ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Saling Melepaskan?


__ADS_3

"Aku mencintaimu Dianka... Aku mencintaimu!! Tidakkah kau merasakannya?"


Semua mata memandang tertuju pada Alfred, mereka tak menyangka jika itu adalah alasan sebenarnya mengapa Alfred menolong Dianka dan mengurungnya di villa mewah ini.


"BRENGSEKKKK.......!!!"


Bugh!


Lagi-lagi amarah Darwin memuncak membuat lelaki itu memukul Alfred hingga terjatuh ke lantai.


Darwin mencengkram kerah kemeja lelaki yang ia benci tersebut, matanya memerah dan lehernya memunculkan urat-urat layaknya orang yang dirundung rasa marah.


"APA MAU MU SEBENARNYA HAH?!! KENAPA KAU SELALU MEREBUT WANITAKU...?!! AKU SUDAH MEMBIARKAN MU BERSAMA ADELIA LALU KENAPA SEKARANG KAU INGIN MEREBUT ISTRI KU JUGA!! KENAPA HAHH....?!!!"


Teriakan Darwin begitu menggema di ruangan tersebut sampai membuat semua orang bisa mendengarnya hingga keluar villa, tak terkecuali Dianka yang merasa bingung dengan kata-kata Darwin barusan.


Adelia?


Apa semua ini ada hubungannya dengan Adelia?


Wanita cantik itu mulai berperang dengan pikirannya sendiri.


"Aku tau aku memang sudah merebut Adelia darimu, tapi asal kau tau aku sama sekali tidak mencintainya semua aku lakukan karna aku ingin membalas dendam pada saudara dari kekasih adikku yang telah meninggal..!!!" Jelas Alfred panjang lebar, sekuat mungkin ia menahan rasa sakit akibat pukulan Darwin untuk menjelaskan pada pria dihadapkan ini.


"Maka dari itu..... Aku..... Aku memutuskan untuk melepaskan Adelia untukmu mulai saat ini, kau bisa kembali bersamanya. Tapi... Aku ingin kau melepas Dianka, untuk ku"


"BAJINGANNN......!!!"


Bugh!


Bugh!


Bugh!


"MAS DARWIN STOP!!"


Melihat Darwin yang sudah tak terkendali Dianka pun mendekat dan melerai pertengkaran hebat itu.


"MAS BERHENTI... AKU MOHON BERHENTI!!"


Mendengar jeritan Dianka akhirnya Darwin menghentikan aksinya saat Dianka menarik dan menjauhi tubuhnya dari Alfred yang sudah lemah tak berdaya.


"Uhuk... Uhuk... "


"Mas sebaiknya kita pergi dari sini, jangan melakukan adegan kekerasan aku mohon.... "


Seketika Darwin langsung menatap istrinya yang nampak ketakutan dan hampir menangis, ia pun menggenggam tangan Dianka terasa bergetar.


"Kalian urus lelaki itu! Jangan biarkan dia pergi begitu saja"


"Siap Tuan" Ucap mereka serempak.

__ADS_1


Setelah itu Darwin membawa Dianka keluar dan memasuki mobil yang ia pakai tadi.


Supir pun mulai menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan sedang menuju jalan pulang.


Di dalam mobil Dianka memikirkan perkataan Darwin yang menyebutkan nama Adelia, ia sungguh tidak paham kenapa peristiwa ini menyangkut pautkan Adelia. Apakah adelia memiliki hubungan dengan Alfred?


"Mas aku ingin bertanya sesuatu"


Darwin yang masih meredam amarahnya dengan sekuat tenaga bersikap tenang dan biasa-biasa saja.


"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Darwin sembari memindahkan tubuh Dianka ke pangkuannya.


"Tadi.... Saat di villa, kau menyebut nama Adelia. M-mas berkata jika Alfred sudah merebut Adelia, a-apa maksud dari perkataan mu itu? Apakah Alfred memiliki hubungan dengan Adelia?" Tanya Dianka terbata-bata.


Darwin menghelas nafas panjang, ternyata Alfred tidak memberitahu jika dia adalah suami dari Adelia. Sepertinya Alfred memang sudah bertekad ingin merebut Dianka.


"Dianka... Sebenarnya, sebenarnya Alfred adalah suami dari adelia" Jawab Darwin.


"A-apa?!!"


Bagai sebuah kebetulan, hal ini membuat Dianka semakin dibuat tak percaya. Semua masalah ini saling berkaitan satu sama lain dan bahkan diluar dugaannya.


"Apa kau tidak tau hal itu?"


Dianka menggeleng cepat.


"Tidak, aku sama sekali tidak tau. Walau aku pernah bertanya status Alfred, namun dia tidak menjawab jadi aku pikir dia belum memiliki kekasih" Tutur Dianka.


Darwin menatap wajah Dianka yang masih terlihat kebingungan bercampur rasa terkejut, jika saja ia tidak menemukan Dianka mungkin Alfred akan melakukan hal nekat untuk menjadikan Dianka miliknya.


"Dianka" Seru Darwin.


"I-iya?" Dianka menoleh menatap wajah suaminya.


"Selama kau di villa itu, apakah Alfred melakukan hal yang buruk padamu?" Tanya Darwin sambil mengelus lembut wajah sang istri.


"Tidak mas, Alfred tidak melakukan apapun padaku. Bahkan aku jarang bertemu dengannya"


"Benarkah?" Sahut Darwin tak percaya


"Iya benar"


"Syukurlah kalau begitu"


Darwin lantas mendekap tubuh Dianka dan membiarkan wanita itu memeluk tubuhnya dengan erat sebagai pelampiasan rasa rindu yang selama ini mereka tahan.


"Aku merindukan mu, mas"


Mendengar itu Darwin dibuat tersenyum bahagia, ia mempererat pekulan mereka hingga membuat dirinya merasa sesak.


"Aku juga sangat merindukan mu" Balas Darwin diiringi kecupan di pucuk kepala sang istri.

__ADS_1


Sekarang Darwin merasa lega karna telah menemukan keberadaan Dianka, dan kini hanya tinggal menyelesaikan masalah nya dengan Alfred, ia tak bisa membiarkan pria itu begitu saja!


***


Pukul tujuh malam akhirnya Darwin dan Dianka sampai di halaman rumah.


Darwin yang melihat Dianka tertidur di pangkuannya tak kuasa untuk membangunkan wanita cantik ini.


Ia pun akhirnya menggendong Dianka hingga ke dalam kamar.


Dengan perlahan ia membaringkan tubuh Dianka dan menutupnya dengan selimut.


Drt... Drt... Drt


Tiba-tiba dering ponsel Darwin berbunyi, ia lantas mengambil ponselnya dan tertera nama Jordan disana.


Darwin lalu melangkah ke arah balkon untuk mengangkat telepon tersebut.


Darwin: Hallo Jordan, ada apa?


Jordan: Hallo Tuan, saya sudah sampai di kantor polisi.


Darwin: Jadi bagaimana? Apakah Alfred akan langsung dipenjara?


Jordan: Untuk sementara Tuan Alfred akan dimasukan terlebih dahulu, dan besok polisi meminta laporan terkait kasus ini, Tuan.


Darwin: Baiklah, besok aku datang ke kantor polisi bersama Dianka untuk memberikan bukti kasus penculikan yang dilakukan Alfred. Untuk malam ini aku rasa cukup sampai disini dulu.


Jordan: Baik Tuan, selamat malam.


Darwin pun mengakhiri panggilan telepon tersebut dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


***


Di sisi lain Alfred yang kini dimasukan ke dalam penjara tengah mengamuk akibat tak terima dirinya dimasukan ke dalam kerangka besi yang membuat ia tak bisa kemana-mana.


"KELUARKAN AKU DARI SINI... AKU TIDAK BERSALAH SAMA SEKALI... KELUARKAN AKU!!!" teriak Alfred sembari memegang gagang besi yang terasa dingin di tangan.


"Tuan tenanglah, Anda hanya dimasukan untuk sesaat sampai kami menemukan bukti jika Anda melakukan kasus penculikan ini atau tidak" ucap salah satu polisi yang ada disana.


"Hei kau! Asal kau tau aku yang menyelamatkan Dianka dari penculikan itu, kenapa aku harus masuk ke dalam penjara Hah?!" tanya Alfred tak terima.


"Iya Tuan kami mengerti, maka dari itu kami akan mencari bukti terlebih dahulu. Anda juga bisa menggunakan jasa pengacara untuk membela hak anda" jelasnya pada Alfred, kemudian polisi itu pun berlalu dari sana.


Alfred hanya bisa menatap tajam ke depan sambil menggengam kuat gagang besi itu yang membuat kuku tangannya memutih.


"Kita lihat saja, aku pastikan kau tidak akan bisa memenjarakan aku, Darwin. Tidak akan bisa!"


***


Maaf Segini Dulu, Do'ain Mamie Semoga Sehat selalu Ya

__ADS_1


Love ❤


__ADS_2