ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Jangan


__ADS_3

Di butik Dianka, Alfred yang kini tengah berbincang dengan pegawai butik merasa terkejut saat para pegawai itu mengatakan jika Dianka hilang sejak kemarin sore.


Tadinya Alfred sengaja ingin mengunjungi Dianka ke butik dengan alasan ingin menanyakan busana yang ia pesan. Namun ia melihat jika para pegawai kembali membereskan barang-barang untuk menutup butik.


Merasa ada yang aneh Alfred pun bertanya pada mereka, dan berita buruk yang ia dapat membuat dirinya syok dengan informasi ini.


"Apa?? Dianka hilang?!"


"Benar Tuan, tadi pagi Pak Darwin suaminya mengabari kami jika bu Dianka hilang sejak kemarin sore. Maka dari itu untuk sementara waktu kami menutup butik sampai bu Dianka ditemukan" Ujar Mitha sang tangan kanan Dianka.


Alfred merasa khawatir tentang kondisi Dianka, ia harus menemukan wanita itu! Jangan sampai Dianka mengalami hal yang buruk.


"Lalu apakah polisi sudah mencarinya?" Tanya Alfred.


"Sudah Tuan, kemarin malam Pak Darwin langsung menelpon polisi saat beliau menemukan mobil bu Dianka masuk ke dalam jurang"


Mata albert langsung terbelalak dengan sempurna, fakta apalagi ini? Kenapa hilangnya dianka begitu tragis seperti ini?


"Tapi polisi memastikan jika bu Dianka tidak ikut dalam kecelakaan mobil itu, ada seseorang yang sengaja melakukan tindakan tersebut seolah-olah bu Dianka hilang karna kecelakaan" Jelasnya lagi.


Alfred dibuat geram dengan informasi yang ada, tangannya mengepal dengan kuat. Hal ini mengingatkannya pada kejadian dimana kedua orang tuanya meninggal karna mobil yang mereka tumpangi masuk ke dalam jurang yang sangat amat dalam.

__ADS_1


Alfred menggeram, ia benci situasi ini!


"Baiklah, terimakasih atas informasinya. Kalian lanjutkan pekerjaan kalian, aku permisi" Alfred pun keluar dari butik dan memasuki mobilnya.


Ia langsung menelpon bawahannya untuk mencari keberadaan Dianka.


Alfred: Aku ingin kau mencari keberadaan seorang wanita, nanti aku kirimkan fotonya padamu, terakhir kali ia pulang dari butik Tomlinson kemarin sore.


Y: Siap Tuan.


Setelah itu mobil Alfred pun keluar dari halaman butik.


"Jangannnn! aku mohon jangan lakukan itu padaku..... Aku mohon.... Hiks... Aku akan lakukan apapun asal jangan yang satu itu.... Aku mohon.... Hiks... " Dianka menjerit penuh permohonan, ia dibuat terkejut dengan syarat yang dikatakan pria dihadapan ini.


"Aku mohon padamu Tuan.... Aku sudah mempunyai seorang suami.... "


Tawa pria itu justru semakin menggelegar, ekspresi takut yang Dianka pancarkan justru membuat para penculik itu kian berbahagia.


"Hahaha.... Apa peduli kami tentang itu semua?? Kau tidak akan pernah bertemu dengan suamimu lagi sayang... Kau akan jadi wanita kami, jangan terlalu berharap lebih" Ucapnya pada Dianka.


Dianka hanya bisa menagis pedih, ia tidak mau dijadikan pemuas nafsu orang-orang bejat tersebut, ia bukan jalaang! Dianka tidak ingin ada yang menyentuh dirinya kecuali suaminya sendiri! Ia tidak mau... Tidak mau!

__ADS_1


"Aku mohon.... Aku bukan wanita yang kalian inginkan.... Kalian salah memilih orang!"


Salah satu pria disana pun maju dan berjongkok di hadapan Dianka, ia mengelus paha Dianka yang terbuka dari balik dress yang dikenakannya.


Dianka berusaha menggerakkan tubuhnya yang terikat agar terhindar dari sentuhan pria tersebut.


"Kami yakin jika kami tidak salah memilihmu.


Kau sangat cantik, putih, mulus, dan juga seksi.... Kau begitu sempurna untuk kami nikmati. Aku sudah tidak sabar... "


Semua orang di sana tertawa melihat kelakuan rekannya.


Lelaki itu pun berdiri kembali.


"Untuk sekarang kami akan biarkan kau untuk beristirahat terlebih dahulu.


Tapi besok, bersiap-siaplah... Karna kau pasti akan kelelahan meladeni empat orang sekaligus"


Setelah berkata demikian mereka pun keluar dari ruangan itu meninggalkan Dianka yang menangis menjerit-jerit.


"Jangannnn..... Hiks..... Jangan aku tidak mau...... Tolong lepaskan aku...... Hiks.... "

__ADS_1


__ADS_2