ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Kekhawatiran


__ADS_3

"ARGGHHH!!!!...... DASAR BODOH..!!!"


"Kenapa Alfred harus mencari keberadaan Dianka pula sihh!! Argghhh..... Ini benar-benar kacau, bisa-bisanya dia melakukan hal yang bukan menjadi urusan nya! Untuk apa coba???"


Adelia terus-menerus mengumpat sang suami saat dirinya mendapat kabar dari Joni jika Alfred kini berada di penjara terkait kasus yang menimpa Dianka.


"Tapi kenapa Alfred malah membawa Dianka ke villa? Apa benar Alfred mencoba menculik Dianka?" Pikir Adelia heran, ia merasa ada sesuatu yang aneh terhadap sikap Alfred.


Tapi ia juga sungguh dibuat kesal atas tindakan Alfred yang mana membuat Dianka kini sudah kembali bersama dengan Darwin. Ia juga mengutuk orang-orang suruhannya yang sama sekali tidak bisa diandalkan.


"ARGGHHH....... BODOHH BODOHH BODOHH!!"


"Jangan sampai orang-orang itu membeberkan jika akulah dalang dari kasus penculikan Dianka, jika Darwin sampai tau habislah aku"


Kini Adelia hanya bisa berharap agar dirinya tetap dalam situasi aman, ia juga harus menutup mulut para penjahat itu dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


***


Pukul dua belas siang Darwin dan Dianka tiba di kantor polisi, mereka langsung melakukan wawancara dengan menceritakan semua kejadian dari awal.


"Jadi yang pertama kali menculik anda bukanlah Tuan Alfred?" Tanya polisi.


"Bukan Pak, yang pertama kali menculik ku adalah sekelompok para penjahat yang aku sendiri tidak tau siapa dan apa alasan mereka menculikku"


"Lantas kenapa anda bisa bersama dengan Tuan Alfred?"


"Sebenarnya Alfred yang menyelamatkan ku dari penculikan itu, aku dibawa olehnya ke sebuah villa. Aku sudah memintanya untuk menghubungi suamiku tapi berbagai alasan ia ajukan seolah-olah sengaja agar aku tidak bisa bertemu dengan suami dan keluarga ku" Jelas Dianka panjang lebar.


Polisi tersebut mencatat semua yang dikatakan oleh Dianka sebagai bahan bukti.


"Apa selama di villa anda mendapat tindakan kekerasan?"


"Tidak, aku sama sekali tidak mendapat perlakuan buruk atau semacamnya, justru aku mendapatkan perlakuan yang baik oleh para pelayan disana. Aku dan Alfred juga jarang sekali bertemu" Tutur Dianka.


"Tapi Alfred juga mengatakan alasan lain kenapa dia menculik istri saya, Pak" Seru Darwin.


Disana Darwin ikut menjelaskan akan kejadian yang Alfred lakukan dengan niat jahatnya saat itu, Darwin menjelaskan seolah ia ingin membuktikan jika tindakan Alfred memang harus diberi hukuman.


"Saya juga masih ingin mencari keberadaan para penculik istri saya yang sebenarnya, saya khawatir jika mereka akan kembali mencari Dianka" Ungkap Darwin.


"Baiklah, kami akan melakukan proses sidang secepatnya. Nanti akan kami hubungi anda kembali kembali untuk informasi lebih lanjut"

__ADS_1


"Baik, terimakasih Pak sebelumnya" Dianka dan Darwin pun undur diri dari sana, mereka berharap semoga kasus ini terselesaikan dan pelaku yang asli bisa segera ditemukan.


"Mas, aku ingin berkunjung ke butik terlebih dahulu. Apa boleh?" Tanya Dianka sebelum mereka memasuki mobil.


Darwin berpikir sebentar menimang nimang permintaan istrinya tersebut, namun melihat Dianka yang sepertinya sangat merindukan butik nya akhirnya menyetujuinya permintaan sang istri.


"Tapi hanya sebentar saja, oke?"


"Oke!' jawab Dianka bersemangat.


Mereka pun menaiki mobil ke arah butik Dianka berada.


"Oh iya mas, jika kasus ini sudah selesai apa mas mengizinkan ku untuk kembali bekerja di butik?" Tanya Dianka pada Darwin yang sedang fokus pada jalanan.


"Boleh saja, tapi aku punya syarat"


Dianka mengernyitkan alisnya penasaran.


"Syarat apa?"


"Syaratnya adalah harus aku yang mengantarkan dan menjemput mu dari butik, jangan pernah menolak keinginan ku yang satu ini. Dan aku juga akan aku siapkan pengawal untukmu"


"Aku tidak mau mas!!"


"Kali ini kau tidak boleh membantah Di... Lagipula ini hanya saat aku sedang tidak bersama mu saja" Ucapnya.


"Tapi mas.... "


"Ssttt.... Tidak ada penolakan"


Mengetahui jika keinginan Darwin tidak bisa dibantah lagi Dianka hanya bisa pasrah dengan menerima semua itu dengan sedikit terpaksa.


"Baiklah" Lirih Dianka dengan nada tak senang.


Menyadari jika Dianka marah padanya Darwin pun mencoba memberi pengertian pada wanita disampingnya ini.


Ia menggengam lengan dianka dengan satu tangan dan mengecupnya dengan penuh rasa sayang.


"Jangan marah... Kau tau aku melakukan ini untuk kebaikanmu. Aku tidak mau hal yang sama menimpa dirimu lagi" Jelas Darwin.


Dianka yang berada disana dibuat tertegun, kini ia bisa merasakan bagaimana khawatirnya Darwin padanya. Rasa penyesalan dari pria itu juga sangat terasa seakan Darwin memang sudah benar-benar jatuh cinta padanya.

__ADS_1


Dianka pun akhirnya tersenyum kembali, ia mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Darwin begitu saja.


Hal itu membuat Darwin kaget dan langsung menepikan mobil yang sedang ia kemudikan.


Pria itu seketika menyambar bibir Dianka dengan penuh gairah, sudah beberapa bulan ini ia terus menahan hasrat kelelakian nya tanpa bisa merasakan sentuhan yang biasanya ia rasakan setiap malam.


Sama halnya dengan Dianka, ia juga begitu merindukan Darwin dan membuat dirinya membalas ciuman tersebut dengan mengalungkan kedua lengan di leher Darwin.


Mata mereka saling terpejam dengan bibir yang saling bertautan hingga menimbulkan suara decapan yang terdengar erotis di telinga kedua insan itu.


Merasa hasratnya sudah di atas puncak Darwin pun melepaskan penyatuan bibir mereka dengan nafas yang terengah-engah.


"Haruskah kita mencari hotel?"


***


"Mau apa kau kesini? Pasti kau senang kan melihatku di penjara?? Heuh! Aku sudah menduga hal itu" ucap Alfred dengan nada ketus.


Adelia hanya bisa menahan amarah saat melihat lelaki yang sudah merusak rencananya ini, sungguh ia ingin mencabik cabik wajah Alfred dengan kukunya yang tajam.


"Aku tidak mengerti dengan dirimu, untuk apa kau menyelamatkan istri Darwin hah?? Dia bukan urusanmu Alfred!!" sentak Adelia.


Alfred tersenyum mengejek mendengar ucapan wanita yang berstatus istri ini.


"Terserah aku ingin melakukan apa, itu juga bukan urusanmu!! Kau pikir kau siapa Hah?!"


"Alfred apa maksudmu menyelamatkan Dianka dari penculikan itu?? Aku yakin kau pasti punya niat terselubung kan? " tutur Adelia menyelidik.


"Sudah aku katakan itu bukan urusanmu!" desis Alfred, jika saja tidak ada orang di sana sudah ia marahi Adelia yang begitu penasaran dengan urusannya.


"Apa jangan-jangan.... "


Ucapan adelia terhenti dan membuat Alfred menjadi gugup saat itu juga.


"Jangan berpikir yang macam-macam tentang ku, Adelia!"


"Jangan-jangan kau tertarik pada Dianka, iya kan?" ucapnya menebak.


Keringat dingin pun hampir keluar dari tubuh Alfred, entah kenapa ia sangat cemas jika semua orang tau niat yang sesungguhnya kenapa ia menyelamatkan Dianka pada saat itu.


"Sudah ku bilang itu bukan urusanmu!! Sekarang lebih baik kau pergi dari sini aku muak melihat wajahmu" Alfred pun lantas bangkit dan berlalu meninggalkan Adelia yang masih menyimpan sejuta tanya dalam benaknya.

__ADS_1


__ADS_2