ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Alasan Sebenarnya


__ADS_3

Hingga....


Hap!


"Mau kemana kau? Hah?!"


Jordan datang dan menangkap Alfred hingga lelaki itu tak bisa bergerak.


"LEPASKAN AKU!!! SIAPA KAU...?!!"


Alfred terus memberontak, namun tim Darwin datang bergerumunan dan membuat lelaki itu hanya bisa menatap terkejut pemandangan di dalam sana.


Sedangkan di sisi lain Darwin nampak kesulitan membuka pintu dimana Dianka berada, pintu itu terkunci dengan begitu rapat.


"MAS TOLONG AKU...TOLONG BUKA PINTUNYA.... " Dianka berteriak-teriak dari dalam sana, wanita itu terdengar menangis dan ketakukan.


Darwin terus berusaha tapi pintu itu benar-benar tidak bisa di buka.


"DIANKA AKU MINTA KAU MUNDUR BEBERAPA LANGKAH DAN JANGAN TERLALU DEKAT DENGAN PINTU... " Titah Darwin.


Dianka yang kebingungan hanya bisa menuruti keinginan suaminya, ia pun menjauh dari pintu itu beberapa langkah.


Darwin mengeluarkan pistol yang ia simpan sedari tadi dibalik saku celananya, kemudian tangannya mengambil ancang-ancang ke arah handel pintu tersebut.


"SUDAH..???" Tanya Darwin.


"SU-SUDAH.... "


Kemudian....


DOR!!!

__ADS_1


Tembakan pun melesat dan menghancurkan handel pintu yang sedari tadi sulit untuk ia buka.


Dengan segera Darwin membuka pintu kamar dan masuk ke dalam ruangan itu.


Matanya berbinar saat melihat seseorang yang ia cari selama ini.


Wanita itu ada dihadapannya!


Akhirnya setelah sekian lama ia bisa bertemu dengan perempuan yang ia rindukan itu.


"Dianka... "


"Mas.... "


Dianka berlari dan langsung memeluk tubuh kekar sang suami.


Wanita itu menangis tersedu-sedu, meluapkan rasa rindu, takut, gelisah, dan semua yang selama ini ia rasakan.


Darwin pun memeluk tubuh istrinya tak kalah erat, ia memejamkan mata dengan kuat mencoba merasakan jika ini bukanlah mimpi semata.


"Aku sudah ada disini... Tenanglah... Aku ada disini untukmu... "


Cukup lama mereka berpelukan sampai akhirnya mereka pun melepaskan pelukan tersebut.


Darwin menangkup wajah Dianka dan mencium keseluruhan wajah itu dengan penuh rasa rindu.


"Aku sangat merindukanmu" Lirihnya.


Dianka hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa bisa berkata apa-apa. Namun ia pun merasakan hal yang sama, yaitu merindukan sosok yang selama ini ia nantikan kehadirannya.


"Tapi kita harus keluar dari sini sekarang juga" Lanjut Darwin.

__ADS_1


Dianka mengangguk, keduanya pun keluar dari ruangan itu.


Darwin dan dianka menuruni tangga dengan beriringan, Darwin tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Dianka.


Saat keduanya sudah berada di lantai bawah mereka melihat Alfred yang sedang di bekuk oleh orang-orang suruhan Darwin.


Lelaki itu terlihat panik dan langsung melontarkan kata-kata pada wanita didepannya ini.


"Dianka aku mohon dengarkan penjelasanku Dianka, ini tidak seperti yang kau bayangkan, aku mencoba menyelamatkan mu kau tau itu kan??" Ucap Alfred.


Dianka menatap Alfred dengan tatapan tak percaya, ia tidak menyangka jika Alfred justru melakukan hal ini padanya.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu sebenarnya..!! Jika kau memang bermaksud menolong ku seharusnya kau bawa aku pulang bukan kau kurung aku seperti ini...!!!" Bentak Dianka dengan amarah yang menggebu-gebu.


Alfred hanya bisa menghela nafas berat, ia sungguh tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Dianka seharusnya kau tau kenapa aku melakukan ini... "


"KENAPA HAH??!? KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKUU...!!!"


"KARNA AKU MENCINTAIMU!!"


Deg!


Pengakuan itu membuat semuanya terdiam, kedua mata mereka membola mendengar pengakuan Alfred.


Apa katanya? Cinta?


"A-apa maksudmu?"


"Aku mencintaimu Dianka... Aku mencintaimu!! Tidakkah kau merasakannya?"

__ADS_1


__ADS_2