
Lima bulan kemudian....
Di akhir tahun tepatnya pergantian tahun baru semua orang sibuk beramai-ramai mengadakan pesta dan kegiatan-kegiatan di malam tahun baru.
Kembang api dan suara terompet kian terdengar dari setiap sudut jalanan, langit-langit pun bercahaya dihiasi lampu warna warni di tengah kegelapan.
Anak-anak berteriak sekeras-kerasnya membuat suasana di malam itu terasa hangat dan menyenangkan.
Dan pada malam itu juga tepat dimana Anna dan Alfred menggelar pesta pernikahan.
Kemeriahan pesta pernikahan mereka tak kalah seru dari pesta lainnya.
Pernikahan yang bertemakan outdoor itu semakin meriah kala sebuah kembang api diledakkan di atas langit dan membentuk tulisan
...Happy Wedding...
...*Anna and Alfred*...
Semua orang yang berada disana berdansa ria menikmati akhir tahun yang penuh bahagia tersebut, tak ada satu orang pun yang larut dalam kesedihan. Semuanya nampak gembira dan bercanda tawa.
Tak hanya itu, suara penyanyi Ibu kota pun ikut mengiringi acara pernikahan Alfred dan juga Anna.
"AYO SEMUAA.... KITA BERNYANYI SAMA-SAMAAAA...... " Teriaknya di atas panggung.
Sedangkan di sudut lain Dianka dan Darwin terlihat sedang menikmati hidangan yang ada, kehamilan Dianka yang sudah menginjak sembilan bulan ini membuatnya kesusahan untuk mengikuti semua acara di pesta.
Darwin pun setia menemani kemana langkah wanitanya pergi, walaupun ia sudah melarang Dianka untuk ikut ke pesta tersebut namun Dianka bersikeras untuk tetap ikut.
Alasannya karna ia ingin melihat acara pernikahan sahabatnya secara langsung, Dianka ingin melihat bagaimana cantiknya Anna apalagi gaun pernikahan Anna di rancang olehnya.
Sungguh, Dianka tidak boleh melewatkan momen ini!
"Sayang kalau kau sudah lelah katakan padaku secepatnya ya, aku khawatir dengan kondisimu" Ucap Darwin.
"Iya mas, kau sudah mengatakan itu berulang-ulang" Balas Dianka, ia tahu suaminya ini pasti sangat mencemaskan keadaannya. Tapi untuk kali ini saja Dianka ingin menuruti keinginannya sendiri.
"Aku khawatir sayang, mataku sakit melihat Ibu hamil seperti mu berkeliaran di pesta seperti ini" Ungkap Darwin tanpa sadar dengan ucapannya.
Seketika Dianka terdiam menatap Darwin dengan muka datar.
Sadar akan ucapannya Darwin pun dengan segera mengoreksi kata-kata nya.
"Emm... Ma-maksudku, a-aku selalu takut setiap kali melihat mu bergerak kesana-kemari dengan perut besar seperti ini. Bagaimana... Bagaimana jika tiba-tiba saja bayinya keluar" Panik Darwin saat membayangkan hal tersebut.
__ADS_1
"Ssttt..... Jangan bicara seperti itu mas! Kata dokter bayinya akan lahir berkisaran dua minggu lagi, aku mohon hanya malam ini saja aku keluar rumah" Pinta Dianka memelas.
Tak tega melihat istrinya memohon membuat Darwin akhirnya mengangguk pasrah walau sebenarnya didalam hatinya Darwin masih merasa dag dig dug melihat kelincahan sang istri.
Disaat mereka berdua sedang menikmati minuman datanglah sepasang pengantin baru ke arah Dianka dan Darwin.
Anna dan juga Alfred mendekat setelah menjamu tamu yang lain, tangan Alfred tak lepas mengenggam wanita yang baru saja berstatus sebagai istrinya.
Raut kebahagiaan sangat terlihat di wajah keduanya, Dianka tersenyum melihat itu.
"Hai... Bagaimana apa kalian menikmati pestanya?" Tanya Anna.
"Tentu saja, kami sangat suka berada disini. Selamat ya... Semoga pernikahan kalian langgeng sampai tua nanti" Ucap Dianka sambil menggenggam tangan Anna yang satunya.
"Terimakasih atas doanya Dianka, aku tidak bisa membalas kebaikan kalian berdua. Kalian adalah bagian penting dalam hubungan kami" Balas Anna berkaca-kaca, ia lantas memeluk Dianka dengan erat.
"Sudah-sudah sekarang bukan waktunya untuk bersedih, lihatlah suami barumu wajahnya sudah panik melihatmu hampir menangis" Ujar Dianka.
Anna pun melepaskan pelukan tersebut.
"Honey, kau baik-baik saja kan?" Tanya Alfred dan dibalas oleh anggukan dari Anna.
"Ini sudah jam sepuluh malam, apa kau tidak lelah Dianka? Kau harus tetap memperhatikan kesehatan bayimu" Ucap Anna mengingatkan.
Namun jawaban Dianka membuat Darwin lemas dan menyakinkan jika sang istri akan berlama-lama disini.
"Benarkah? Tapi aku khawatir pada kandungan mu"
"Kau tenang saja Anna, aku baik-baik saja"
"Kau yakin?" Tanyanya lagi.
"I-iya.... Auwwhh.... " Desis Dianka, entah kenapa perutnya mendadak mengencang tak biasa.
Mendengar jeritan kecil sang istri Darwin langsung dibuat panik.
"Kenapa sayang? Apa yang sakit"
Alis Dianka kian mengerut menandakan jika wanita itu sedang menahan rasa sakit, tangannya refleks memegang ke bagian tubuh yang terasa nyeri yaitu dibagian perut.
"Mas.... Perutku.... Sakit!!" lirih Dianka saat perutnya terasa keram.
Anna dan Alfred ikut panik dibuatnya, Darwin langsung menopang tubuh Dianka agar tak jatuh. Pikiran-pikiran negatif yang ada di otaknya kian menjadi.
__ADS_1
"Tahan sayang, ayo kita duduk dulu mungkin kau terlalu lama berdiri" Ujar Darwin mencoba tetap tenang.
Namun Dianka menggeleng dan berbisik pelan.
"Sepertinya... Aku... Mau melahirkan mas!!" Bisiknya agar tak terdengar oleh orang lain.
Tetapi Darwin justru berteriak dan membuat semua yang berada disana menoleh ke arah mereka.
"APA?!!! MELAHIRKAN????"
Dianka memejamkan matanya saat melihat tingkah laku Darwin yang sudah terlanjur panik sampai membuat pesta seketika berhenti dan tertuju padanya.
"Mas.... Jangan diam saja bawa aku ke rumah sakit... Ini sakit sekali..!!"
"Hah?? I-iya ayo sayang" Darwin seketika langsung menggendong sang istri dan membawanya ke dalam mobil.
Namun tidak sampai disitu, Darwin yang baru saja memasuki sang istri ke dalam mobil tiba-tiba saja kembali ke halaman pesta dan menarik Alfred hingga membuat lelaki itu kebingungan.
"Hey ada apa ini? Kenapa kau menarik ku?!!" Protesnya.
"Haiss... Kau ini banyak tanya sekali!! Ayo ikut aku!"
"Hey lepaskan aku! Kenapa aku harus ikut hah??"
"Karna jika kau tidak ikut lantas siapa yang akan menyetir mobil ku?? Aku tidak mungkin menyetir mobil dalam keadaan begini!!" Tanpa menunggu jawaban Alfred Darwin kembali menarik lelaki tersebut dan memaksanya masuk ke dalam kursi kemudi.
"Hey tunggu aku.... " Tak hanya Alfred, Anna pun ikut masuk sembari membawa tas Dianka yang tertinggal di acara pernikahannya.
"Ayo cepat... Aku sudah tidak kuat lagi... " desis Dianka.
"Iya sayang, kita akan segera ke rumah sakit" seru Darwin yang duduk di samping istrinya.
"Hey kenapa kau malah sibuk melihat kami?!! Cepat nyalakan mesin mobilnya" suruh Darwin pada Alfred.
Alfred yang pikirannya masih terbelah dua antara pesta pernikahan dan Dianka yang mau melahirkan membuat pria itu tak fokus dibuatnya.
"Hah apa?? Ah... Iya iya maaf"
Mereka berempat pun pergi meninggalkan tempat yang belum selesai itu.
Orang-orang yang berada disana hanya bisa melongo dengan apa yang baru saja terjadi.
"Kenapa kedua pengantinnya pergi, lantas pestanya bagaimana??" Ucap salah satu tamu.
__ADS_1