ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Ditemukan


__ADS_3

"Dianka?!!"


Wanita yang tengah menunduk itu seketika mendongak saat suara seseorang memanggil namanya.


Matanya terbelalak lebar kala melihat Alfred yang berdiri disana sembari memegang lampu senter dengan wajah yang sama-sama terkejut.


"Alfred???"


Dianka tak membuang kesempatan, ia langsung meminta pertolongan pada lelaki yang ia kenal itu.


"Alfred tolong aku Alfred.... Tolong bebaskan aku dari sini..." Pinta Dianka penuh permohonan.


Alfred pun tak menunggu lama, ia masuk ke dalam ruangan dan membuka ikatan tali yang mengikat lengan serta kaki Dianka.


"Ya Tuhan.... Bagaimana bisa begini?" Gumam Alfred saat melihat kondisi Dianka.


Alfred dengan cepat melepas tali tersebut hingga tangan dan kaki Dianka kini sudah tidak terikat lagi.


Wanita itu nampak sangat ketakutan, badannya bergetar hebat, giginya bergoyang seperti orang kedinginan. Air matanya terus keluar walau kini ia tengah ditolong oleh seseorang.


Setelah tali itu terlepas Dianka langsung memeluk tubuh Alfred dan menangis hingga tersedu-sedu.


"Alfred aku takut..... Hiks...."


Alfred yang tahu Dianka kini sedang ketakutan berusaha menenangkan wanita itu, ia mengelus lembut punggung Dianka dengan pelukan yang semakin dipererat.


"Tenanglah, aku sudah disini. Aku sudah menyelamatkan mu" Ucap Alfred.


"Tolong bawa aku pergi dari sini... Aku ingin pulang.... Hiks... "


"Baiklah, ayo kita pulang"


Alfred mencopot senter yang terletak di pojok ruangan itu terlebih dahulu dan menyuruh Dianka untuk membawanya, lalu menuntun Dianka keluar dari ruangan tersebut. ia pun mengambil HT untuk mengatakan kepada bawahannya jika Dianka sudah ditemukan.


"Aku sudah menemukannya, kita kembali ke dalam mobil"


Para bawahannya pun mengiyakan, mereka segera keluar dari bangunan tua itu.

__ADS_1


Dianka yang kini tengah berjalan dengan Alfred didalam bangunan tua tersebut semakin dibuat ketakukan, ternyata para penculik itu membawa Dianka ke tempat yang sangat mengerikan. Dianka kira ia hanya di bawa ke ruangan seperti gudang saja tapi nyatanya ia dibawa ke dalam bangunan tak berpenghuni seperti ini.


"Alfred sebenarnya ini dimana?" Tanya Dianka gugup.


"Kita berada di bangunan tua yang berlokasi di tengah hutan" Jawabnya.


"Apa?!!"


Mendengar jawaban Alfred jantung Dianka menjadi berdebar-debar.


Apa katanya tadi??? Hutan??


Jadi para penculik itu membawa dirinya ke hutan??


Ya Tuhan....


Melihat Dianka yang diam saja Alfred pun merengkuh bahu si wanita.


"Tenanglah"


Dianka hanya mengangguk sebagai tanggapan.


"Kita harus berjalan mengendap-endap, bisa saja para penculik itu berada disini" Ucap Alfred beralasan.


"Baik"


Mereka pun berjalan pelan-pelan melewati semak-semak.


Alfred terus memantau ke segala arah mewaspadai agar Darwin tak melihat dirinya membawa Dianka pergi.


Sesampainya di depan mobil Alfred langsung menyuruh Dianka untuk masuk diikuti oleh dirinya.


Bawahan Alfred pun melajukan mobilnya dan keluar dari hutan belantara itu.


"Alfred.... "


Lelaki itu menoleh ke samping.

__ADS_1


"Iya? Ada apa Dianka? "


"Ba-bagaimana bisa kau ada disana?" Tanya Dianka dengan badan yang masih bergetar.


"Aku mencarimu Dianka.... Aku mendapat kabar dari pegawai mu jika kau hilang, dan saat itu juga aku langsung mencari keberadaan mu sampai ke hutan ini" Jelasnya pada Dianka.


Dianka tertegun, ia menatap Alfred dengan tatapan tak percaya.


Ada rasa haru yang timbul di hati Dianka.


"Ke-kenapa... Kau melakukan ini?"


Alfred diam, ia menggenggam lembut lengan Dianka dengan erat.


"Kau akan tau nanti"


Dianka menatap heran wajah Alfred, ia mencoba untuk mencari tahu maksud pria disampingnya ini. Namun kini pikirannya sedang kalut hingga ia tidak bisa membaca kata-kata Alfred barusan.


***


Hampir dua jam para tim Darwin mencari keberadaan Dianka di gedung satu sampai ke gedung lima tapi tak satupun diantara mereka yang menemukan sosok wanita yang di cari.


"Apa tidak ada satupun yang menemukan jejak istriku?" Tanya Darwin saat mereka semua sudah berkumpul di luar bangunan.


"Tidak ada Tuan, tapi saya menemukan tali yang tergeletak di suatu ruangan" Ucap salah satu bawahan Darwin.


"Apa ada tanda-tanda istriku disana?" Tanya Darwin cepat.


"Saya hanya menemukan tali saja Tuan, sepertinya tali itu memang sudah lama berada disana" Tuturnya lagi.


Darwin hanya bisa menghembuskan nafas berat, lagi-lagi harapannya untuk menemukan Dianka disini sirna begitu saja.


"Kita kembali ke mobil, kita cari bangunan-bangunan seperti ini di dalam hutan dan kita cari lagi keberadaan istriku" Titah Darwin.


"Baik Tuan"


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan kembali melanjutkan perjalanan untuk menemukan Dianka.

__ADS_1


Walaupun kini matahari hampir muncul di ufuk timur namun mereka semua tak urung untuk berhenti mencari Dianka. Apalagi Darwin yang masih berharap jika ia bisa menemukan sang istri secepatnya.


__ADS_2