
Keesokan harinya Darwin serta tim nya bergegas menuju lokasi dimana Alfred berada.
Setelah pulang dari rumah Darwin Jordan langsung mencari informasi terkait mobil Alfred yang mengikuti mobil mereka saat perjalanan mencari Danka ke hutan.
Dan kini mereka pun melancarkan kembali aksi mencari keberadaan Dianka yang mereka yakini bersama dengan Alfred.
Mereka pun sudah mencari bukti kuat, karena bawahan Jordan sudah mendengar informasi jika Alfred tidak pernah masuk ke kantor lagi selama dua minggu kebelakang, lelaki itu lebih memilih bekerja secara virtual dibanding datang ke perusahaan.
Dan itu menjadi suatu bukti jika Alfred memang sedang berada di luar kota bersama Dianka.
Darwin juga berangkat bersama para bawahannya, mungkin sekitar sepuluh orang yang mengikuti perjalanan itu.
Entah kenapa ia merasa akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bisa jadi Alfred tak mau mengakui keberadaan istrinya.
"Berapa lama lagi kita akan sampai?" Tanya Darwin yang berada di sebelah Jordan.
"Sekitar dua jam lagi Tuan, lokasinya berada di dekat pantai" Jawab Jordan yang sedari tadi fokus menatap iPad yang ia pegang.
Darwin hanya diam mendengar jawaban dari Jordan, ia sudah tak sabar untuk segera sampai di sana, tangannya refleks mengepal jika mengingat keberadaan sang istri yang ia yakini bersama dengan seorang pria yang selama ini ia benci!
***
Dua jam pun berlalu.
Kini jejeran mobil hitam itu sudah berada di depan sebuah villa mewah.
Darwin menatap tajam bangunan megah tersebut dengan kedua tangannya yang mengepal.
Jika benar istrinya ada disana bersama Alfred ia tidak akan pernah bisa memaafkan lelaki brengsekk itu!
Tidak akan pernah!
Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong!
Darwin langsung menekan bell disana beberapa kali, ia sudah tidak sabar jika harus menunggu, kalau bisa ia ingin langsung masuk untuk mengecek keberadaan sang istri.
"PERMISI..... APA ADA ORANG??? TOLONG BUKA PINTUNYA!!!"
Darwin, Jordan, dan lainnya terus berteriak hingga seseorang dari dalam sana membuka pagar besar itu.
"Maaf ada apa ini? Siapa kalian?" Tanya pria disana.
"Kami ingin bertemu dengan pemilik villa ini! Ada hal penting yang harus kami bicarakan" Jawab Jordan dengan tegas!
Pria itu seketika menjadi gugup, dia nampak cemas saat melihat begitu banyak orang diluaran sana mencari sang majikan.
"Ma-maaf Tuan, tapi atasan saya sedang tidak berada disini, beliau sedang bekerja di luar kota" Jelasnya pada Jordan.
Jordan tersenyum kecut mendengar alasan konyol tersebut.
"Anda tidak perlu berbohong, karna kami telah mengecek jika majikan anda sudah dua minggu tidak datang ke perusahaan dan kami sangat yakin, jika beliau ada disini!"
Deg!
Pria berbadan kekar itu mendadak menelan ludahnya dengan susah payah, ia mulai kehabisan alasan menghadapi belasan orang di depannya ini.
Darwin yang berada disana mulai tidak tahan, ia maju dan langsung menarik pakaian lelaki itu dengan begitu kuat.
"KAU PIKIR AKU BODOH HAH??!! DIMANA LELAKI BRENGSEKK ITU SEKARANG....?? DIMANA DIA MENYEMBUNYIKAN ISTRIKUUU???!!!"
Bugh!!
__ADS_1
Pukulan keras pun mendarat di wajah pria berkaos hitam disana, dengan tidak sabarnya Darwin masuk begitu saja.
"DIANKA.....!! DIANKA DIMANA KAU...??!! DIANKA.....!!"
Lelaki yang terjatuh tadi seketika berdiri dan membalas hantaman keras Darwin.
"HEI BERANINYA KAU!!"
Bughh!
Darwin pun ikut terjatuh dan mengeluarkan darah segar dari bagian sudut bibirnya.
Kegaduhan itu terdengar dan membuat para penjaga villa keluar dan menghalau tim Darwin untuk masuk.
"HEI ADA APA INI?!!"
Mereka semua begitu terkejut melihat tim Darwin yang sudah masuk ke dalam halaman villa.
"MINGGIR KALIAN SEMUA...!!! AKU INGIN MENCARI ISTRIKU.... ISTRIKU PASTI ADA DISINI...!!"
Dengan amarah yang menggebu-gebu Darwin melangkah dan hendak masuk ke dalam villa.
Namun para penjaga itu dengan sigap menghadang langkah Darwin.
Darwin pun akhirnya berteriak guna memanggil Dianka yang berada di dalam sana agar keluar.
"DIANKA.....!!! DIANKA....... KELUARLAH..... AKU ADA DISINI.... DIANKA..... "
"Sebaiknya kalian semua keluar!! Atau aku akan menembak kalian semua!" Ancam salah satu penjaga disana sambil menodongkan sebuah pistol.
Tim Darwin pun tak kalah sengit, masing-masing dari mereka mengeluarkan pistol dari balik saku celana hingga membuat suasana disana tampak tegang.
Untuk sesaat mereka semua terdiam, dan saat itu juga Darwin berlari dan masuk ke dalam villa.
DOR!! DOR!! DOR!!
Namun langkah mereka terhenti saat tim Darwin melancarkan senjata api, jumlah yang tidak sepadan membuat penjaga villa disana terdiam dan harus memikirkan stategi kembali.
Sedangkan didalam sana seorang pria yang tengah fokus pada pekerjaannya di ruang kerja tampak terganggu dengan kebisingan yang terdengar samar di ruangan itu.
Ia pun meletakkan berkas yang dipegangnya dan beranjak dari sana.
Saat ia membuka pintu tersebut lelaki itu terbelalak ketika bersitatap dengan pria berjas yang menatap nyalang padanya.
"Da-darwin?"
Melihat orang yang ia cari benar adanya Darwin pun mendadak naik pitam, ia mendekat dan memukul Alfred hingga membabi buta.
"BAJINGANNNNNN.....!!!!"
Bughh!!
Bughh!!
Bughh!!
"DIMANA ISTRIKUUU!...!! DIMANA KAU MENYEMBUNYIKANNYA HAH?!!!"
Darwin mencengkram kerah baju Alfred dan menatap lelaki itu penuh amarah.
"DIMANA DIANKAA...?!!"
__ADS_1
"A-apa maksudmu?? A-ku tidak tau"
Bughh!!
Pukulan pun kembali Darwin layangkan, Alfred kembali terjatuh hingga darah di bibir dan hidungnya keluar.
Darwin mencengkram kerah baju pria itu lagi.
"JAWAB AKU BRENGSEKK...!! DIMANA ISTRIKU.... DIMANA DIANKA....?!!!"
Beberapa saat Alfred terdiam dan membalas tatapan tajam darwin, tanpa diduga pria itu menyerang balik pukulan Darwin dengan tak kalah keras.
Bughh!!
"SUDAH KU KATAKAN AKU TIDAK TAU..!!!"
Ucap Alfred sembari menghapus darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
mereka pun akhirnya saling pukul memukul hingga terjadi baku hantam.
"MAS DARWIN..... "
"MAS DARWIN ITUKAH KAU???"
suara yang tiba-tiba muncul entah dari mana membuat Darwin menghentikan aksinya, ia ingin mendengar suara samar itu lebih jelas.
"Dianka?" gumam Darwin dengan mata yang terbelalak.
"MAS DARWIN...... "
Suara itu pun terdengar kembali, Darwin langsung menghempaskan tubuh Alfred ke lantai dan mulai mencari sumber suara.
"DIANKA INI AKU.... DIMANA KAU....???"
Alfred yang tergeletak dibuat mengumpat saat suara Dianka tiba-tiba saja muncul dan mengacaukan semua rencananya.
"Shitt....!! Aku harus menyingkirkan pria itu sebelum ia bertemu dengan Dianka" ucapnya dalam hati.
Dengan perlahan Alfred bangkit hendak mengambil tongkat yang tak jauh dari sana.
Perlahan ia berdiri dan mengambil tongkat itu dengan tenaga yang tersisa.
Alfred terus mendekat ke arah Darwin yang berlari menuju pintu di lantai dua dimana Dianka berada.
Ia terus mendekat dengan tongkat besar yang ia pegang.
Langkahnya semakin mendekat...
Makin dekat....
Hingga...
***
...Mohon Maaf Sebelumnya Karna Mamie Up nya Lama. ...
...Eitsss.. ...
...Sebelum Kalian Hujat Mamie Mau Kasih Penjelasan Kalau Beberapa Hari Kemarin Mamie Habis Kena Covid-19 Jadi Belum Bisa Update. ...
...Untuk Kalian Tolong Jaga Kesehatan Ya. ...
__ADS_1
...Selalu Patuhi Protokol Kesehatan, Oke! ...
...Love ❤😘...