ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Mual


__ADS_3

"Hoek.....! Hoek.....!"


Suara muntahan lelaki yang menggema dikamar mandi membuat seorang wanita yang sedang memijit tengkuk suaminya itu terlihat sangat khawatir.


Darwin terus memuntahkan semua isi di perutnya, bibirnya sudah memutih dan badannya pun terasa dingin.


Pagi tadi tiba-tiba saja Darwin berlari ke dalam kamar mandi dan langsung menyalakan keran wastafel.


Dianka yang terganggu dengan suara berisik Darwin akhirnya bangun dan ikut membantu sang suami dengan memijit pelan tengkuk belakang Darwin.


Cukup lama Darwin disana akhirnya ia pun mencuci mulutnya seperti biasa.


"Sudah ku bilang jangan terlalu banyak memakan bakso mas! Lihatlah kau sekarang.


Hahhh..... Mulai saat ini aku tidak mengizinkan mu memakan bakso lagi, apalagi memakan makanan pedas" Larang Dianka tegas.


Darwin hanya bisa pasrah dan menuruti perintah istrinya, entah kenapa ia jadi seperti ini. Mungkin Dianka benar, ia terlalu banyak memakan jajanan seperti itu.


"Tunggulah dikamar aku akan membuatkan bubur untukmu" Dan lagi Darwin hanya bisa mengangguk.


Dianka pun keluar dari kamar menuju dapur.


***


Sekitar setengah jam Dianka kembali ke dalam kamar sembari membawa nampan yang berisi bubur dan air hangat.

__ADS_1


"Ini mas, makanlah terlebih dahulu" Ucap Dianka meletakkan nampan tersebut di atas nakas.


"Aku lemas sayang... Suapi aku" Jawabnya lemah.


"Baiklah, ayo duduk dulu yang benar" Dianka lalu membantu Darwin untuk duduk dan bersandar di sandaran ranjang ia pun lantas menyuapi Darwin perlahan-lahan sampai makanan itu tak tersisa.


"Istirahatlah mas, aku akan menyimpan cucian kotor ini"


"Tidak sayang, aku harus bekerja hari ini ada kolega penting yang harus aku temui"


Dianka kembali menghentikan aktivitas nya, ia menatap tajam pada Darwin.


"Mas tapi kondisi mu sedang tidak sehat, sebaiknya undur pertemuan mu hari ini"


"Tidak bisa sayang, pertemuan ini sudah direncanakan dari jauh-jauh hari. Jika aku tidak datang bisa-bisa rencana ku untuk berkerjasama dengan kolega itu bisa gagal" Jelas Darwin panjang lebar.


Darwin tersenyum mendengar kekhawatiran sang istri, namun ia berusaha untuk menyakinkan jika dirinya akan baik-baik saja.


"Tenang saja sayang, aku masih kuat untuk beraktivitas. Nanti jika ada apa-apa aku pasti langsung pulang, jadi jangan khawatir Oke??" Ujar Darwin meyakinkan.


Dianka terdiam sebentar, tapi kemudian ia pun mengangguk pasrah.


"Jika mas memang kuat aku tidak bisa memaksa, tapi jangan sampai kelelahan"


"Tentu, aku janji. Kalau begitu aku siap-siap dulu" Darwin bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan diri.

__ADS_1


Hari ini Dianka tidak akan pergi ke butik karna Mami Resa akan datang berkunjung, maka dari itu ia harus menyiapkan sesuatu untuk kedatangan Ibunya nanti.


Dianka sendiri pun sudah sangat rindu dengan sosok ibu yang sekarang jarang berjumpa dengannya, beberapa bulan lalu Mami Resa pergi ke Italia bersama Papi Tomlinson jadi kesempatan untuk bertemu akhirnya harus diundur.


Dan hari ini kerinduannya pada Resa sudah sangat tidak bisa di undur lagi, ia ingin cepat-cepat bertemu sang Ibu.


Setelah menyiapkan kebutuhan Darwin barulah ia menyiapkan masakan untuk Mami Resa nanti. Dianka sibuk berkutat di dapur sampai tak menyadari jika Darwin berada di belakangnya.


"Aku berangkat dulu sayang" Ucap Darwin memeluk pinggang Dianka.


"Mas!" Dianka tersentak kaget, ia berbalik menatap Darwin.


"Aku pergi dulu, kau hati-hati di rumah. Salam untuk Mami dari ku"


"Tentu mas kau juga hati-hati, jangan terlalu capek"


Darwin mengangguk dan mencium bibir Dianka sebelum akhirnya ia benar-benar keluar dari rumah.





__ADS_1


#Maaf Up nya Dikit Dulu Ya Hehe 😁🙏


__ADS_2