ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Masa Lalu


__ADS_3

Tiga hari kemudian...


Sidang yang tengah berlangsung itu kini sudah mendapat keputusan akhir jika Alfred dinyatakan tidak bersalah oleh hakim yang menangani kasus persidangan tersebut.


Tidak adanya tindakan kekerasan serta Alfred lah yang menyelamatkan Dianka dari kasus penculikan sebenarnya membuat Alfred dinyatakan tidak bersalah!


Darwin yang berada di sana tentu merasa keberatan dengan keputusan hakim, namun tidak adanya bukti seperti CCTV membuat pihak dari Dianka tersebut kesulitan untuk membuktikan jika saat itu Alfred memang mencoba melakukan percobaan penculikan.


Anna yang diketahui adalah seorang pengacara terbaik juga menjadi salah satu alasan yang membuat Alfred bisa terbebas dari penjara.


Namun hakim juga memberi syarat pada Alfred, untuk tidak boleh mendekati Dianka maupun keluarganya. Dan Alfred pun dengan berat hati menyetujui syarat tersebut supaya dirinya bisa terlepas dari jeratan besi yang beberapa hari ini mengurung dirinya.


Alfred juga dijatuhi denda yang harus ia lunasi, dengan cepat Alfred mengiyakan dan persidangan itu pun selesai sampai disana.


Darwin nampak murung saat keluar dari ruang persidangan, ia masih merasa kesal atas hasil akhir yang hakim jatuhi.


Ia takut jika Alfred akan mengganggu Dianka kembali dan melupakan syarat yang tadi hakim sebutkan. Ia benar-benar dibuat gelisah sekarang.


Dianka yang melihat hal tersebut langsung menggenggam lengan Darwin.


"Tenanglah mas, jangan terlalu khawatir soal keputusan hakim. Yakinlah jika itu yang terbaik untuk kita, lagipula Alfred sudah berjanji untuk tidak berurusan lagi dengan ku" Ujar Dianka mencoba menenangkan Darwin.


"Tapi bagaimana jika dia tidak menempati janjinya? Bagaimana jika dia mengganggumu lagi?" Tutur Darwin cemas.


Dianka tersenyum dan mengelus lengan sang suami.


"Selagi ada dirimu aku tidak pernah takut soal itu, kemana pun aku pergi mas pasti akan menemukan ku. Dan aku akan tetap aman selagi bersama mu" Ucap Dianka dengan yakin.


Darwin menatap manik Dianka yang menyipit akibat senyuman, lantas ia pun mengangguk dan membenarkan perkataan Dianka.


Hatinya merasa sedikit lega, walaupun masih jauh dari kata tenang.


Tanpa mereka sadari, tenyata sedari tadi Alfred melihat adegan tersebut.


Hatinya terasa dicabik-cabik melihat kemesraan mereka, mungkin memang selama ini ia salah telah menganggap kedua manusia tersebut tidak saling mencintai.


Buktinya Darwin dan Dianka sama-sama takut kehilangan, perlakuan mereka pun persis seperti kedua orang yang saling mencintai.


Ia terlalu terobsesi oleh Dianka sampai harus mencoba memisahkan kedua insan yang terlihat berbahagia itu.


Alfred tersenyum getir, setelah semua ini ia lalui lantas apa yang harus ia lakukan sekarang??


Ia bagaikan tak punya lagi tujuan untuk hidup, keluarga pun ia tak punya.


Istri??


Ahh... Mereka bahkan tidak pantas disebut pasangan suami istri.

__ADS_1


Kini Alfred merasa seperti sebelum-sebelumnya, hampa, sepi, dan kesedihan terus menyelimuti kehidupannya yang sudah gelap.


"Alfred.... "


Seseorang memanggil dirinya, tak lain adalah Anna.


Perempuan cantik itu berjalan dimana Alfred berada.


"Anna? Kau masih disini?"


"Iya, aku baru saja menyelesaikan berkas-berkas persidangan tadi. Kau sudah boleh pulang sekarang, tapi ingat! Jangan sekali-kali kau mengganggu kehidupan mereka lagi" Ucap Anna dengan tegas.


Alfred mengangguk lesu.


"Ya, kau tenang saja"


"Ya sudah, ayo kita keluar" Anna melangkah hendak keluar, tetapi tangan Alfred tiba-tiba memegang lengan Anna dan membuat langkah wanita itu terhenti.


"Anna.... "


Anna menoleh sembari menatap bingung, matanya langsung tertuju pada lengan Alfred yang mengenggam tanganya.


Alfred yang menyadari itu langsung melepas pegangan tersebut.


"Ma-maaf.... "


"Emm.... Bisakah kita bicara berdua, tapi jangan disini. Aku sedang butuh teman sekarang" Lirihnya.


Anna tak langsung menjawab, ia menimang nimang permintaan Alfred.


Namun melihat wajah Alfred yang tengah dirundung rasa sedih membuat wanita itu merasa tak tega, ia juga takut jika Alfred akan berbuat yang tidak tidak dalam kondisi seperti ini.


"Baiklah, ayo kita bicarakan diluar"


Mereka pun akhirnya keluar dan memasuki mobil Anna menuju sebuat cafe terdekat.


***


Disinilah mereka berada.


Alfred dan Anna duduk saling berhadap-hadapan, mereka berdua membisu tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikitpun.


Alfred meremaas jari-jemari nya sebelum akhirnya ia berkata pada Anna.


"Aku ingin berterima kasih padamu, berkat kau aku bisa bebas dari tuntutan itu"


Anna mengangguk paham.

__ADS_1


"Sama-sama, itu sudah menjadi tugas ku sebagai pengacara" Balasnya.


Mereka pun terdiam kembali.


"Aku....


Aku juga minta maaf... " Lanjut Alfred.


Membuat Anna mengernyitkan alisnya tak mengerti.


"Minta maaf?


Untuk apa?"


Alfred terdiam sejenak, ia memberanikan diri menatap wajah Anna.


Lalu berkata kembali.


"Maaf karna aku membatalkan pertunangan kita"


Deg!


Anna nampak menegang, rasa sakit yang ia tahan tahan kini muncul kembali.


Jantungnya berdebar tak karuan, sebisa mungkin ia tetap tersenyum dihadapan pria ini.


"Tidak perlu minta maaf, itu... Itu sudah lama sekali. Lagipula itu hanya perjodohan antara orang tuaku dan mendiang orang tuamu, wajar jika kau membatalkannya, kita memang tidak saling mencintai" Tutur Anna.


Ada perasaan teriris yang Alfred rasakan saat mendengar penuturan Anna, ia tahu jika wanita ini masih merasakan rasa sakit yang ia toreh padanya.


Anna dan Alfred adalah salah satu pasangan yang sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka sejak lama, keduanya memang tidak saling mencintai.


Namun Anna selalu belajar untuk mencintai Alfred sebagai calon suaminya kelak, wanita itu pun akhirnya terjebak oleh rasa cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


Tapi sayang, tak lama setelah kematian Adik Alfred lelaki itu membatalkan pertunangan mereka dan menikahi gadis lain.


Anna hanya bisa pasrah, ia bahkan tak mengatakan pada orang tuanya jika Alfred lah yang mengakhiri hubungan mereka.


Anna justru melindungi Alfred dari amarah kedua orang tuanya yang mereka tau jika Anna lah yang membatalkan perjodohan tersebut.


"Aku juga ingin kau membantuku menangani satu kasus lagi" Ungkap Alfred di tengah-tengah keheningan


"Kasus? Kasus apa?" Tanya Anna.


Alfred menarik nafas panjang hingga kata-kata yang sama sekali tidak Anna duga pun keluar dari mulut lelaki itu.


"Aku ingin bercerai"

__ADS_1


__ADS_2