
Siang harinya Dianka terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan kedua mata itu dan dirinya langsung di suguhkan oleh keberadaan Darwin yang masih tertidur pulas.
Dianka tersenyum mengingat kejadian tadi, akhirnya Darwin luluh dan mengambil kesuciannya walau dirinyalah yang menggoda Darwin terlebih dulu.
Tetapi Dianka tidak menyesal, ia ingin pernikahannya dengan Darwin cepat-cepat diberi keturunan agar lelaki itu semakin fokus pada rumah tangga mereka.
Dengan penuh kehati-hatian Dianka bangkit dari ranjang, ia tak mau sampai Darwin terbangun karna dirinya.
"Aww....!! Perih sekali" Ringis Dianka saat merasa **** ********** itu berdenyut nyeri.
Dengan tubuh yang polos ia memasuki kamar mandi dan menyalakan shower untuk membersihkan sisa-sisa keringat akibat percintaannya dengan Darwin.
Dianka mulai membaluri badannya menggunakan sabun, ia menggosok gosokkan seluruh tubuhnya sampai bersih.
Suara gemercik air membuat dianka tidak sadar jika dibelakang ada seorang pria bertubuh kekar berdiri disana.
Darwin menatap ingin saat melihat Dianka yang sudah dibasahi oleh air shower tersebut.
Ia mendekat dan memeluk tubuh dianka dari belakang, membuat tubuhnya ikut dibuat basah.
Dianka terlonjak kaget, ia menoleh dan mendapati suaminya disana.
Dianka tersenyum kala melihat Darwin yang sudah tidak canggung lagi terhadapnya.
"Kenapa kau bangun?" Tanya Dianka.
__ADS_1
"Kenapa kau tak membangunkanku?" Ucap Darwin tanpa menjawab pertanyaan Dianka.
"Kau tidur sangat pulas" Jawabnya.
Darwin terdiam sesaat, tetapi beberapa detik kemudian lelaki itu berkata.
"Aku masih menginginkan mu"
Dianka terkekeh mendengar keinginan suaminya, ia lantas berbalik dan mencium bibir lelaki itu.
"Lakukanlah disini"
Mendapat persetujuan dari Dianka Darwin lalu mengangkat tubuh wanita tersebut dan menghimpit kan ke dinding membiarkan tubuh mereka diguyuri oleh air.
Darwin terus mencium bibir Dianka dengan buas, sesekali lum*tan itu turun ke leher serta buah dada milik Dianka.
Dianka mendesah ketika merasakan sentuhan Darwin, ia dibuat geli oleh permainan lidah pria ini.
Setelah melakukan pemanasan Darwin lalu mengarahkan pusakanya ke dalam tempat dimana benda itu bersemayam.
"Emmh... Darwin" Nafas Dianka mendadak tercekat saat merasakan benda itu kian menusuk dibanding saat pertama kali ia rasakan.
Darwin tak menghiraukan keluhan Dianka, ia terus menaikturunkan tubuh istrinya dengan ritme yang semakin kesini semakin cepat.
Dianka semakin mendesah hingga desahannya pun mengalahkan suara gemercik air.
__ADS_1
"Ahh Darwin........!!!"
Dianka berteriak tidak jelas, ia seperti sudah terbang ke langit paling atas sampai ia merasa milik Darwin membesar dan mengeluarkan cairan kental tersebut didalam rahimnya.
Darwin membiarkan Dianka beristirahat sejenak, mereka sama-sama dibuat kelelahan.
Tetapi Darwin tak puas hanya melakukannya sekali, ia pun kemudian menurunkan tubuh Dianka dan membalikkan badan sang istri agar membelakangi dirinya.
Setelah itu Darwin kembali menggagahi Dianka secara lebih kasar, tangannya bahkan mencekik leher sang wanita sambil terus memompa pinggulnya dengan gerakan yang cepat.
"Eughh....... "
Darwin menggeram kala merasakan nikmat beribu-ribu kali lipat, tubuh Dianka begitu membuatnya puas sampai ia tak mau berhenti melakukan percintaannya begitu saja.
Sekitar empat puluh menit mereka bercinta Darwin sama sekali tak menghentikan aksinya, ia bahkan membuat Dianka semakin menjerit.
"Darwin stop it!"
"Aku akan menyelesaikannya, bersiaplah"
Darwin semakin memposisikan tubuhnya, dan kali ini ia menggempur Dianka dengan sangat amat cepat.
Sampai akhirnya Darwin melakukan pelepasannya kembali.
Seusai melakukan percintaan Darwin lalu membersihkan tubuh Dianka dengan telaten, kemudian barulah ia membersihkan tubuhnya sendiri.
__ADS_1