


Fei, Ric, dan Ell menemui Rika diruangan sebelah dan bertanya,


Ric" apa sebenarnya yg terjadi?".


Katanya menatap kak Rika tajam.


" Ternyata, nyonya adalah penembak jitu. A. Slavina Wijaya....anda paham bukan?".


Kata kak Rika tegas.


Fei, Ell dan Ric" apa katamu???".


Kata mereka berteriak dengan serentak.


Mereka bertiga saling menatap dan tertawa terbahak, tidak percaya.


Ell" Aulia itu gadis lemah lembut, mana mungkin penembak jitu?".


Kata Ell sambil tertawa gelak.


Fei" aku tahu sih dia kerja sambilan ditoko kelontong. Mana mungkin?".


Katanya lagi mengejek.


Rika" tapi dia berhasil menembak kepala Ken dan Will dengan jarak 500m lebih hanya dengan waktu 15detik. Tuan Alex juga tahu akan hal itu?".


Kata Rika dengan tegas sekali sambil mengepalkan kedua tangan.


Ric" benarkah demikian?".


Tanya Ric lagi.


Kak Rika hanya mengangguk saja, lalu mereka bertiga keluar ruangan. Sambil menatap satu sama lain.


Seketika ric mengambil hape dan mengecek kebenarannya. Dan alangkah terkejutnya Ric melihat foto Aulia, juara satu tingkat nasional lomba menembak jarak jauh. Bahwa juara juga tingkat dunia untuk usia 10-15thn.


Fei juga mulai mengingat kembali, kenapa aku begitu familiar dan tidak gugup memegang senjata. Begitu santai dan nyaman tanpa ragu. Seketika dia berubah takut dan pucat.


" Ya tuhan.... Yang benar saja sih?".


Kata Fei seorang diri.


Ell juga demikian, ketika mengingat aku kemarin memegang senjata. Seketika wajahnya membiru dan keringat dingin bercucuran keluar.


Ell" apa iya Aulia sekuat itu? Rika mana mungkin bohong bukan? Seram ah! Suami istri sama Iblisnya... Huh?".


Katanya sambil menepuk dada.


Jangan lupa like n komen ya kak💞


Makasih buat pembaca,

__ADS_1


Tiap hari bakalan Up kok,


__ADS_2