ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Seperti Sebuah Kebetulan


__ADS_3

Semenjak hari itu Dianka banyak berubah.


Dan hal tersebut sangat bisa Darwin rasakan.


Meskipun Dianka tetap menuruti permintaan Darwin untuk menemaninya hingga ia berangkat ke kantor, tapi sikap Dianka semakin dingin dari pada sebelumnya.


Darwin merasa aneh akan sikap Dianka, ia ingin bertanya ada apa sebenarnya.


Tapi Darwin sama sekali tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal tersebut.


Bahkan Dianka seolah menghindari lelaki ini, perempuan itu tampak acuh dan seolah tidak peduli. Setelah mengurusi keperluan Darwin Dianka akan fokus kembali pada pekerjaannya.


Namun sejujurnya bukan tanpa alasan Dianka seperti itu.


Hatinya merasa sakit dan nyeri kala ia harus berhadap-hadapan dengan sang suami, air matanya seolah akan jatuh walau hanya berbicara sedikit saja.


Ia perlu waktu untuk meredam rasa sakit hatinya, lebih baik ia seperti ini daripada harus beradu mulut dan berderai air mata.


Hari berganti hari, kerenggangan di antara Darwin dan Dianka sukses membuat Adelia semakin dekat dengan mantan kekasihnya.


Darwin lebih sering meminta bantuan pada Adelia mengenai urusan kantor dan membuat keduanya otomatis sering bersama.


Seperti saat ini, Darwin dan Adelia yang sedang berada di salah satu mall terlihat tengah berjalan berduaan.


Mereka baru saja bertemu dengan seorang klien di restoran yang berada di mall itu, biasanya sekertaris Darwin lah yang selalu mendampingi saat ia bertemu dengan kliennya, tapi hari ini Adelia memaksa Darwin supaya dirinya saja yang menemani lelaki itu.


Dan dengan sedikit rasa ragu Darwin pun akhirnya membolehkan adelia untuk ikut.


Mereka nampak berbincang-bincang sembari berjalan ke arah pintu luar.


"Adelia kau tunggulah dimobil, aku ingin ke toilet sebentar" Ujar Darwin berlalu dari sana.


"Baiklah" Adelia pun kembali berjalan menuju pintu keluar, ia memilih untuk menunggu Darwin di mobil saja.


Namun, beberapa langkah lagi ia keluar dari mall tiba-tiba saja seseorang menarik tangannya dari belakang.


Mata adelia langsung melotot saat ia mengetahui siapa orang yang baru saja menarik tangannya.


"Alfred?! Sedang apa kau disini?" Tanya Adelia terkejut, walaupun adelia sudah mengira jika Alfred pasti bertemu dengan seorang klien.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu, sedang apa kau disini?!"


"Aku baru saja menemui klien" Jawab Adelia.


"Klien?"


"I-iya klien"


"Kau hanya manager keuangan Adelia! Kau bukan seorang presdir seperti ku yang sering bertemu dengan seorang klien, kau pasti berbohong, bukan?!!!" Sembur Alfred curiga.


"Berbohong? Mana mungkin aku berbohong Alfred. Apa kau tidak lihat jika aku kesini mengenakan pakaian kantor??"

__ADS_1


Mendengar itu Alfred seketika melihat pakaian yang dikenakan perempuan yang berstatus istrinya ini.


Memang benar Adelia mengenakan pakaian kantor.


"Kau lihat kan? Aku tidak berbohong" Ucap Adelia membela diri.


"Aku masih belum pecaya, bisa saja kau sedang bertemu dengan seorang lelaki" tuduh Alfred.


"kenapa kau begitu sangat ingin tahu?? kau bisa lihat CCTV yang ada disini"


"oh ya?? tapi aku masih belum... "


"Adelia kau masih disini?"


Belum sempat Alfred meneruskan ucapannya suara bariton muncul dari arah belakang.


Samar-samar Alfred seperti mengenal suara itu, ia lantas berbalik dan melihat si pemilik suara.


"Kau??"


Alfred dibuat terkejut dengan keberadaan lelaki di depannya ini, ia tahu siapa lelaki itu.


Begitu pun dengan Darwin, keberadaan Alfred membuat suasana disana mendadak berubah mencekam.


Sama halnya dengan Adelia, wanita itu begitu cemas tak karuan melihat dua orang lelaki berjas yang sama-sama terkejut.


Alfred menatap Darwin dengan penuh kebingungan.


Mendengar nama Dianka disebut Adelia mengerutkan kedua alisnya, kenapa Alfred bisa tahu tahu dengan Dianka?


Sedetik kemudian tatapan Alfred beralih pada Adelia.


"Kalian saling kenal?"


Adelia tidak langsung menjawab, ia meremas pakaian yang ia kenakan.


"Di-dia atasan ku" Jawabnya dengan terbata-bata.


"Adelia aku akan menunggu di mobil, jika kau ingin diantar suamimu maka beri tahu aku melalui telpon" Ujar Darwin yang hendak pergi dari sana.


Namun Adelia menahan Darwin dan mencegah lelaki ini pergi.


"Tunggu Darwin, jangan tinggalkan aku dulu"


"Sepertinya suami mu ingin berbicara empat mata"


"Tidak Darwin, tunggulah sebentar" Adelia tidak mau Darwin membiarkan dirinya bersama dengan lelaki jahat ini.


Alfred yang mendengar percakapan Darwin dan adelia semakin dibuat keheranan.


Adelia bahkan memanggil atasannya sendiri langsung dengan namanya tanpa embel-embel apapun, ini sungguh aneh.

__ADS_1


"Tunggu sebentar Tuan Darwin" Cegah Alfred disana.


Ucapan Alfred membuat Darwin terhenti dan menatap tak suka pria tersebut.


"Tidak, aku akan tetap menunggu di mobil" Darwin pun pergi dari sana.


Kini hanya tinggal Alfred dan Adelia, Alfred kembali menarik lengan istrinya dengan cukup kuat.


"Aku merasa kalian bukan sekedar atasan dan bawahan, katakan padaku siapa dia?!"


"Sudah ku bilang dia boss ku!"


"Itu tidak mungkin! Bahkan kau langsung menyebut namanya seperti orang yang sudah lama kenal. Katakan padaku siapa dia?!"


Alfred terus mendesak Adelia untuk berkata yang sejujurnya, sungguh kali ini Alfred dibuat penasaran tentang sosok suami dari Dianka. Mungkin jika tidak menyangkut pautkan Dianka ia juga tidak akan peduli.


"Cepat katakan!" Desak Alfred.


Adelia memejamkan matanya kuat-kuat, ia takut jika Alfred tahu lelaki ini akan menyuruhnya menjauh dari Darwin.


"Adelia!" Sentak Alfred kesal.


"Di-dia mantan kekasih ku"


"Apa???'


Alfred membelalakkan matanya lebar ketika mendengar pengakuan Adelia.


Apa katanya tadi?


Mantan kekasih?


"Mantan kekasih? Mantan kekasih yang mana maksud mu!"


"Dia mantan kekasih ku! Apa kau tidak ingat hah?! Dialah orang yang aku katakan padamu saat kau memaksaku untuk menikah!" Jelas Adelia dengan nafas yang menggebu-gebu.


Alfred semakin dibuat tidak percaya, bagaimana bisa? Semua ini seperti sebuah kebetulan.


Ia mencintai Dianka yang sudah mempunyai suami, dan suaminya itu ternyata adalah mantan kekasih Adelia, istri Alfred sekarang.


Untuk sesaat Alfred bergeming, pantas saja Darwin seperti tidak suka melihatnya, bahkan semenjak di rumah sakit pun lelaki itu seakan menatap dirinya dengan tajam.


Apa Darwin memiliki dendam padanya karna telah merebut Adelia dulu?


Lalu jika iya artinya Darwin masih mencintai Adelia, lalu bagaiman dengan Dianka?


Disaat Alfred tengah berperang dengan pikirannya suara dering ponsel milik Adelia membuat ia tersadar.


Adelia lantas mengambil ponselnya, ternyata Darwin lah yang menelpon untuk memastikan jika Adelia sudah selesai berbicara dengan Alfred.


"Aku tidak punya banyak waktu Alfred, aku harus pergi" Adelia menghempaskan lengan Alfred yang memegang lengannya lalu pergi menuju area parkir.

__ADS_1


__ADS_2