ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Extra Part


__ADS_3

Dua hari kemudian Dianka sudah di izinkan pulang ke rumah, karena melahirkan dengan normal maka Dianka sudah bisa beraktivitas seperti semula.


Daelyn termasuk anak yang pengertian, disaat Dianka sudah lelah bayi itu akan tidur dengan pulas seolah tau sang ibu sedang butuh istirahat.


Darwin pun sering pulang lebih awal untuk melihat anaknya, ia juga lebih memilih mengerjakan pekerjaan kantor di rumah jika pekerjaan nya menumpuk.


Darwin juga selalu sigap membantu Dianka disaat Daelyn sedang ingin bermain, Darwin benar-benar sosok ayah yang selalu ada untuk putrinya.


Dianka pun merasa sangat terbantu, karena saat ini dirinya masih belum menemukan babysitter yang cocok untuk Daelyn.


Untuk sekarang Dianka sangat menikmati perannya menjadi seorang Ibu, memang cukup melelahkan tetapi ia sangat senang bisa melakukan hal yang tidak semua wanita bisa lakukan.


Seperti sekarang, ia tengah menemani Daelyn yang sedang terjaga. Tangan mungil itu memukul-mukul wajahnya sendiri membuat Dianka gemas dan mencoba menghentikan aksi bayi kecil tersebut.


"Sayang..... Jangan seperti itu, nanti sakit... "


Rasa ingin tertawa sekaligus kasihan bercampur menjadi satu, ia tak kuasa untuk tidak mencium pipi gembul Daelyn.


"Muachh.... Muach.... Muach.....


Uuuu..... Gemas sekali sih anak mommy.... "


Aroma khas bayi membuat Dianka betah berlama-lama mencium wangi tersebut.

__ADS_1


Clekkk.....


"Hallo daddy pulangg........... "


Tiba-tiba Darwin datang membuat Dianka terkejut dibuatnya, lelaki itu mendekat dan mencium bibir sang istri seperti yang selalu mereka lakukan.


Kemudian Darwin juga mencium pipi Daelyn berkali-kali hingga membuat bayi itu mengamuk dan memukul-mukul wajah ayahnya.


"Aww.... Kenapa wajah daddy dipukul?" Protes Darwin pada sang putri.


Dianka tertawa melihatnya, Darwin kini benar-benar membuka sisi lembut pria itu.


"Mas, cuci tangan dulu setelah itu mandilah. Baru kau boleh bermain-main dengan Daelyn" Ujar Dianka menghentikan aktivitas suaminya.


"Nanti akan aku siapkan"


"Tidak, bukan makan makanan. Tapi memakan mu" Ucap Darwin ambigu.


Dianka ternganga dan memukul kecil dadaa bidang Darwin, bisa-bisanya pria ini mengatakan seperti itu ketika baru saja pulang ke rumah.


"Ishh....! Ada-ada saja. Sudah cepat mandi nanti masuk angin jika mandi terlalu larut"


Akhirnya Darwin pun berlalu dari sana dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


***


Seusai mandi mereka pun berkumpul di ruang keluarga, Daelyn yang sedang menyusui terus di ganggu oleh Darwin. Pria itu tak henti-hentinya mencolek pipi gembul Daelyn yang berwarna merah muda.


Membuat si bayi tak jarang menangis dan melepaskan putiing ibunya seolah memprotes jika ia terganggu oleh sikap jail Darwin.


"Mas, jangan ganggu terus. Nanti dia tidak mau menyusui lagi" Ucap Dianka memberitahu.


"Biarkan saja, biar dia main denganku. Aku ingin melihatnya bergerak"


Tangisan Daelyn pun berhenti, bola matanya melirik kesana-sini seperti orang yang sedang melihat tempat asing.


"Hei sayang, ini daddy.... Daelyn.... Hai... "


Bola mata kecil itu terdiam saat mendengar suara Darwin, penglihatannya belum terlalu jelas, tapi pendengarannya sudah berfungsi dengan baik.


"Sayang berikan Daelyn padaku, aku ingin menggendongnya" Pinta Darwin.


Dianka pun lalu mengalihkan Daelyn ke dalam dekapan sang suami dengan sangat hati-hati.


"Rileks mas, jangan terlalu kaku nanti bayinya jadi tidak nyaman" Ucap Dianka.


"Aku takut sayang.... "

__ADS_1


Dianka pun lantas membetulkan posisi lengan Darwin yang tengah menggendong Daelyn, tak lama Daelyn terlihat tersenyum dan hal itu membuat Darwin heboh dibuatnya.


__ADS_2