ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Kenapa Harus Dia!


__ADS_3

Malam harinya Darwin yang baru saja mengerjakan pekerjaan kantornya di ruang kerja memutuskan untuk kembali ke kamar ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Saat ia membuka pintu kamar Darwin melihat Dianka yang meringkuk di atas tempat tidur sembari mengelus perutnya dan meringis beberapa kali.


Wanita itu tampak memejamkan kedua matanya, tetapi alisnya yang mengerut membuat Darwin merasa Dianka seperti sedang menahan sesuatu.


Darwin duduk di tepi ranjang untuk melihat wajah istrinya.


"Di... "


Suara Darwin membuat wanita itu membuka matanya dengan cepat, kemudian tersenyum manis pada Darwin.


"Kau sudah selesai dengan pekerjaan mu mas?" Tanya Dianka lesu.


"Sudah, kau kenapa? Seperti sedang kesakitan" Ujar Darwin.


"Tidak apa-apa mas, perutku hanya sedikit sakit. Mungkin karna asam lambung saja"


"Kau sudah minum obat?"


"Sudah"


Dianka kembali meringis tatkala rasa sakit itu kembali terasa, tetapi sekuat tenaga ia menahan rasa sakit tersebut.


Melihat Dianka yang kesakitan membuat Darwin sedikit cemas, ia takut jika penyakit Dianka membuat wanita itu harus dilarikan lagi ke rumah sakit.


"Kau yakin baik-baik saja?" Tanya Darwin ragu.


"Ya, aku yakin. Rasa sakitnya hanya muncul beberapa kali"


Darwin menghela nafas gusar, meski Dianka berkata jika dirinya baik-baik saja namun Darwin bisa melihat jika Dianka segaja menutupi rasa sakitnya itu.


"Apa mau aku usap perutmu seperti waktu itu? Mungkin saja bisa mengurangi rasa sakitnya"


Mendapat tawaran tersebut Dianka langsung mengangguk dan menyetujui tawaran dari sang suami.


Darwin langsung membaringkan tubuhnya di belakang Dianka, tangannya mulai mengusap perut Dianka dengan lembut. Membuat perempuan itu memejamkan matanya kala menikmati elusan Darwin.


"Mas"


"Ya?"


"Tadi aku sudah berbelanja menggunakan kartu ATM mu, Terima kasih ya. Kartunya ada di tas ku jika mas ingin mengambilnya"


"Oh ya aku hampir lupa jika kau tadi pergi berbelanja, pegang saja kartu nya, beli apapun yang kau butuhkan menggunakan kartu itu" Jelas Darwin.

__ADS_1


"Baiklah" Ucap Dianka sembari mengangguk.


"Apa saja yang kau lakukan hari ini? Apa hanya berbelanja?" Tanya Darwin yang memulai pembicaraan diantara mereka berdua.


"Tadi aku berbelanja lalu..... Aku makan siang bersama teman baru ku" Ucapnya.


Darwin mengernyitkan kedua alisnya, ia sedikit penasaran siapa teman yang dimaksud Dianka tadi.


"Teman baru?"


"Iya, tadi aku tidak sengaja menabraknya saat membawa barang belanjaan, dan dia membantuku membawakan barang itu ke dalam mobil. Lalu kami makan siang bersama sebagai balasan atas bantuannya" Jelas Dianka bercerita.


"Siapa teman baru mu?"


"Teman baruku itu orang yang tempo lalu membawa ku ke rumah sakit saat aku pingsan di butik"


Deg!


Seketika Darwin menghentikan gerakan tangannya di perut Dianka, matanya pun ikut terbelalak!


Apa katanya tadi?


Jadi teman baru yang Dianka maksud adalah Alfred?


"Ba-bagaimana kalian bisa berteman? Bukankah dia hanya pelanggan di butik mu saja?"


"Tadinya begitu, tapi entah kenapa dia ingin menjadi temanku. Lagipula jika dilihat dia orang baik sepertinya, walaupun.... Sedikit perhitungan" Ucap Dianka sambil mengangkat bahu kanan.


Darwin sedikit menelan ludah kasarnya, ingatannya kembali pada Adelia yang direbut oleh Alfred hingga menyebabkan hubungan mereka kandas saat itu juga.


Melihat Darwin yang diam saja membuat Dianka menoleh ke belakang dan menatap heran pada Sang suami.


"Ada apa mas?"


Darwin menoleh membuat wajah mereka tak berjarak.


"Tidak apa-apa"


Tanpa aba-aba Darwin langsung mencium bibir Dianka dengan mesra, mel*mat setiap sudut didalam mulut Dianka.


Dianka yang mendapat serangan mendadak pun ikut membalas ciuman itu dan membalikkan badannya agar mereka lebih leluasa.


Darwin memeluk tubuh Dianka dengan erat membuat tubuh mereka berhimpitan.


Darwin terus mel*mat bibir Dianka dan membelit kan lidah mereka dengan gerakan sensual.

__ADS_1


Keduanya saling menikmati adegan panas itu, mata mereka saling terpejam dan nafasnya pun ikut memburu.


Jari-jari Dianka terangkat untuk mengusap rambut hitam milik Darwin, membuat ciuman itu semakin dalam dan menggelora ditambah lagi tangan Darwin menelusup masuk ke dalam gaun tidur Dianka.


Sebenarnya sejak tadi ia sudah tidak bisa menahan gairahnya ketika melihat Dianka yang memakai gaun tidur minim dan memperlihatkan belahan dada dan paha mulusnya.


"Emmhh.......!!"


Dianka mengerang kala jari-jari tangan Darwin menggelitik kulit punggungnya, apalagi ciuman mereka kian memanas.


Disaat keduanya mulai kehabisan nafas Darwin pun melepas pangutan bibirnya.


Mata mereka saling memandang satu sama lain dengan nafas yang tersenggal-senggal, Dianka bisa melihat kabut gairah dari mata lelaki di depannya ini.


Cukup lama mereka menormalkan detak jantungnya Darwin kembali memanggut bibir seksi milik Dianka, ia bahkan sudah tak memikirkan rasa malunya pada wanita tersebut.


Namun disaat mereka sedang menikmati pertukaran saliva tiba-tiba saja Dianka menjerit kesakitan. Membuat kegiatan panas itu terhenti kembali.


"Aww...!!"


Darwin pun ikut dibuat panik disana.


"Ada apa? Mana yang sakit?" tanya Darwin khawatir.


"Perutku sakit lagi" jawabnya.


"Biar aku oleskan minyak hangat supaya rasa sakitnya berkurang"


Dianka mengangguk dan membiarkan Darwin membawa minyak hangat untuknya.


Dengan sedikit gerakan memijat Darwin pelan-pelan mengoleskan minyak hangat tersebut pada perut Dianka, sampai dirasa sudah membaik ia pun kembali membaringkan Dianka dengan posisi yang benar.


"Tidurlah"


Tapi sebelum ia tidur Dianka menatap Darwin dan berujar.


"Maaf soalnya yang tadi"


"Tidak apa, jangan dipikirkan. Tidurlah ini sudah malam"


Akhirnya Dianka pun tidur dan melupakan kegiatan yang hampir saja terjadi tadi.


Sedangkan Darwin masih terjaga, ia masih kepikiran tentang Alfred, ada sedikit rasa cemas tatkala mendengar jika sekarang Alfred dan Dianka berteman.


Otaknya berkelana dengan jauh, apa yang akan terjadi suatu saat nanti? Apa tujuan Alfred ingin berteman dengan Dianka? Apa karna wanita itu cantik dan baik hati? Atau ada maksud lain?

__ADS_1


__ADS_2