
Aku" kak Rika, besok malam aku mau lihat acara idol di Clinton Group. Temani aku kesana ya? Soalnya temanku adalah salah satu peserta idolnya... Oke?".
Aku menyantap perlahan makanan yg sedang aku pegang ini.
Rika" baiklah, saya mengerti...!!".
Kak Rika berdiri menatapku.
" Jangan berdiri saja, sini duduk disebelahku. Kita nonton lawakan, soalnya kan cuma kita yg waras dirumah ini. Yg lainnya abnormal loh kak!!".
Aku berkata demikian, membuat bibi dan beberapa pelayan ketawa geli sekali.
Rika duduk disebelahku, dan melihat tv sama seperti ku.
' istri kesayangan tuan Alex lucu juga, seleranya aneh dan gemes deh.iiihz!!'.
Gumamnya dalam hati.
Ric yg menatap dari atas lantai 2 hanya diam saja sambil gelisah.
' mampus kalau dia minta yg aneh2 lagi setelah ini, bisa mampus aku mati. Sial, sekarang seenak2 nya saja ketawa geli sambil nonton lawakan. Tidak seperti nyonya saja penampilannya, pake baju tidur dan acak2 an rambutnya...!!'.
Ric bergumul dengan dirinya sambil menatapku dengan seribu kesal.
"Bik....tolong kemari?".
Seorang pelayan senior berlari menghampiriku dengan sigap.
Ya, ada apa nyonya?
Tegasnya padaku dengan ramah.
" Rebuskan tolong, daun sirih 50lembar, kayu manis 1ons, dan serai wangi 20batang. Aku mau berendam herbal, boleh bik. Soalnya badanku pegal2!".
Sambil memijit pundak meringis.
Iiisssz, mantap x ah aktingku. Cocok jadi aktris sinetron peran antagonis. Ric aja pernah bilang aku cocok jadi seleb, karena pandai akting kurasa.
Iya, baik nyonya. Tunggu sebentar....!!
Bibi mengerjakan apa yg kuminta tadi.
Aku" kak Rika, jalan2 yuk. Dah sore nih...aku bosan duduk dirumah terus...!!!".
Kami jalan keluar melewati gerbang utama dengan jalan santai lengkap dengan baju olahraga.
" Kita mau kemana? Dari tadi lurus aja?".
Sambil menatapku heran.
"Sudah jalan saja. Ikuti saja alurnya kak, aku sih sebenarnya gak tahu juga mau kemana. Orang tujuannya gak ada!!".
Aku ketawa lebar sambil menunjukkan gigiku dengan lebar.
Didepan sedang ribut2, aku juga heboh untuk melihat apa yg terjadi.
" Ayo kita hajar saja, masih kecil sudah mencuri. Gimana kalo dah besar?".
Kata seorang ibu2 rempong, salah satu tetanggaku juga sih.
"Iya, dasar nakal. Beraninya mencuri di komplek elit. Berani mati ya?".
Salah seorang ibu menyahut juga.
" Kamu tahu, anak nakal. Gara2 kamu perumahan elit ini bisa tercemar, bakar....bakar saja...biar dikasi pelajaran sama pencuri yg lain nya...!!".
Eh, kulihat tetangga depanku juga menjadi kompor gas seribu sumbu.
Meledak lah oooiy....!!!
Aku terheran dan bingung melihat seorang anak perempuan kucel dan kumuh memegangi buah ditangannya sambil duduk gemetaran ketakutan dan meringis menahan sakit akibat pukulan.
Rika" nyonya ayo, jangan ambil hati?".
Rika menarik tanganku, dan aku menghempaskan tangannya keras.
"Aku tidak bisa diam begitu saja, karena aku juga pernah diposisi bawah juga!".
__ADS_1
Sambil berusaha mendekati anak itu.
Rika mengikuti aku dan berusaha melindungi aku dari belakang.
" Hentikan, jangan main hakim. Kalian mau membunuh ya? Itu dilarang!".
Aku memeluk anak itu erat,
' aku ditolong oleh malaikat cantik! Terimakasih tuhan...aku tertolong!'.
Katanya lega dalam hati.
Aku" diam kalian, berani menyentuh anak ini tanpa seijin ku. Aku lawan kalian!".
Kataku membentak ibu2 yg tadinya menghujam anak kecil ini.
Seorang ibu melemparkan batu kerikil tepat didahiku, dan keluar darah.
Aaaaauuuw, sakitnya!!!
Pekik ku dengan lemah,
Rika berdiri dan berteriak dengan keras,
" Kalian mau mati ya, kalian gak tahu siapa dia ya....??? Bodoh sekali, bodoh, dia adalah nyonya Clinton. Akan kami tuntut kalian karena melukai nyonya ....!".
Rika menatap tajam kepada semua ibu2 itu dan mulai ketakutan.
Rika" kalau kalian selangkah saja bergerak, besok kalian akan mati. Kalian pasti pernah dengar kalau tuan Clinton adalah pembunuh kejam bukan? Kalau bukan karena beliau kalian juga sudah mati dari dulu, dasar bodoh....!!!".
Rika membersihkan luka ku dengan sapu tangan dan sangat panik.
Rika menelpon rumah dan meminta bantuan segera,
Aku" sudah selamatkan dulu anak ini, bawa dia kerumah dan urus dulu dia. Aku baik2 saja kak, luka sekecil ini gak apa buatku kok. Gak masalah...!".
Aku tersenyum dan menahan rasa sakit yg amat perih, kepalaku serasa berputar2 dan sempoyongan sekali.
Gak lama, gak sampai 5 menit. Kurasakan hawa dingin dan menyeramkan menyelimuti pandangan. Aku merasakan sangat dingin dan ketakutan sekali, ya....apalagi kalau bukan melihat tuan Besar Alexandra Clinton berdiri didepanku dengan wajah marah, beringas, kejam dan menakutkan sekali dengan wajah penuh amarah.
Dia berdiri sambil melipat tangan didada, masih dengan baju tidur kimono dan rambut acak2an menghampiriku.
Dengan suara berteriak menatap satu2 persatu orang disana, terutama Rika.
' gawat dia bisa ngamuk, mampus aku!'.
Gumamku dalam hati ketakutan juga.
" Kenapa diam, kalian bisu? Kalian tahu siapa dia? Dia.....dia istriku, tahu???".
Alex menunjukku dengan jari telunjuk, masih dengan wajah marah.
Aku berdiri dan langsung memeluknya,
" Syg, aku gak apa kok? Oh ya, mereka gak tahu apa2 kok. Yuk pulang?".
Aku mengecup pipinya, seketika dia diam dan hanya mangut aja.
" Ric, urus mereka. Tuntut mereka semua, aku gak mau tahu, jangan lepaskan ya?".
Masih dengan galaknya marah.
" Kak Rika tolong ya, aku pulang dulu!! Terimakasih sudah melindungiku!".
Aku menyeret suamiku yg tampang itu pulang kerumah dengan naik mobil.
Ric' heh? Kena cium langsung padam? mengerihkan juga nyonya, tuan yg galak dan pemarah saja bisa diam dibuatnya. The power of Mak_bun!! Mengerihkan sekali, ya tuhan....!!'.
Gumam Ric sambil merinding, padahal melihat Alex ngamuk saja dia sudah angkat tangan.
Sampai rumah,
"Iiiszzz, istri bodoh ku. Ditindas oleh orang diam saja, sama suami galak setengah mati. Dasar kamu nakal??".
Sambil membersihkan luka ku,
"Kasihan anak itu, kalau bukan aku yg tolong lalu siapa lagi....hah??".
__ADS_1
Aku tersenyum dan membelai nya.
" Pintar mengalihkan pembicaraan kamu, emang nya tadi ada apa?".
Tanya Alex padaku lembut.
" Bukan apapun kok? Oke??".
Aku mencium alisnya yang tebal, membuatku gemes ingin mencabutnya sampai habis sih...??? He...he...eee.
Selesai itu, malampun tiba. Aku makan seperti biasa, dan menjelang tidur aku bertemu kak Rika.
" Bagaimana kak?"
Aku bertanya dengan penasaran.
" Beres sih, sampai kapan?".
Kak Rika melirikku tajam.
" Suruh saja tinggal dirumah belakang bersama pelayan yg lain. Nanti dia bakal kusuruh nemani aku main game, oke!".
Aku main mata dan berlari kedalam kamar menyusul si baby yg dah nunggu.
Ditempat tidur, kami diskusi.
" Aku akan keluar kota. Kamu mau ikut syg? Aku gak bisa meninggalkanmu sendiri disini, bagaimana syg?.
Dia memelukku dan aku bersandar ditubuhnya.
Kepalaku bersandar didadanya dan dia memeluk pinggangku dengan erat.
" Hm.....mm, aku ikut. Makasih?".
Kataku dengan ketus dan singkat.
" Kamu gak apakan? Seharian dihotel nunggu aku syg? Soalnya jadwalku padat sekali loh syg?".
Mencium pipiku.dan mengelus kepalaku.
" Gak apa kok, Rika ikut kan?".
Tanyaku memastikan saja.
Hm......m, tentulah!!
Katanya dengan lembut seperti berbisik.
Kami tidur dengan nyaman, sementara itu Rika dipanggil oleh Ric.
" Kau tahu salahmu apa kan?".
Menatap Rika dengan kejam dan marah.
Plak.....!!!
Tangan Ric menyentuh pipi Rika.
" Kau tahu, nyawa mu tiada arti dibandingkan dengan nyonya? Kenapa kau bisa ceroboh sih? Otakmu sakit?".
Ric membentak Rika dan memarahinya.
" Maaf tuan, saya salah! Maaf!".
Sambil berlutut dihadapan Ric.
Ric" ingin saja aku melenyapkan mu, tapi nyonya telah mengancamku. Kau beruntung, nyonya peduli padamu. Lain kali kalau sampai seperti ini, jangankan nyonya marah aku tidak peduli, tahu?".
Ric kesal dan marah sekali.
Ric" ingat ya, jangan terulang lagi! Pergilah istirahat, kemasi bajumu. Besok akan pergi bersama tuan dan nyonya!!".
Rika berdiri dan memberi hormat. Lalu dia pergi kekamarnya dengan lesu.
' terimakasih nyonya, anda begitu baik pada saya. Anda gadis baik dan berhati tulus, seperti malaikat saja. Terimakasih, saya berhutang banyak nyonya!!'.
Gumamnya sebelum tidur.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen ya.