ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Extra Part


__ADS_3

Pagi hari seluruh keluarga Darwin maupun Dianka sudah tiba di rumah sakit, mereka berbondong-bondong melihat anak pertama dari pasangan tersebut.


Dianka kini sudah dipindahkan ke ruang inap, ia juga langsung menyusui bayinya dengan ASI. Darwin pun setia menemani istrinya di setiap kegiatan. Dari mulai makan hingga menemani Dianka ke toilet.


Meski tidak tidur semalaman tetapi Darwin tak pernah mengeluh, ia tahu seberapa berat perjuangan Dianka. Maka dari itu Darwin ingin membalas semua perjuangan sang istri untuk melahirkan anaknya.


Disisi lain Alfred dan Anna sudah pulang ke rumah sejak keluarga dari sahabatnya itu datang, namun Anna tak menyadari jika sedari tadi Alfred terus mendiami nya akibat kesal dengan kelakuan Anna.


Kini mereka berdua sedang sarapan bersama di ruang makan, tak ada obrolan di antara pengantin baru itu. Hanya kesunyian yang melingkupi keduanya.


Anna sesekali melirik pada Alfred yang sibuk dengan makanannya, ia bingung pada sang suami yang biasanya selalu berceloteh kini diam bagai sebuah batu.


Anna berdehem cukup keras, ia pun menatap Alfred yang tengah menyuapi makanannya ke mulut.


"Bagaimana makanannya? Apa enak?" Tanya Anna membelah keheningan.


"Hmm.... " Alfred hanya berdehem sebagai jawaban, membuat Anna bingung apa maksud deheman tersebut.


"Oh iya, bagaimana jika besok kita mulai berbelanja. Aku lihat bahan makanan di kulkas mu banyak yang masih kosong, setidaknya kita harus mempunyai stok untuk beberapa minggu ke depan" Ucap Anna panjang lebar, sebisa mungkin ia mencari topik untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


"Hmm.... " Lagi dan lagi hanya suara itu yang keluar.


Anna mulai bingung menanggapi sikap Alfred, ia jadi tidak mood untuk makan.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau bersikap acuh? Apa aku ada salah?" Tanya Anna hati-hati.


Seketika Alfred menghentikan sarapannya dan berdiri dari kursi.


"Tidak ada, kau lanjutkan saja sarapan mu. Aku lelah mau istirahat" Alfred pun pergi dari sana dan memasuki kamarnya.


Anna pun tak tinggal diam, ia mengejar suaminya hingga mereka berdua berada di ruangan itu.


"Alfred apa denganmu? Kenapa kau mendiami ku?!! Aku salah apa?!!!"


"Aku kesal padamu!" Ujar Alfred.


Anna menautkan alisnya, ia masih belum mengerti kenapa Alfred kesal padanya.


"Kesal kenapa?"

__ADS_1


"Ck, kenapa kau tidak paham juga sih.......


Tentu aku kesal karena semalaman kau meninggalkan aku bahkan tak tau aku tidur dimana, seharusnya kemarin adalah malam pertama kita Anna!" Ungkap Alfred.


Seketika Anna terdiam, ia pun bertanya kembali.


"Jadi.... Kau mempermasalahkan itu?"


"Tentu saja! Memangnya salah?!!"


"Ppppffffttt........ Hahaha...........


Jadi kau marah karena malam pertama kita gagal? Ya Tuhan.... Alfred aku kira apa" Tawa Anna tergelak.


Ia mendekat dan memeluk tubuh sang suami, ia pikir Alfred Alfred marah karena masalah yang serius. Ternyata hanya karena malam pertama mereka tidak terlaksana, apakah semua lelaki menganggap ini masalah besar??


"Kita kan bisa melakukan itu sekarang, kita bahkan bisa melakukannya sepuasnya. Lagipula kemarin aku begitu senang atas kelahiran Dianka. Maafkan aku ya... Jangan marah lagi..... " Bujuk Anna, ia mendongak dan menatap wajah Alfred.


"Tapi janji harus sepuasnya" Ujar Alfred merajuk.

__ADS_1


"Iya janji"


Alfred pun langsung tersenyum dan membalas pelukan Anna, entah kenapa sekarang ia menjadi pria manja seperti ini. Sifat garang yang dimilikinya hilang entah kemana saat berhadapan dengan wanita yang berstatus istrinya itu.


__ADS_2