
Hari terus berganti hingga tak terasa kini Dianka sudah dua minggu terkurung di dalam kamar sebuah villa mewah milik Alfred.
Entah kemana lelaki itu, Dianka tak pernah melihatnya.
Ia sering menanyakan pada para pelayan yang masuk ke dalam kamar, namun pelayan itu hanya mengatakan jika Alfred mungkin sedang sibuk.
Jawaban yang membuat Dianka tidak puas dan mulai membuat dirinya merasa curiga.
Dianka juga dilarang untuk keluar dari kamar ini, meskipun dirinya sudah meminta pada pelayan itu agar mengizinkannya keluar sebentar setidaknya berjalan-jalan didalam villa ini pun tak apa untuk sekedar menghilangkan rasa bosan. Tapi sayang, tak ada satu pun dari mereka yang pernah mengizinkan Dianka keluar dari dalam kamar tersebut.
Setiap pagi hingga malam ia terus teringat akan suami dan keluarganya, ia rindu mereka, ia ingin pulang!
Di suatu hari Dianka sempat meminta pelayan untuk meminjamkan ponsel milik mereka supaya Dianka bisa menghubungi nomor keluarganya yang Dianka rasa ia ingat.
Tapi lagi-lagi mereka menolak dan beralasan handphone mereka pun disita hingga bulan depan. Hal itu membuat Dianka sama sekali tak memiliki akses untuk menghubungi Darwin maupun orang tuanya.
Padahal tanpa Dianka tau sebenarnya setiap malam Alfred selalu datang dan masuk ke dalam kamarnya secara diam-diam untuk melihat kondisi Dianka.
Bukan tanpa alasan lelaki itu melakukan hal ini, Alfred tidak ingin jika Dianka terus memintanya untuk mempertemukan wanita itu dengan suaminya saat Dianka melihat Alfred.
Alfred tau hal ini memang tidak mudah, tapi ia sudah sangat terpikat dengan Dianka. Ia mencintai wanita itu!
Dianka adalah alasan Alfred untuk hidup, dimana lelaki itu tidak lagi berpikir untuk menyusul keluarganya yang sudah tenang di alam sana.
Sejak bertemu Dianka ia merasa dirinya punya tujuan untuk tetap bertahan, pesona Dianka membuat hatinya seolah terisi kembali oleh rasa cinta.
Alfred pun sudah tidak lagi memikirkan bagaimana keadaan Adelia, ia tidak peduli dengan istrinya disana.
Alfred bahkan lupa tujuan awalnya menikah Adelia, kini ia hanya ingin fokus pada Dianka.
Tengah malam, saat suasana sudah hening dan semua orang didalam villa sudah tertidur Alfred pun seperti biasa masuk ke dalam kamar dimana Dianka berada.
Ia membuka pintu itu dengan sangat pelan, karna tak mau membuat sang penghuni kamar itu terbangun dari tidur nyenyak nya.
Langkah kaki Alfred mendekat ke arah ranjang.
Ia menduduki tubuhnya di tepi ranjang tersebut.
Senyum manis pun Alfred tampilkan ketika melihat Dianka yang sudah terpejam dengan nafas halus yang terdengar merdu di telinga Alfred.
Perlahan tangannya menyibak helaian rambut Dianka yang menutupi wajah cantik wanita itu.
__ADS_1
Ingin rasanya Alfred ikut berbaring dan memeluk tubuh wanita yang ia cintai ini, namun ia belum berani dan takut jika Dianka terbangun nanti bisa-bisa perempuan tersebut menanyakan tentang kepulangannya.
"Aku masih bingung, bagaimana caranya agar aku bisa memiliki hatimu, Dianka?" Gumam Alfred pelan.
"Kau sangat cantik, aku tidak rela jika harus melepaskan mu. Maaf jika aku terlalu egois, tapi hanya kau lah alasan aku ingin hidup di dunia ini"
"Aku mencintai mu" Lirihnya.
Setelah mengatakan itu Alfred pun bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar, ia tidak boleh berlama-lama disana ia tidak mau sampai ketahuan Dianka.
***
Di tempat lain terlihat seorang lelaki yang tengah merokok di teras balkon.
Penampilan lelaki itu nampak kacau, dimulai dari rambut yang berantakan, brewok yang tumbuh diantara dagu dan rahang, serta pakaian kerja yang masih dikenakannya hingga tidur menjelang.
Darwin sungguh tak terurus, pria itu tak pernah memperdulikan tentang kondisi tubuhnya.
Yang ada di otaknya sekarang hanya keberadaan Dianka yang sudah dua minggu lebih hilang tanpa jejak.
Segala cara ia lakukan untuk menemukan letak dimana Istrinya berada, tapi yang ia dapat hanyalah sia-sia.
Ditengah-tengah lamunannya tiba-tiba suara pintu kamar diketuk dan membuat lelaki itu seketika sadar.
Tok Tok Tok
"Tuan, ini aku Jordan" Ucap seseorang di luar sana.
"Masuklah"
Jordan pun lantas masuk saat mendengar perintah dari atasannya.
Saat ia masuk Jordan melihat Darwin yang sedang duduk di teras balkon, ia pun berjalan ke sana dan duduk di kursi yang berada di samping Darwin.
"Ada apa?" Tanya Darwin tanpa melirik Jordan dan tetap asyik menghisap rokok di tangannya.
Jordan menghela nafas dalam, ia merasa kasihan melihat Darwin yang seperti ini. Tapi Jordan pun memaklumi jika hilangnya Dianka memang suatu hal terberat bagi lelaki itu.
"Saya ingin memberitahu informasi terbaru, Tuan"
"Katakan!"
__ADS_1
Jordan pun menyalakan iPad nya dan menunjukkan sebuah video pada Darwin.
"Ini adalah rekaman yang saya dapatkan dari CCTV jalanan, di video ini bisa Tuan lihat jika saat kita sedang mencari keberadaan Nona Dianka ke dalam hutan tanpa kita sadari jika dari arah belakang ada dua mobil yang mengikuti kita" Jelas Jordan.
Darwin melihat video itu dan alisnya mengkerut seketika.
"Mobil siapa itu? Kenapa mobil itu mengikuti mobil kita?" Tanya Darwin bingung.
"Saya sudah mengecek pemilik dari plat nomor mobil mereka, Tuan"
"Siapa pemiliknya?" Tanya Darwin penasaran.
"Mobil yang berplat nomor B 1234 AFD diketahui milik seorang lelaki yang bernama Alfred, beliau adalah pemilik perusahaan ternama di kota ini" Jelasnya lagi.
Deg!
Mendengar kata 'Alfred' membuat Darwin langsung membelalakkan matanya.
Alfred?
Apa Alfred yang dimaksud sama dengan Alfred yang ada di pikiran nya???
"Saya tidak tau apa maksud dari mereka mengikuti mobil kita tempo hari, emm.... Sebelumnya saya ingin bertanya, apakah anda tahu lelaki yang bernama Alfred ini?"
"Ya, sepertinya aku tau siapa dia! "
"Benarkah? Jika anda tau menurut anda kenapa lelaki ini mengikuti mobil kita? Dan apakah mungkin mereka mengikuti mobil kita karna ingin mencari keberadaan Nona Dianka juga?" Tanya Jordan yang ikut merasa terkejut.
Pertanyaan Jordan begitu menohok dan membuat Darwin perlahan-lahan mulai mengerti tentang semua kejadian yang ada.
"Mungkin saja! Karna Alfred dan istriku memang saling mengenal, tapi yang aku bingung disini kenapa lelaki itu mau mencari keberadaan Dianka apalagi dengan cara sembunyi-sembunyi"
Mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing, sama-sama dibuat bingung dengan peristiwa ini.
"Baiklah, setidaknya kita sudah mendapatkan sedikit celah. Saya akan mengintai kemana mobil itu pergi, karna bisa jadi mereka sudah menemukan Nona Dianka. Setelah itu barulah kita pergi ke tempat mereka berada" ucap Jordan panjang lebar.
Darwin langsung menggangguk dengan cepat.
"Aku percayakan semua padamu, Jordan. Dan aku mohon untuk secepatnya mengetahui keberadaan mereka, karna aku yakin mereka yang telah membawa istriku"
"Tentu Tuan, kami akan lakukan yang terbaik"
__ADS_1