
Apa yang dilakukan Laura terhadap Michael, menyebabkan pria tersebut terpaksa harus mengikat tangan dan kaki sang istri di ranjang. Untungnya di saat paling kritis, Sam datang dan membantu tuannya untuk melepaskan diri.
Hal tersebut tentu saja menyebabkan Michael semakin khawatir dengan kondisi Laura. Dia lantas menghubungi salah satu dokter spesialis psikologi dan psikiater untuk memeriksanya terlebih dahulu. Namun, sebelum mereka tiba Nathan sudah terlebih dahulu sampai.
"Apa yang terjadi?" tanya Nathan yang baru saja tiba dengan seorang pastor di belakangnya. Dia cukup heran melihat banyaknya orang di kamar sang kakak. Terlebih lagi kondisi Laura kini diikat di ranjang.
Michael hanya menggeleng kecil. Dia sendiri bingung dengan apa yang terjadi. Keterkejutan akan perilaku Laura baru saja membuatnya juga merasa heran dan syok. Dia seolah tidak mengenal Laura yang ada di depannya saat ini.
"Apa dia yang mengalami masalah?" tanya seorang pastor di belakang Nathan, menyadarkan Michael jika ada orang lain di ruangan itu. "Sesuatu memang di tanam dalam dirinya belum lama ini. Aku bisa mencium bau napas setan."
Michael hanya mengernyitkan dahi dan tidak serta merta langsung percaya begitu saja. "Bagaimana jika apa yang Anda katakan tidak terbukti?"
"Maka biarkan saya membuktikannya," ujar pastor itu yakin. Dia hendak melangkah mendekat, tetapi lagi-lagi dihentikan oleh Michael.
"Tunggu! Bagaimana jika terjadi sesuatu pada istriku karena tindakanmu?" tanya Michael dengan sorot tajam.
"Anda bisa tetap di sini dan memastikan jika saya tidak akan melakukan hal seperti yang ada dalam pikiran Anda itu."
Mendengar hal itu, Michael pun mengalah. Dia membiarkan pastor tersebut untuk mendekat pada Laura, sedangkan Nathan langsung mendekat pada sang kakak.
"Siapa dia?" tanya Michael pada adiknya dengan pandangan fokus pada Laura.
"Pastor Vincent, eksorsis yang ada di wilayah ini," jawab Nathan.
__ADS_1
Eksorsis adalah orang yang melakukan pengusiran setan, percaya atau tidak, tetapi fakta makhluk gaib memang benar adanya di berbagai tempat. Terkadang mereka tidak mengganggu, sayangnya banyak yang memiliki niat jahat hingga merasuk dalam diri manusia. Baik secara di sengaja atau tidak. Apalagi jika manusia itu sendiri sedang dalam kondisi tidak stabil seperti yang terjadi pada Laura.
Pada dasarnya dalam diri manusia, sudah dilengkapi oleh berbagai perangkat yang dapat melindunginya dari gangguan roh jahat. Akan tetapi, perangkat tersebut kadang tidak aktif karena kalah oleh energi negatif yang mempengaruhi pikiran dan membuat manusia hilang kendali.
Hilang kendali inilah yang dapat mempertipis benteng pertahan manusia dari gangguan roh jahat. Benteng itu berupa aura yang dipancarkan dalam wujud warna-warna tertentu yang dapat melindungi dari serangan energi negatif.
Aura yang dimiliki manusia bisa saja tertutup atau semakin menipis dan lemah. Lemahnya aura ditandai dengan tipis tebalnya pancaran warnanya. Semakin tebal warna aura, semakin kuat pula pertahanannya.
Ada empat hal yang dapat menyebabkan aura tersebut tipis atau bahkan tertutup yang menjadi tanda bahwa pertahanan dirinya sedang lemah. Salah satunya adalah kemarahan yang meluap-luap akan dapat membuat dirinya hilang kontrol, sehingga auranya pun menipis bahkan tergantikan oleh aura negatif. Ketika aura negatif menggantikan posisi aura positif secara otomatis akan selaras dengan energi negatif, sehingga roh jahat akan mudah masuk dan menjadi tempat bersarang terbaik dari segala keburukan.
"Bisa kita bicara di luar, Tuan," ucap Pastor itu.
Michael dan Nathan saling beradu pandang. Namun, mereka setuju dan mempersilakan sang pastor untuk keluar lalu mengikutinya.
Michael mengangguk. "Kami baru saja membawanya pergi dari Betharia?"
"Betharia?" Pastor itu menghela napas berat. Pantas saja aura roh jahat yang bersemayam dalam diri Laura terasa begitu pekat.
Betharia tidak hanya terkenal bagi mereka penduduk di perbatasan, tetapi juga cukup tersohor di kalangan eksorsis dua negara. Kepercayaan mereka yang pekat dan menakutkan terlanjur menjadi momok turun temurun.
"Apa benar-benar ada masalah?" Kali ini Nathan yang bertanya karena merasa penasaran.
"Betharia adalah daerah yang terkenal dengan para pengabdi setan. Mereka melakukan ritual khusus untuk pemujaan dengan mengorbankan manusia lainnya demi meraih sesuatu seperti apa yang diperintahkan bisikan ghaib. Bagi para pengusir setan seperti kami, tentu saja kami sangat mengenal daerah itu. Bisa jadi apa yang terjadi dengan wanita ini karena suatu hal dalam dirinya yang kemudian dimanfaatkan oleh kaum Betharia," terang sang Pastor menjelaskan apa yang terjadi sebelum bertindak.
__ADS_1
"Lalu, apa yang bisa kami lakukan?" tanya Michael.
"Jika, Tuan mengizinkan. Kami akan melakukan ritual pembersihan. Tapi, aku tidak bisa melakukannya seorang diri. Untuk sekarang biarkan seperti ini dulu, dan aku akan membawa beberapa pastor lainnya besok kalau Anda mengizinkan," ucap Pastor tersebut.
"Tentu saja kami mengizinkan," jawab Michael mendahului sang akak, tetapi dengan cepat mendapatkan tatapan tajam Michael.
Bukan hal mudah baginya untuk menerima hal yang berada di luar nalar. Apalagi jika yang mereka lakukan kelak menyakiti Laura. Michael tidak ingin salah langkah dan memilih untuk berhati-hati. "Apa jaminannya Anda tidak menipu kami?"
Pastor itu tersenyum. "Semua pilihan ada di tangan Anda, Tuan. Ritual pembersihan pun tetap disaksikan langsung oleh pihak keluarga. Jadi, Anda bisa memastikan jika kami tidak melakukan hal yang membahayakannya."
Ekspresi yang ditunjukkan Michael cukup dimengerti oleh pastor itu. Tidak semua orang memercayai hal-hal ghaib dan lebih percaya pada medis. "Anda tidak perlu risau, Tuan. Pikiranlah tawaran saya terlebih dahulu. Tapi, jangan terlalu lama mengulur karena semakin lama pembersihan diundur. Maka mereka akan sulit untuk dibersihkan dan akhirnya akan mengambil alih tubuh istri Anda."
"Baiklah."
Pastor tersebut berbalik hendak mengundurkan diri, tetapi kembali menatap Michael untuk sejenak. "Oh iya, Tuan. Jika tengah malam nanti terjadi suatu hal yang tidak wajar. Jangan ada yang mendekati Nyonya! Apalagi melakukan kontak fisik. Karena hal itu bisa membahayakan kalian. Mereka bisa menyamar menjadi siapa saja dan menipu manusia dengan segala tipu daya. Jadi, berhati-hatilah! Saya permisi dulu."
Setelah mengutarakan pesannya, pastor tersebut meninggalkan Michael dan Nathan yang masih berdiri di tempatnya. Sementara itu, Michael hanya menatap kepergian pastor hingga punggungnya menghilang dari pandangan.
Dia lantas kembali ke kamar, menatap Laura yang masih terdiam di atas ranjang dengan tubuh terlentang. Padahal kondisi fisiknya masih terluka, tetapi masuk harus mengalami hal yang tak terduga pula. "Aku akan melakukan apapun untuk membawamu kembali padaku," gumam Michael dalam hati.
Ada perasaan tidak tega membiarkan Laura dalam kondisi terikat seperti itu. Namun, dia bisa apa? Laura tak hanya berusaha menyakiti orang lain, melainkan dirinya sendiri juga. Jadi, untuk sementara ini hanya itu, hal terbaik yang bisa Michael lakukan demi keselamatan Laura.
Dia bahkan rela tidur di sofa demi memastikan selalu berada di dekat wanitanya. Sungguh suatu ujian yang berat bagi keduanya pasangan bahkan tidak pernah saling romantis itu.
__ADS_1
To Be Continue...