ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Sebuah Rencana


__ADS_3

Keesokan harinya Anna mendatangi butik Dianka untuk memesan busana lamarannya dengan Alfred yang terhitung sebulan dari sekarang.


Anna sangat mengandalkan butik Dianka karna di butik yang lain mereka pasti tidak akan mampu mengerjakan busana untuk lamaran nanya dalam jangka waktu tiga puluh hari.


Dianka pun menyanggupi permintaan Anna, apalagi ini adalah pesanan dari sahabat barunya tersebut.


Beberapa desain yang baru Dianka buat pun membantu wanita itu memudahkan dirinya untuk langsung membuat rancangan busana.


Tema white blue pun Anna pilih sebagai konsep lamarannya nanti.


Tema itu sudah disepakati nya bersama sang calon tunangan, sebenarnya Alfred membebaskan Anna memilih semua hal yang bersangkutan-pautan dengan lamaran mereka. Tetapi bagaimana pun Anna harus mendengar langsung persetujuan dari mulut Alfred sendiri.


"Kau yakin bisa menyelesaikan ini dalam waktu satu bulan, Dianka?" Tanya Anna memastikan.


"Aku sudah terbiasa seperti ini Anna, bahkan dalam waktu satu minggu pun aku pernah" Jawabnya.


"Tapi aku tidak ingin kau kecapean, kau kan sedang mengandung. Bahaya kalau kau terlalu sibuk sampai mengabaikan kehamilan mu" Cemas Anna.


"Kau tenang saja Anna, tidak mungkin aku mengabaikan kehamilan ku. Aku akan melakukan yang terbaik supaya nanti kau bisa terlihat sempurna di acara lamaran kalian. Aku akan menyewa pegawai lagi untuk membuat rancangan busana mu, Alfred, dan juga keluarga" Ucap Dianka meyakinkan!


Anna yang mendengar itu merasa terharu sekaligus senang mendapat perhatian dari sahabatnya tersebut.


Ia memeluk tubuh Dianka dengan erat.


"Terimakasih Dianka... Aku senang memiliki sahabat seperti mu. Jika bukan karna mu mungkin hubungan ku dan Alfred tidak akan sejauh ini...


Aku tidak bisa membalas kebaikan mu Dianka, tapi aku akan selalu ada untukmu" Ungkap Anna tulus dari dalam hati.


Dianka pun membalas pelukan Anna tak kalah hangat.


"Aku juga... Aku akan membuat sahabatku ini senang dihari bahagianya nanti. Pokoknya kau bisa mengandalkan ku, jangan sungkan sungkan Oke?"


Anna mengangguk pasti sebagai tanggapan.


"Sudah jangan sedih lagi, nanti bisa-bisa muka mu berubah jelek karna keseringan menangis" ucap Dianka menggoda sahabatnya.


"Ih... Mana ada aku menangis, aku hanya terharu tau! " bantah Anna.


"iya iya... Maafkan aku Tuan Putri"


Mereka berdua pun tertawa bersama-sama diliputi rasa bahagia karna memiliki seseorang yang pengertian satu sama lain.


***


Disela-sela Dianka yang tengah sibuk merancang busana bersama para pegawainya tiba-tiba sebuah telepon yang bergetar dari balik rok yang Dianka pakai.


Perempuan itu merogoh sakunya guna mengambil ponsel dan melihat nama yang tertera di layar handphone.


Ternyata Darwin lah yang menghubungi nya.

__ADS_1


"Kalian teruskan saja ya, aku mau mengangkat telepon sebentar"


"Baik bu" Jawab mereka serempak.


Dianka kemudian menjauh dari sana sembari mengangkat sambungan telepon itu.


Dianka: Hallo mas?


Darwin: Hallo sayang, kau sedang apa?


Dianka: Seperti biasa, aku sedang merancang. Ada apa mas?


Darwin: Emm... Begini sayang tadi tiba-tiba saja aku ada pekerjaan mendadak di Bali, aku harus kesana secepat mungkin jadi malam ini aku tidak akan pulang ke rumah mungkin sekitar dua hari aku akan pulang. Nanti aku suruh salah satu pembantu supaya menginap saja di rumah kita agar ada yang menemanimu, kau tidak apa-apa kan aku tinggal?"


Dianka: Tapi kau belum menyiapkan apapun mas.


Darwin: Tidak masalah, aku akan menyuruh Asisten ku untuk membeli segala kebutuhanku disana.


Dianka: Ya sudah, tapi hati-hati dan jaga diri disana jangan sampai kelelahan ya. Jika ada apa-apa segera hubungi aku!


Darwin: Tentu sayang, aku akan menghubungi mu setiap waktu. Jaga dirimu juga, i love you...


Dianka: i love you too...


Telepon pun terputus begitu cepat, dia kembali memasukkan ponselnya dan melanjutkan kegiatannya lagi.


"Ini sudah sesuai dengan ukuran bu, selebihnya akan kami atur kembali" Jawabnya.


Dianka mengangguk setuju.


"Baiklah... "


Beberapa pegawai pun kembali fokus pada pekerjaannya, namun berbeda dengan Mitha yang justru tertuju pada perut Dianka.


"Bu Dianka perutnya semakin membesar ya" Ujar Mitha.


Hal itu sukses menarik perhatian yang lainnya.


"Benarkah? Entahlah padahal memasuki empat bulan saja belum" Jawab Dianka sembari mengelus perutnya.


"Oh iya apa selama kehamilan Ibu tidak mengalami yang namanya ngidam? Karna sepertinya Ibu terlihat biasa-biasa saja berbeda dari Ibu hamil pada umumnya" Ujar yang lain.


"Aku memang tidak mengalami ngidam, tapi suami ku mengalami kehamilan simpatik" Balas Dianka memberitahu.


"Hah? Kehamilan simpatik?? Apa itu?" Tanya Mitha.


Dianka pun menjelaskan apa yang disebut kehamilan simpatik, semua orang begitu memperhatikan Dianka berbicara seolah-olah Dianka sedang memberitahu hal penting.


"Uhh.... Pak Darwin so sweet sekali sih!!! Aku juga mau mempunyai suami seperti itu, pasti Pak Darwin sangat mencintai bu Dianka sampai rela merasakan yang namanya kehamilan simpatik" Kata Mitha dengan semangat.

__ADS_1


"Tentu saja Pak Darwin sangat mencintai bu Dianka. Bu Dianka kan cantik, baik, pintar, pokoknya sempurna tidak ada kekurangan" Seru yang lain mengagumi sosok boss nya.


Dianka hanya bisa tersenyum mendengar pujian dari para bawahannya.


"Terimakasih atas pujian kalian, kalian juga cantik dan baik kok. Suatu saat pasti akan ada lelaki yang mencintai kalian sepenuh hati" Tambah Dianka.


"Ah Ibu bisa saja, tapi semoga saja begitu hehe... "


Semua yang ada disana pun ikut terbawa suasana dengan kekonyolan salah satu kerabat mereka.


***


Sedangkan di tempat lain Darwin yang masih berada di kantor terlihat menghela nafas saat dirinya mengakhiri telepon dengan sang istri.


"Semoga saja Dianka tidak curiga jika aku sedang berbohong padanya" Gumam Darwin yang masih menatap ponselnya.


"istri mu pasti tidak akan tau, asalkan kau tidak memberitahu nya dan tidak ada orang lain yang membongkar kebohongan mu" ujar seorang wanita yang kini duduk berhadap-hadapan dengan Darwin di sofa kerja.


"Kau benar, jika istriku tau otomatis rencana ku juga akan gagal"


Pandangan Darwin beralih pada sosok wanita yang tengah tersenyum padanya.


"Tolong lakukan dengan sembunyi-sembunyi, rencana ini hanya kau dan aku yang tau!" perintah Darwin.


Wanita itu semakin memiringkan senyumnya, baru kali ini ia melihat pria yang berbeda dari yang lain.


"Kau masih tidak mempercayai ku, hmm?" tanyanya.


"Bukan... Bukan begitu, hanya saja aku baru pertama kali melakukan ini" jawab Darwin.


"Jangan risau Darwin, kau sudah melakukan yang terbaik"


Mendapat nasihat dari si wanita Darwin pun akhirnya menganggukkan kepala.


Ia berharap rencana bisa berhasil dengan sempurna tanpa ada gangguan sedikit pun.


"Aku percaya padamu" ucap Darwin.







Hayolohhh...... Kira-kira ada apa dengan Darwin??? 🤔

__ADS_1


__ADS_2