ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Memeriksa


__ADS_3

"Sayang sebenarnya kau mau membawa ku kemana? Kenapa arahnya tidak melewati jalan pulang ke rumah?" Tanya Darwin pada sang istri yang tengah fokus menyetir mobil.


Sepulang dari cafe Dianka langsung menyuruh Darwin masuk ke dalam mobil dengan dirinya yang membawa kendaraan itu.


Usai prilaku aneh Darwin yang membuat Alfred berteriak hingga seluruh pengunjung cafe melihat ke arah mereka perasaan Dianka mendadak tidak enak.


Bukan bermaksud menganggap suaminya sendiri gila, namun belakang ini sikap Darwin cenderung aneh dan membuat ia sendiri geleng-geleng kepala melihatnya.


Dianka khawatir jika ada sesuatu yang membuat Darwin seperti ini, perempuan berusia 28 tahun itu pun akhirnya membawa Darwin ke sebuah rumah sakit.


Darwin yang selama perjalanan berceloteh sama sekali tidak Dianka hiraukan, ia terus melajukan mobil hitam tersebut.


Setibanya di rumah sakit Darwin yang masih kebingungan semakin bingung melihat Dianka memarkirkan kendaraan mereka di sebuah rumah sakit.


"Sayang siapa yang sakit?" Tanya Darwin heran.


"Kau, mas!"


"Apa?!! A-aku???" Ucap Darwin tak percaya.


Dianka membuka seatbelt lalu keluar dan menarik Darwin memasuki area rumah sakit disana.


"Tunggu disini, aku akan mendaftar dulu sebentar" perintah Dianka meninggalkan Darwin di ruang tunggu.


"Tapi sayang.... " Belum sempat Darwin bertanya Dianka telebih dulu pergi, Darwin yang diperintahkan untuk diam hanya bisa celingak celinguk dan memilih duduk berusaha mengabaikan tatapan para pengunjung yang memandang kagum ke arahnya.


"Tampan sekali.... "


"Iya ya, tampan sekali dia..... "


Bisikan wanita-wanita tersebut sama sekali tak di pedulikan oleh si pemilik wajah tampan, Darwin sibuk menebak alasan Dianka membawanya kemari.


"Sebenarnya apa yang akan dilakukan nya? Apa dia benar-benar ingin memeriksa keadaan ku? Tapi aku sama sekali tidak sakit" Pikir Darwin menduga-duga.


Sekitar sepuluh menit Dianka kembali lagi dan mengajak Darwin ke sebuah ruang pemeriksaan.


Pasangan suami istri itu masuk dan duduk di depan meja dokter saat pria berjas tersebut menyuruh mereka duduk.


"Selamat siang Tuan dan Nona, ada keluhan apa?" Tanya dokter ramah.


"Selamat siang dok, saya ingin anda memeriksa suami saya" Jawab Dianka.


Spontan Darwin menyenggol lengan sang istri mencoba bertanya kenapa.

__ADS_1


"Baiklah, apa yang Tuan keluhkan?"


"Hah?! Emm... Sa-saya..... " Demi apapun Darwin sangat bingung harus menjawab apa, apa yang akan ia jawab sedangkan dirinya sama sekali tidak sedang sakit.


"Begini dok, suami saya akhir-akhir ini sering bertingkah aneh. Saya takut ada yang mengganggu psikis nya atau apapun itu, di pagi hari juga suami saya kadang merasa mual dan muntah-muntah saya pikir itu hanya efek makanan yang dikonsumsi tapi mual yang dialami suami saya terbilang cukup sering" Jelas Dianka panjang lebar.


Dokter itu mengangguk-angguk mengerti, kemudian menyuruh Darwin untuk berbaring di brangkar.


Dokter mulai memeriksa Darwin dari tensi hingga organ dalam pria itu apakah ada suatu masalah yang Darwin alami atau tidak.


Setelah selesai dokter langsung melihat hasil tes tadi, ia tak melihat adanya gejala atau suatu masalah. Darwin dan Dianka hanya terdiam melihat apa yang dilakukan sang dokter.


"Bagaimana dok kondisi suami saya?"


Dokter tersebut nampak sangat teliti, dan beberapa detik kemudian tiba-tiba saja dokter itu tersenyum diiringi tawa ringan.


"Sepertinya anda salah jika memeriksa disini"


Kedua orang berbeda jenis itu mengerutkan dahinya, tak mengerti apa yang dikatakan oleh dokter.


"Maksudnya dok?" Tanya Dianka.


Bukannya menjawab dokter itu malah menelpon seseorang membiarkan Darwin dan Dianka dibuat kebingungan.


Sang dokter membawa dianka dan Darwin masuk ke dalam ruangan dokter obgyn, seketika Dianka dan Darwin saling pandang satu sama lain.


"Tuan dan Nona, perkenalkan ini dokter obgyn yang akan memeriksa kalian berdua. Katakan saja apa keluhan kalian pasti dokter akan tau jawabannya" Jelasnya.


"Tapi dok.... "


"Anda tenang saja Nona, kalau begitu saya permisi dulu"


Setelah dokter yang sebelumnya menangani Darwin pergi, barulah dokter wanita yang kini berada di hadapan mereka bertanya pada pasangan suami istri itu.


Dianka pun menjelaskan lagi apa maksud dia membawa suaminya ke rumah sakit.


Dokter kemudian menyuruh Dianka berbaring untuk diperiksa.


"Dok tapi yang sakit suami saya" Bantah Dianka.


"Saya paham Nona, tapi saya membutuhkan anda untuk mengetahui apa penyebabnya" Tuturnya pada Dianka.


Dengan sedikit terpaksa akhirnya Dianka menurut dan merebahkan tubuhnya di atas brangkar.

__ADS_1


Sang dokter mengoleskan gel di perut rata Dianka membuat Sang empu kedinginan dibuatnya.


Dokter mulai mengecek perut Dianka sambil menatap ke arah monitor, Darwin yang juga berada disana hanya bisa melihat apa yang dilakukan perempuan berjas putih pada istrinya.


Tatapan dokter beralih pada Dianka, bibirnya menyunggingkan senyum bahagia pada si pasien.


"Selamat Nona, Anda dinyatakan tengah mengandung" Ucap dokter.


"APA??????!!!" teriak Darwin Dianka.


Perkataan dokter membuat mereka spontan berteriak dan membelalakkan matanya dengan lebar, perkataan tersebut membuat mereka seakan di terbangkan ke atas awan tanpa menggunakan pelindung sedikitpun.


"Maksud dokter.... I-istri saya... Ha-hamil?" Tanya Darwin terbata-bata.


Dokter mengangguk mengiyakan.


Senyum pun terbit di kedua bibir Darwin juga Dianka, mereka saling menatap dengan mata yang berkaca-kaca bahkan Dianka sudah meneteskan air mata tanda bahagia.


"Sayang.... Kau hamil, kita akan menjadi orang tua"


"Iya, mas" Dianka membentangkan tangannya, Darwin langsung memeluk tubuh sang istri dengan erat serta mengecup kening menyalurkan rasa bahagia yang kini tengah membuncah.


"Aku sangat bahagia sayang... Terimakasih terimakasih"


"Aku juga bahagia, mas"


Dokter yang melihat itu ikut senang dibuatnya, tak lama setelah mereka melepaskan pelukannya dokter menunjukkan letak bayi yang terpampang di layar monitor.


"Benda kecil ini adalah bayi kalian, setelah usia empat bulan kalian baru bisa melihat jenis kelamin si bayi. Untuk saat ini masih seperti gumpalan kecil saja" Ucap dokter menjelaskan.


Dianka dan Darwin menyimak dengan serius, lengan Darwin tak lepas menggengam erat tangan Dianka.


"Berapa usia kandungan saya sekarang dok?"


"Baru empat minggu Nona, diusia yang masih dini ini anda harus lebih berhati-hati karna bayi masih sangat lemah dan mudah keguguran. Saya sarankan Nona agar jangan terlalu banyak beraktivitas" Saran dokter.


"Tapi dok jika istri saya hamil kenapa saya yang merasakan mual?" tanya Darwin yang masih heran dengan dirinya sendiri.


"Hal itu karna anda mengalami sindrom kehamilan simpatik. Sindrom kehamilan simpatik terjadi ketika suami ngidam dan mengalami gejala-gejala kehamilan seperti yang dialami istrinya ketika mengandung" ujar dokter memberitahu.


Dianka Darwin kini paham kenapa belakang ini Darwin berprilaku aneh dan sering mual di pagi hari, ternyata itu disebabkan karna Dianka yang tengah hamil anak pertama mereka.


Setelah selesai barulah dokter memberikan resep vitamin untuk Dianka tebus ke apotik.

__ADS_1


Sepasang manusia itu pun keluar dengan penuh rasa bahagia di dalam hati mereka masing-masing.


__ADS_2