ISTRI SEMPURNA SANG CEO

ISTRI SEMPURNA SANG CEO
Tidak Becus


__ADS_3

Siang pun berganti malam.


Kedua orang tua Darwin dan mertuanya kini sudah berada di kediaman sang anak.


Setelah mendapat kabar jika Dianka hilang mereka langsung ikut mencari keberadaan Dianka, Tomlinson selaku Ayah segera menyuruh para bawahannya untuk mencari Dianka, begitu pun dengan Edison selaku Ayah mertua.


Sedari pagi belum ada laporan dari para bawahan mereka, polisi pun belum menemukan pemilik plat nomor mobil hitam yang mereka cari.


Resa sedari tadi tak henti-hentinya menangis menyebut nama sang putri, ini adalah hal yang paling buruk sepanjang hidupnya, kehilangan sosok anak membuat resa begitu mati rasa dibuatnya.


Elva pun tak kalah cemas, namun ia berusaha untuk tetap berpikir positif dan berdoa agar menantu kesayangannya itu secepatnya ditemukan.


Elva bahkan memarahi Darwin sebagai sosok suami yang tidak becus menjaga istrinya sendiri.


Ia benar-benar dibuat kecewa pada Darwin, sudah Elva ingatkan pada anaknya itu untuk selalu memantau kemana pun Dianka berada.


Darwin hanya bisa pasrah menerima ini semua, ia mengakui jika dirinya memang tidak becus menjadi suami Dianka. Ia pria brengsekk... Sangat brengsekk!


"ARGGHHHHH........!!!!!"


Prankkk....


Seketika semua benda yang berada di atas nakas terjatuh dan pecah ke sembarang arah.


Darwin menjatuhkan semua benda itu dengan sekali pukulan.

__ADS_1


Terlihat pancaran amarah yang keluar dari dalam dirinya.


"BRENGSEKK DARWIN....!! KAU BEGITU BRENGSEKKKKK.....!!!!"


"ARGGHHH....!!"


Darwin kembali memecahkan semua benda yang berada di dalam kamarnya.


Ruangan itu kini telah berubah seperti kapal pecah, namun bedanya hal ini dilakukan dengan cara disengaja.


Darwin mengusap wajahnya kasar, ia benci pada dirinya sendiri!


Benar yang dikatakan oleh ibunya, ia adalah lelaki paling tidak becus di dunia ini.


Darwin sendiri tak peduli jika orang tua maupun mertuanya mendengar teriakkan Darwin di bawah sana.


Darwin mengedarkan pandangannya ke segala sudut, melihat betapa kacaunya kamar yang telah ia obrak abrik itu.


Namun tiba-tiba pandangan Darwin terpaku pada foto Dianka yang terpanjang di dinding kamar.


Ia pun mendekat dan mengambil figura tersebut.


Darwin duduk disisi ranjang dan melihat foto cantik sang istri yang tengah tersenyum manis.


Perlahan jari-jarinya mengusap lembut figura itu seakan sedang mengusap wajah Dianka secara langsung.

__ADS_1


Mata Darwin langsung dibuat berkaca-kaca, pria itu ingin menangis dan menumpahkan rasa rindu dan kekhawatiran yang kian menyiksa dirinya.


"Kau dimana sayang..... "


Tak terasa air mata itu pun benar-benar jatuh tepat di atas gambar wajah Dianka.


Dengan cepat Darwin menghapus sisa air matanya dan mencoba mengembalikan suasana.


Drt.... Drt.... Drt...


Di tengah keheningan ponsel Darwin bergetar dari balik saku celana, pria itu pun langsung mengambil dan mengangkat sambungan telepon.


Darwin: Hallo Jordan, apa sudah ada informasi terbaru?


Jordan: Kami baru saja mendapat informasi terkait mobil hitam yang mengikuti mobil Nona Dianka beberapa menit yang lalu.


CCTV yang bawahan saya dapatkan dari luar kota merekam jika mobil hitam itu berjalan menuju sebuah hutan.


Darwin mengernyitkan alisnya, ia masih tidak mengerti.


Darwin: Lalu?


Jordan: Saya merasa ada kejanggalan dengan mobil hitam tersebut, mereka sepertinya bukan orang biasa, bahkan polisi pun tidak bisa melacak plat nomor mobilnya. Saya takut jika Nona Dianka dibawa ke dalam mobil hitam itu.


Deg!

__ADS_1


__ADS_2