
Sore harinya Dianka pulang menggunakan taksi, ia terpaksa harus memesan taksi online karna lima belas menit yang lalu Darwin mengabarinya jika lelaki itu harus lembur malam ini.
Dianka pun mengiyakan dan langsung pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Dianka bergegas untuk mandi dan masak makan malam untuk dirinya.
Pukul delapan Dianka yang sudah makan malam lantas memutuskan berbaring untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Merasa bosan Dianka pun mengambil ponselnya, saat ia membuka whatsapp ada nomor tak dikenal. Ia kemudian membuka pesan itu.
Hai
Sedang apa?
From: Alfred
Dan akhirnya Dianka pun tahu siapa pemilik nomor tersebut. Dianka lantas menyimpan nomor Alfred di handphonenya.
Tak berselang lama sebuah panggilan telepon masuk, nama Alfred tertera di layar ponsel Dianka.
Dianka mengerutkan kedua alisnya, ia bertanya-tanya kenapa pria itu benar-benar menghubungi dirinya?
Untuk sesaat Dianka membiarkan telepon itu hingga berakhir dengan sendirinya.
Sampai di mana satu pesan muncul dan itu pun dari pria yang sama.
Kenapa tidak mengangkat telpon dari ku?
Sebuah telpon kembali muncul, hal itu membuat Dianka sedikit dibuat risih.
Tak mau pria itu kembali menghubunginya Dianka lalu mematikan sambungan data agar tak ada pesan maupun telepon yang masuk.
Dianka menaruh ponselnya diatas nakas lalu mencoba memejamkan kedua matanya.
Tetapi suara pintu terbuka membuat Dianka membuka matanya lagi, kedua manik hitamnya berbinar kala melihat Darwin yang muncul dari balik daun pintu.
"Akhirnya kau pulang juga mas" Dianka bangkit dari ranjang dan menghampiri suaminya.
Wanita itu memberikan kecupan di bibir Darwin cukup lama sampai akhirnya ciuman tersebut terlepas.
"Hmm... Aku lelah sekali hari ini" Ujar Darwin sembari memijat lehernya yang terasa kaku.
"Ohh... Kasihan sekali.... Apa mau aku pijit?"
__ADS_1
"Kau bisa?" Tanya Darwin tak percaya.
"Tentu saja, tapi sebelum itu mandilah terlebih dahulu kemudian makan malam" Kata Dianka yang kini sibuk membukakan kemeja kerja Darwin.
"Aku sudah makan malam di kantor, sekarang aku ingin mandi saja"
"Baiklah, aku siapkan air hangat sebentar" Dianka pun berlalu menuju kamar mandi.
Sedangkan Darwin membuka seluruh pakaian nya dan menutup pinggangnya dengan selembar handuk.
Setelah lima menit berlalu Dianka keluar dan membiarkan Darwin masuk untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah Darwin mandi pria itu langsung membaringkan badannya di atas kasur, membiarkan tubuhnya hanya di tutupi oleh celana pendek saja.
Sedangkan Dianka naik ke atas tubuh Darwin dan mulai memijat punggung sang suami.
Dengan gerakan yang sedang Dianka dengan telaten nya memijat punggung Darwin dan membuat pria tersebut memejamkan kedua mata.
Dianka hanya tersenyum melihat Darwin yang terlihat begitu menikmati pijatan nya.
Dianka perlahan mencondongkan badannya hendak berbisik tepat di telinga Darwin.
"Apa pijatan ku begitu enak?" Bisiknya.
"Hmm.... Ya" Jawab Darwin singkat dengan mata yang tetap tertutup, pria itu seakan enggan membuka mata.
"Owhh.... Jangan menggodaku Di" Ucap Darwin yang menahan gairahnya agar tak terpancing oleh godaan sang istri.
Bukannya berhenti Dianka justru memeluk Darwin dari belakang dan memberi kissmark di leher si pria.
"Kau tidak mau?" Tanya Dianka.
"Aku sangat lelah hari ini, aku ingin istirahat" Lirihnya, bisa terlihat jika Darwin memang nampak tak bersemangat.
Melihat sang suami yang seperti itu membuat Dianka tak tega, ia pun kembali memijat Darwin dari mulai punggung, tangan, sampai kaki.
Hingga akhirnya Darwin menyuruh Dianka berhenti saat badannya sudah terasa lebih baik.
Dianka kemudian membaringkan tubuhnya di samping Darwin, wanita itu mencium bibir sang suami sebelum mereka tidur.
Cukup lama mereka berciuman Darwin belum juga melepas pangutan bibir mereka, tangan Darwin justru berkeliaran masuk ke dalam gaun tidur Dianka dan merem*s buah dadaa si wanita.
"Ssshh..... Ahh..... "
__ADS_1
Dianka tak kuat untuk tidak mendesah, ia pun ikut merem*s rambut hitam darwin seraya melampiaskan rasa nikmat.
Darwin melepas ciuman mereka dan menatap sayu pada Dianka seperti orang yang sedang menahan hasratnya.
"Aku ingin" Kata Darwin.
"Tadi kau bilang kau lelah"
"Tapi aku ingin, bisakah kau yang memimpin permainannya?"
Dara terkekeh mendengar permintaan Darwin, tangannya membelai wajah sang suami sembari terus tersenyum lembut.
"Anything for you"
Dianka bangkit dan menanggalkan semua pakaiannya membiarkan tubuh molek itu terekspos.
Kemudian ia pun melepas celana darwin hingga pria itu tak tertutupi selembar kain pun.
Sebelum melakukan aksinya Dianka memberi foreplay terlebih dahulu, ia mulai dari mencium bibir Darwin dan perlahan turun mengecup leher serta dada bidang milik sang suami.
"Oh... God...... "
Darwin yang mendapat sentuhan dari Dianka merasa jika miliknya semakin menegang, bahkan sudah terlihat tegak dari pada sebelumnya.
Dianka yang menyadari hal itu lantas naik ke atas perut Darwin dan mulai melakukan penyatuan.
Dengan lihainya Dianka menggerakkan pinggul dengan gerakan yang pelan.
Dianka sekuat tenaga menahan rasa sakit akibat miliknya yang seperti melebar saat milik Darwin menerobos dengan begitu keras.
"Auwhhh..... Emm..... Sakit sekali..... " cicit Dianka.
Melihat Dianka yang kesulitan Darwin pun membantu istrinya dengan menaik turunkan pinggul Dianka.
Semakin kesini Dianka semakin lincah memuaskan hasrat Darwin, ia bahkan bermain dengan ritme cepat membuat Darwin terus mendesah dan menyebut namanya.
Dianka juga mencium bibir Darwin dengan rakus sambil terus memacu.
Darwin tak bisa membohongi dirinya sendiri, Dianka selalu membuatnya puas akan permainan wanita itu.
Merasa dirinya hampir mencapai puncak, Darwin lantas membalikkan tubuh mereka hingga kini ia berada di atas Dianka.
Dengan gerakan yang begitu cepat Darwin memompa tubuh Dianka hingga mereka sama-sama mencapai pelepasan.
__ADS_1
Darwin tumbang di samping sang istri, setelah nafas mereka sudah kembali normal Darwin membawa Dianka ke pelukannya.
"Terimakasih" ucap Darwin, ia pun mencium pucuk kepala Dianka hingga mereka pun terbang ke alam mimpi.