ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Mulai Mencintai


__ADS_3

Hari senin Darwin sudah mulai berangkat ke kantor setelah beberapa hari kebelakang dirinya sibuk menemani Dianka kemanapun wanita itu berada.


Meski kasus yang menimpa istrinya sudah selesai namun Darwin belum memperbolehkan Dianka untuk kembali ke butik.


Ia juga sudah menyewa pengawal di rumah untuk berjaga-jaga.


Dianka hanya menuruti ucapan sang suami, ia tidak mau membantah ucapan Darwin yang mana lelaki tersebut melakukannya demi kebaikan Dianka juga.


Walaupun di rumah tapi Dianka tidak berdiam diri saja, ia kembali sibuk merancang desain-desain untuk ia buat saat nanti Dianka kembali beraktivitas di butik.


Sedangkan Darwin yang kini tengah bekerja tak henti-hentinya memikirkan Dianka yang berada di rumah.


Ia cukup was-was meninggalkan Dianka walau sudah ada pengawal yang berjaga disana.


Sesekali ia menelpon salah satu pengawal untuk mengetahui kabar Dianka, apa yang wanita itu lakukan dan sedang dimanakah dia sekarang.


Mendengar jika Dianka baik-baik saja Darwin merasa lega, tapi beberapa jam kemudian ia akan kembali cemas.


Pekerjaan pun semakin lambat ia tangani, tak jarang Darwin berusaha untuk fokus tetapi tetap saja tidak bisa. Dianka sudah memenuhi seluruh pikirannya.


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu membuat Darwin terkesiap, ia lantas menekan remote pintu dan seketika pintu itu pun terbuka.


Adelia masuk ke dalam ruangan Darwin sembari membawa berkas bulanan yang biasa ia beri pada Darwin sebagai laporan kerja.


"Selamat siang p-pak... " Sapa Adelia canggung, ia masih belum terbiasa menyebut Darwin dengan sapaan yang formal, baginya masih terdengar aneh.


Adelia duduk di kursi yang berada didepan meja Darwin, ia menyodorkan berkas yang barusan dirinya bawa.


"Ini laporan keuangan bulan kemarin" Ucap Adelia.


Darwin membuka berkas tersebut dan melihat-lihat laporan dengan teliti.


"Apakah semuanya berjalan dengan baik?" Tanya Darwin tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas putih itu.


"I-iya, semua berjalan baik seperti sebelum-sebelumnya"


Adelia terus menatap wajah Darwin tanpa berkedip, raut wajah Darwin nampak lebih baik dari pada beberapa minggu kebelakang.


Sudah dipastikan jika Darwin sudah tidak bersedih lagi setelah menemukan keberadaan Dianka.


Mengingat itu Adelia merasa amarahnya naik lagi, ia masih belum terima dengan semua ini. Kesempatan untuk mendapat Darwin pun pasti tidak akan mudah.


"Bagus, pertahankan keuangan perusahaan kita. Aku harap bulan depan bisa lebih baik lagi dari ini" Ujar Darwin setelah membaca laporan tersebut, ia pun mengembalikan berkas itu pada Adelia.


"Terimakasih, kau boleh keluar" Sahut Darwin yang langsung kembali mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Namun Adelia masih bergeming disana, ia masih diam dan tak beranjak sedikit pun.


Tetapi Darwin seolah acuh dan pura-pura tidak sadar.


Hening...


Hening...


Hening...


"Aku akan bercerai" Seru Adelia tiba-tiba.


Saat itu juga Darwin menghentikan aktivitas nya, pandangannya teralih pada Adelia yang masih berada didepan.


"Apa maksudmu?" Tanya Darwin.


"Aku dan Alfred akan bercerai, dia menggugat cerai diriku" Sambung Adelia.


Darwin membisu sesaat, tak lama ia pun mengeluarkan suara.


"A-aku turut sedih mendengar nya...


Tapi kau juga harus tetap menjalankan kehidupan mu. Walaupun.... Mungkin sulit" Ucap Darwin tanpa mau menanyakan alasannya.


Adelia menggeleng dengan cepat, ia mengangkat wajahnya dan menatap wajah Darwin.


Asal kau tau Darwin, aku dan Alfred tidak pernah saling mencintai. Dia memaksaku untuk menikah dan setelah itu dia menyiksaku setelah kami sah menjadi suami istri" Jelas Adelia.


Darwin nampak sedikit membelalakkan matanya, ia terlihat terkejut mendengar penjelasan Adelia.


"Kau tau kenapa dia melakukan itu???


Itu karna kakakku telah membunuh adiknya, adik Alfred lah yang dibunuh oleh kakakku, Darwin.


Kau tau kan kasus yang menimpa kakakku dulu? Dan jika kau bertanya kenapa aku tidak menolak untuk menikah dengannya, dia akan mengancam nyawa kedua orang tuaku.


Dan tentu aku tidak mau itu terjadi.


Selama ini aku tidak bahagia Darwin...


Aku tetap mencintaimu... Dan akan tetap mencintaimu.... Hiks... "


Darwin hanya bisa mematung di tempat, sungguh ia tidak tau jika inilah alasan mengapa Adelia meninggalkan dulu.


"Lalu kenapa kau baru mengatakannya sekarang?"


"Aku tidak mau jika dia mengancam nyawa mu juga Darwin, aku tidak mau itu terjadi...

__ADS_1


Selama ini aku selalu menahan rasa sakit saat melihatmu bersama dengan Dianka, itu sangat menyiksa diriku Darwin" Adelia terus berbicara memperlihatkan betapa hancurnya dia, Adelia berharap Darwin akan lebih menoleh padanya setelah mendengar penjelasan tersebut.


Tapi Darwin justru berkata.


"Maaf jika selama ini aku tidak tau kalau kau tersiksa dengan pernikahan mu, dan maaf aku tidak pernah berjuang untuk hubungan kita.


Tapi mungkin inilah jalan yang Tuhan pilih untuk kita berdua, aku hanya bisa berdoa yang terbaik untukmu Adelia" Lirih Darwin yang terdengar tulus dari dalam hatinya.


Adelia sontak membeku tak percaya, apa maksud dari perkataan Darwin? Kenapa reaksi lelaki itu tidak sesuai dengan ekspetasi nya?


"Tapi aku masih sangat mencintai Darwin... "


"Maaf aku tidak bisa membalas perasaan mu Adelia, aku sudah menikah"


Adelia seketika merasa lemas mendengar ucapan Darwin, air matanya mengalir dengan deras.


"Tidak Darwin! Aku yakin kau masih mencintai ku... Aku bisa melihat itu!"


"Maaf Adelia, tapi jujur perasaan ku kini berbeda kepadamu"


Adelia menggeleng gelengkan kepalanya beberapa kali, ia menutup mulutnya tak percaya.


Adelia berdiri dan berjalan menghampiri Darwin.


"Jangan katakan itu Darwin... Kau pasti berbohong... Hiks... Kau masih mencintai ku Darwin... Kau masih mencintai ku..!!" Teriak Adelia sambil menarik-narik jas milik Darwin.


Darwin berdiri dan mencoba menghentikan aksi adelia.


"Adelia stop! Jangan seperti ini, tenangkan dirimu.. "


"Katakan Darwin kalau kau masih mencintai ku!! Katakan Darwin.... "


Darwin hanya diam menatap Adelia yang menangis dihadapannya, jujur ia tidak tau harus menjawab apa.


"DARWIN..!!" bentak Adelia.


"Adelia.... "


"Katakan Darwin... Katakan!!!'


Dengan terpaksa Darwin pun akhirnya menjawab perkataan Adelia.


"Aku sudah mulai mencintai Dianka, Adelia. Aku sudah mulai mencintai istriku sendiri" Lirih Darwin dengan pelan.


Hal itu membuat Adelia semakin menjerit, ia tak terima dengan kenyataan yang ada.


"KAU JAHAT DARWIN..!! KAU JAHATTTT...!!!"

__ADS_1


Adelia mendorong tubuh Darwin dan langsung keluar dari ruangan tersebut.


__ADS_2