
Tanpa mereka sadari, apa yang menjadi perbincangan malam ini, antara Michael dan Zack di saksikan langsung oleh dua orang wanita yang bersembunyi di tempat dan tujuan yang berbeda.
Catherine yang juga baru tahu fakta sesungguhnya tujuan keluarga Whale membantu Laura saat itu, merasa kasihan akan gadis yang sudah dianggapnya sebagai adik sendiri. Namun, apa boleh buat semua keputusan berada di tangan James Whale. Dia sendiri saja hanya sebuah pion yang juga dimanfaatkan untuk melindungi Zack secara diam-diam seperti ini.
Sementara itu, Laura di sisi lain merasakan sesak yang luar biasa, hingga tak terasa buliran hangat mengalir di pipinya tanpa diminta. Dia bergeming juga tidak menyangka. "Beraninya kalian mempermainkan hidupku!" batinnya geram.
Bersembunyi di atas pohon rindang, dengan suasana malam yang mencekam merupakan tempat terbaik bagi keduanya. Sementara itu, Michael yang geram tak mampu lagi menahan emosinya.
Pria itu segera menyerang Zack dan pertempuran dua klan tak lagi mampu dihindari. Hanya saja seperti yang mereka harapkan, perkelahian antara keduanya terlihat tidak seimbang karena Zack terus menerus memprovokasi Michael.
__ADS_1
Awal mereka memang bertarung menggunakan tangan kosong, tetapi stamina Michael yang tak ada habisnya membuat Zack kewalahan dan akhirnya mengeluarkan senjata. "Ternyata kau cukup sulit dihadapi walaupun dalam kondisi kacau," ucap Zack menggeram.
"Dasar pengecut!" Tangan Michael juga hendak menarik pelatuk guna melumpuhkan lawan, tetapi sebuah shuriken—senjata rahasia ninja Jepang—dengan cepat melesat menggores lengannya, dan pistol pun terlepas dari genggaman.
Catherine dengan pakaian serba hitam dan wajah tertutup melayang turun dari tempat persembunyiannya. Dia mendarat tepat di depan Zack, dengan dua senjata tajam di tangannya. "Kita bertemu lagi, Michael," ucapnya menirukan suara Laura.
Tentu saja hal tersebut membuat Michael tercengang. Sebuah suara yang sangat dikenalnya benar-benar berada di hadapannya saat ini. Amarah, kecewa, sakit, dan semua rasa tak mengenakkan menghantam dadanya saat itu juga. "Kenapa kau tega melakukannya?" tanya Michael lemah.
Wanita tersebut menyerang Michael dengan membabi buta, tetapi dengan mudah Michael menghindarinya. meskipun dia sangat lemah jika pertarungan jarak dekat dengan senjata tajam seperti ini karena terbiasa menggunakan senjata api. Namun, dia berusaha sebaik mungkin untuk menghindari lawannya.
__ADS_1
“Apa kau benar-benar Laura?” Dari jarak dekat, Michael menahan kedua tangan Catherine. Meskipun semua anggota tubuhnya sangat mirip, tetapi dari sini dia tahu jika itu bukanlah Laura sebab mata mereka yang berbeda.
Tak ingin ketahuan, Catherine mengangkat kakinya berusaha menendang Michael. Namun, lagi-lagi pria itu mampu menghindar dengan baik. Meskipun harus melepaskan wanita itu.
“Kau bukan dia,” ucap Michael dengan sebuah seringai di wajahnya. Dia cukup yakin akan instingnya saat ini. Akan tetapi, lagi-lagi sebuah serangan dari belakang dia terima dari Zack di saat mereka lengah.
Tanpa sadar timah panas melesat dan bersarang tepat di dada Michael. Namun, sebelum pria itu tumbang, sebuah asap tebal memenuhi tempat perkelahian itu, hingga Catherine dan Zack hanya bisa menutup mata karena pedihnya penglihatan mereka. Lalu, di saat mereka membuka mata, sebuah mobil melesat jauh, serta Michael yang menghilang entah ke mana.
“Siapa yang berani ikut campur dengan urusan kita?” geram Zack. "Kejar mobil itu!"
__ADS_1
Catherine menatap kepergian mobil tersebut dalam diam. Meskipun tidak melihat aksinya, tetapi dia jelas tahu siapa yang menggagalkan rencana mereka kali ini. "Laura," batin Catherine cemas.
To Be Continue..