
"Jangan seperti ini Alfred...
Pergilah.... Jangan membuatku makin mencintai dirimu..." Ujarnya.
Blesss.......
Perkataan Anna membuat hati Alfred tercubit begitu keras, hatinya ikut sakit saat mendengar kata-kata yang terdengar tulus dari lubuk hati.
Perempuan kuat yang selalu ada dalam pandangan Alfred kini terlihat lemah dengan pancaran keputus asaan yang tergambar jelas dari semua sisi.
Bayang-bayang Anna yang dulu ceria dan selalu memamerkan senyumnya sama sekali tidak ada sekarang.
Hanya tangis dan luka yang menempati keadaan Anna.
Perlahan tangis Anna mereda, ia menghapus seluruh air mata yang menggenang pipih mulusnya.
Setelah itu ia memberanikan diri menatap Alfred.
"Maaf aku membentak mu tadi. Sebaiknya kau pergi, aku juga akan pergi dari sini" Anna berbalik mengambil pakaiannya yang berserakan dimana-mana.
Namun saat ia hendak memakai pakaiannya tiba-tiba saja lengan Alfred melilit diperut Anna. Alfred memeluknya dengan erat!
Jantung Anna seakan berhenti berdetak, pelukan Alfred membuatnya ingin menangis lagi. Tapi sekuat tenaga Anna mencoba menahan air matanya supaya tak jatuh.
"Aku akan mencoba membuka hatiku untukmu.... Aku akan menebus kesalahan-kesalahan yang dulu Anna, tolong beri aku kesempatan" Pinta Alfred penuh harap.
Anna menggeleng cepat, ia melepas pelukan Alfred dan membalikkan badannya.
"Tidak Alfred! Kau tidak salah. Aku tau dari dulu kau memang tidak pernah mencintai ku dan mungkin tidak akan pernah, jadi jangan memaksakan hatimu untuk mencintai seseorang yang tidak kau cintai.
Yang terbaik sekarang adalah kita sama-sama pergi dan jangan pernah bertemu lagi" Tutur Anna yang terdengar tegar, walau kenyataannya hatinya terasa perih berdenyut.
Sontak saja Alfred dibuat terkejut, ia langsung menolak keinginan Anna.
"Aku tidak mau Anna, aku mohon....
Aku sama sekali tidak terpaksa melakukan ini semua, aku memang ingin mencoba membuka hatiku untukmu.... " Kata Alfred berusaha meyakinkan keraguan Anna.
"Tidak Alfred, jangan memaksanya"
"Anna tolong... Beri aku kesempatan Anna"
"Maaf Alfred aku tidak bisa... " Tolaknya.
"Anna please... "
Anna tidak menanggapi lagi permohonan Alfred, ia kembali memakai pakaiannya yang sempat tertunda membiarkan Alfred memohon dengan berbagai cara.
Merasa Anna tidak merespon Alfred langsung membuang pakaian yang hendak Anna pakai ke sembarang arah.
__ADS_1
Tatapannya kini kembali menusuk, ia mendekat dan membuat Anna memandang heran ke arahnya.
"Alfred apa yang kau lakukan?!" Sentak Anna saat Alfred melempar bajunya.
"Baiklah, aku tidak akan mendekatimu lagi. Tapi dengan satu syarat!" Tawar Alfred.
"Syarat???"
"Sebelum kita berpisah dan benar-benar tidak akan bertemu lagi aku mengajukan syarat padamu. Jika kau tidak mau memenuhinya maka aku akan terus hadir dan melukai hatimu lagi"
Anna menelan saliva nya dengan susah payah, ada sedikit rasa tegang yang kini datang mengelilingi Anna.
"A-apa.... S-syaratnya?" Tanya Anna.
"Bercinta lah dengan ku!"
Deg....!!!
Bagai disambar petir tubuh Anna seketika bergetar mendengar kata-kata intim yang terlontar dari bibir Alfred.
Ia mebelalakkan matanya lebar hingga membola.
"A-apa maksudmu??"
"Bercintalah dengan ku....!
Setidaknya kau melakukan ini dengan orang yang kau cintai. Ini juga sebagai balasan karna aku telah menolongmu dari pria yang hampir memperkosa seorang gadis dengan cara paksa" Ucap Alfred memperjelas.
Cup!
•
•
Belum sempat Anna berbicara Alfred sudah membungkam mulutnya dengan bibir tebal itu.
Bibir Alfred langsung memangut secara tidak sabaran, ia menghisap seluruh pasokan udara yang ada didalam mulut Anna.
Membuat tubuh Anna lemas dan secara spontan meraih bahu Alfred dengan kuat.
Tangan Alfred menahan pinggang si wanita agar tak jatuh dan tetap dalam posisi merapat.
Alfred melepas ciuman mereka sebentar, ia ingin melihat ekspresi Anna saat mendapat ciuman darinya.
Dan mata satu itu menjelaskan semuanya, Alfred yakin Anna juga menginginkan yang satu ini.
Dengan cepat Alfred menempelkan kembali bibir mereka dan membawa Anna ke atas ranjang.
Di rebahkan nya tubuh Anna dengan hati-hati, ciuman itu tak lepas sedetikpun seakan tak ingin menyia-nyiakan moment ini.
__ADS_1
Tangan Alfred bergerilya dari mulai perut Anna dan terus naik ke dua gundukan kenyal yang baru pertama kali ia pegang.
Bukan hanya Anna yang merasakan sensasi sengatan yang menjalar ke tubuhnya tapi Alfred pun merasakan hal yang sama.
Keduanya makin gencar dan haus akan sentuhan.
Jari-jari lentik Anna terangkat membuka kancing kemeja Alfred, satu persatu ia lepas hingga kemeja putih tersebut tak lagi menempel di tubuh Alfred.
Setelah itu barulah Alfred membuka sisa-sisa pakaian yang masih terpajang pada tubuh indah sang wanita.
Tatapan Alfred berubah liar memandang tubuh polos nan menggairahkan itu, dan dengan sigap Alfred langsung melahap benda berharga milik Anna layaknya bayi yang kehausan.
Anna tercekat antara terkejut dan geli karna ia baru pertama kali merasakan hal ini.
Jari Anna meremass rambut Alfred untuk melampiaskan apa yang ia rasakan.
Alfred terus menyembunyikan wajahnya di belahan dada Anna, mencari kehangatan serta kenikmatan sekaligus.
Setelah puas bermain-main disana Alfred kembali mencium bibir si wanita.
Beberapa menit kemudian ia menegakkan tubuhnya untuk membuka celana yang sedari tadi masih melekat menyembunyikan sang pusaka.
Mata cantik perempuan itu membulat sempurna tatkala ia melihat sesuatu yang membuat tubuhnya meremang tak jelas.
Alfred kembali mengukung Anna, mereka sudah sama-sama tak berpakaian.
Sebelum melakukan tujuan utamanya Alfred terlebih dahulu melihat ekspresi yang timbul dari wajah cantik itu.
Dilihatnya wanita yang sudah pasrah tersebut.
Alfred tersenyum sedikit, ia mengeluarkan ludah di tangannya dan mengoleskannya pada milik Anna yang ternyata sudah basah sedari tadi.
"Alfred!!" Anna dibuat terkejut dengan sentuhan Alfred dibawah sana.
Ia sudah tidak tahan lagi, Anna ingin secepatnya menyelesaikan kegiatan mereka.
Dan dengan hati-hati Alfred mengarahkan miliknya ke dalam liang surga yang akan membuat mereka terbang menembus angkasa.
Anna menjerit dan beberapa kali terisak, rasa sakit yang ia rasakan sangatlah luar biasa.
Sedangkan Alfred dibuat terpana dengan apa yang ia rasakan, apa yang dilakukannya pada Anna adalah sebuah bukti besarnya cinta wanita itu padanya.
Disetiap kegiatan mereka Alfred tak henti-hentinya menyebut nama Anna, kini Alfred tau apa tujuan hidupnya sekarang.
Setelah apa yang ia lakukan saat ini Alfred tau kemana ia akan melangkah.
"Anna.... Sepertinya aku tidak bisa menepati janjiku.
Maafkan aku Anna, tapi setelah ini kau akan selalu terikat denganku. Aku tidak bisa melepaskan mu" Ucapnya saat percintaan itu selesai setelah beberapa ronde permainan.
__ADS_1
Anna hanya bisa diam, ia tak mampu berpikir untuk menjawab perkataan Alfred.
Lelaki tersebut membawa Anna ke pelukannya dan mereka pun tidur sampai pagi menjelang.