ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Penculikan


__ADS_3

"LEPASKAN AKU....!!"


"SIAPA SEBENARNYA KALIAN HAH??!!"


Dianka yang kini sudah duduk di kursi dengan tangan dan kaki yang terikat dengan tali terus berteriak-teriak meminta dilepaskan.


Ia sendiri tidak tau dirinya sedang berada di mana, ruangan yang Dianka tempati ini seperti gudang kosong yang memang sengaja dibuat untuk penculikan orang.


Setelah ia sadar dari pingsannya tubuh Dianka sudah dalam keadaan terikat seperti saat ini.


Pria-pria yang tadi membawa dianka kini tengah berada di ruangan yang sama dengan dirinya, nampaknya pria itu sangat senang melihat Dianka yang tersiksa seperti sekarang.


"LEPASKAN AKU DASAR BRENGSEK....!!"


"ARGGHH.... LEPAS.....!!! "


Namun mereka semua tak menghiraukan teriakkan Dianka, malah asyik menertawakan wanita di hadapannya ini.


"Hahaha.... Lihat dia, sangat menggemaskan bukan?" Ucap salah satu diantara pria kekar disana.

__ADS_1


"Hahaha... Benar sekali kawan, ingin rasanya aku mencubit pipinya yang memerah" Balas yang lainnya.


"KALIAN SEMUA GILA..!!" Bentak Dianka pada lelaki yang berbicara tadi, tak dipungkiri jika Dianka merasa takut kalau-kalau pria tersebut melakukan hal yang tidak diinginkan.


Dan sekarang pria yang bertato diantara empat pria itu maju mendekat ke arah Dianka, ia tersenyum senang pada Dianka, namun Dianka merasa jijik akan senyuman itu.


"Kenapa kau marah-marah manis? Apa kau tidak lelah berteriak dari tadi?" Tanyanya sambil mencolek dagu Dianka.


Dianka langsung memalingkan wajahnya, ia tidak ingin disentuh di sedikitpun oleh lelaki yang tidak ia kenal sama sekali.


Air mata Dianka pun lolos begitu saja, ia takut.... Sangat takut!


Ia butuh pertolongan saat ini, ia berharap Darwin datang dan menyelematkan dirinya dari para pria jahat disekitarnya.


"Jangan menangis sayang..... " Ucap lelaki tadi sembari menghapus air mata yang jatuh di pipi Dianka.


"SINGKIRKAN TANGAN KOTOR MU DARI WAJAHKU..!!!" Dianka semakin marah dengan kelakuan mereka, ia sangat ingin memotong satu per satu semua lengan pria itu, namun ia sendiri tak bisa melakukan apa-apa.


"Uhh.... Aku sangat takut jika kau marah seperti ini, kau terlihat menakutkan sayang..."

__ADS_1


"Hahaha..... Menakutkan katanya " Diikuti oleh tawa teman-teman nya.


Air mata Dianka kian jatuh dengan deras, tak ada yang bisa ia lakukan selain berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkan dirinya.


"Aku mohon lepaskan aku.... " Lirih Dianka, ia tak lagi berbicara dengan nada keras. Dianka berusaha memohon dengan wajah memelas.


Pria itu menyeringai dan berbicara menggunakan gaya tubuh dengan para rekannya.


"Sayangnya kami tak akan melepaskan mu begitu saja, tentu harus ada syarat yang perlu kau penuhi" Ucapnya pada Dianka.


Mendengar itu Dianka serasa mendapat angin segar di ruangan yang pengap ini, air matanya tak lagi turun seperti sebelumnya.


"Apa syaratnya? Apa itu soal uang? Katakan saja berapa yang kalian inginkan. Aku pasti akan memberikannya pada kalian"


"Hahaha..... Kau meremehkan kami Nona manis, kami sudah cukup banyak mendapatkan uang dari hasil menculik mu" Bantah nya lagi.


Perasaan Dianka mulai tak tenang, angin segar tadi seketika berubah menjadi angin panas yang mampu mengeluarkan keringat dingin.


"A-apa yang kalian inginkan?" tanya Dianka gugup.

__ADS_1


Pria itu pun membungkuk dan membisikkan sesuatu di telinga Dianka.


"Berikan servis terbaikmu untuk kami berempat"


__ADS_2