Istri Tawanan Tuan Arogan

Istri Tawanan Tuan Arogan
Chapter 43: Daerah Betharia


__ADS_3

Berhari-hari sudah pencarian Laura secara sembunyi-sembunyi dari pihak Michael tak membuahkan hasil. Namun, mereka tidak mudah putus asa dan terus mencari kemungkinan terkecil hal yang bisa terjadi.


Kini Argon dan Michael berada di persembunyian mereka untuk mengatur kembali siasat. Sosok Argon yang terbiasa dengan perencanaan matang dan tidak bertindak gegabah mengakibatkan sang putra lebih berhati-hati pula. Mereka tidak ingin kesalahan sebelumnya kembali terulang dan berakhir dengan masuk ke jebakan batman yang hanya akan menguntungkan James Whale.


"Ke mana lagi kita harus mencari, Pa. Selain tempat-tempat yang sudah kita tandai, daerah itu merupakan wilayah kekuasaan James Whale," ujar Michael merasa frustrasi karena kini telah banyak tanda silang sebagai penanda tempat pencariannya.


"Ada satu daerah lagi yang bukan wilayahnya. Tapi sangat sulit memasuki daerah itu. Mungkin hanya satu orang yang bisa pergi sendiri nantinya."


"Di mana, Pa?"


Tangan Argon menunjukkan titik di mana lokasi yang dia maksudkan. "Di sini adalah tempat di mana para wanita terasingkan. Tidak boleh ada senjata dari luar, tidak ada kemampuan bela diri dari pendatang, kecuali orang mereka yang terpilih dan satu hal yang pasti. Di sana tidak ada pria."


"Jika tidak ada pria artinya?" tanya Michael melebarkan mata memikirkan suatu daerah.


Argon mengangguk melihat putranya tercengang. "Hanya ada wanita di daerah itu. Di sanalah tempat Betharia berada."


Sering disebut "Betharia", faktanya di sana adalah tempat tinggal seorang wanita bangsawan Chameleon yang secara luas dianggap sebagai pembunuh berantai wanita paling gila dalam sejarah .


Sepanjang tiga puluh tahun terakhir, Betharia dilaporkan memikat para petani muda pria ke istananya dengan janji pekerjaan bergaji tinggi sebagai pelayan, atau pengawal di kediaman. Selain petani, mereka juga mencoba memikat para pendaki gunung yang tersesat dan berhati buruk. Alih-alih menolongnya, Betharia malah membawa mereka ke kediaman dengan kecantikan yang ada. Namun, faktanya tak satu pun dari mereka berhasil kembali secara hidup-hidup setelahnya. Bahkan terkadang hanya menyisakan tulang belulang yang terpisah terbawa arus sungai.


Menurut kabar yang beredar, semua ini bermula karena Betharia yang awalnya hanya seoang gadis bangsawan biasa selalu diperlakukan tidak adil oleh pria. Bahkan dengan terang-terangan suaminya menyetubuhi wanita lain di depannya. Hal tersebut pula yang mengakibatkan sisi psycopath dalam diri Betharia menguar dan mengubah daerah tinggalnya menjadi penjara bagi lelaki yang suka menginjak-injak harga diri wanita.

__ADS_1


Dia sendirilah yang membunuh suaminya karena terlalu banyak menyiksa gadis desa yang tak berdosa. Bahkan memaksakan napsu selayaknya seorang masokis, dan memaksa istrinya menyaksikan secara langsung perbuatannya.


Akibatnya, Betharia yang dulunya lemah lembut kini berubah setelah mentalnya terguncang oleh suaminya sendiri. Bukan hanya membunuh suaminya, dia juga membantai seluruh pria di desa karena mereka memiliki sifat yang sama saja dan tak jarang memperdagangkan istrinya sendiri di muka umum.


Setelah berhasil membantai seluruh pria di daerah tersebut, kini hanya tersisakan para wanita karena mereka yang memiliki nasib sama memilih berkumpul menjadi satu dalam satu wilayah di bawah perlindungan Betharia. Oleh sebab itulah, kini masyarakat umum menyebutnya daerah terlarang bagi pria.


Semenjak saat itu, tidak ada satu orang pun yang berani mengusik tempat tersebut. Baik dari kalangan para mafia atau pemerintah setempat. Akan tetapi, para wanita yang datang ke sana masih dibiarkan hidup. Hanya saja dengan kondisi lidah yang terpotong jika ingin keluar dari tempat tersebut, sedangkan untuk pria, masih tidak ada kata ampun bagi mereka. Hanya bisa kembali dengan menyisakan nama.


"Terlalu besar resiko yang harus kau tempuh jika ingin mendatangi tempat itu. Lagi pula kau ini pria, Mich," ucap Argon memindai tubuh putranya yang jelas-jelas jantan dan kekar. Bahkan buli halusnya terpampang nyata di beberapa tempat dan wajahnya.


"Kakak 'kan pria gemulai. Tinggal di permak sedikit sudah cocok jadi wanita." Nathan yang baru saja datang, tiba-tiba menimbrung obrolan serius ayah dan kakaknya.


Dalam kelompok mereka memang tidak ada wanita yang bisa melakukan penyamaran. Bukannya marah, Michael malah memindai tubuh sang adik yang terbilang masih kinyis-kinyis. "Berapa usiamu tahun ini?" tanya Michael.


Sebagai seorang pria berkulit putih bersih, tampak wajah Nathan bisa dibilang lebih ke cantik daripada tampan, dengan bibir tebal yang sering Mich lihat di kebanyakan wanita. Apalagi ditambah dengan adanya tahi lalat yang ada di ujung hidungnya. Bulu mata yang panjang dan lentik milik Nathan, menyebabkan Mich tersenyum licik, kini dalam pemikirannya rambut panjang bergerak seiring embusan angin melambai-lambai sepertinya sangat cocok dengan sang adik.


"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanya adiknya bingung. Kali ini dia sedikit takut dengan senyuman yang terlihat di wajah kakaknya. Bulu romanya seketika bergindik ngeri menatap seringai tipis dari Michael.


Nathan sontak menyilangkam kedua tangan di depan dadanya. Ekspresi kakaknya saat ini seperti pria hidung belang yang menemukan mangsa. Namun, dengan genit Michael malah menekan lengan sang adik.


"Tanganmu tak berotot, dan cukup lembek, cocok seperti wanita." Tangan Michael lantas beralih ke dagu adiknya. "Jakunmu bahkan belum tumbuh, suaramu bisa jadi seorang wanita jika berbicara lebih lirih. Kau bahkan tak memiliki jambang atau kumis sama sekali, bagus."

__ADS_1


"Hei! Apa yang kau rencanakan kali ini, Kak?" Terkejut akan kalimat sang kakak dan merasakan firasat buruk. Nathan seketika berdiri dari posisinya, sedangkan sang ayah hanya mengamati sambil tersenyum kecil melihat tingkah keduanya.


"Sekali-kali jadilah berguna untuk Kakakmu ini! Apa kau ingin membiarkan aku menduda seumur hidup jika istriku tak kunjung kembali. Sekarang waktunya bagimu untuk menyelamatkannya dari Betharia."


Nathan menggeleng kecil sambil berdecak. "Kau memang kakak yang kejam. Apa maksudmu kau ingin mengubahku menjadi seorang wanita demi masuk ke daerah itu?"


"Haruskah seperti itu?" Michael ikut berdiri. Dia mengitari tubuh sang adik dengan genitnya. "Bagian mana sebaiknya yang harus aku ubah supaya kau menjadi wanita seutuhnya? Bisa gawat kalau sampai mereka tahu kau adalah pria. Bisa-bisa mereka menahanmu dan memperkosamu sampai mati. Papa, sepertinya kita harus mencari dokter bedah terbaik."


"Papa! Jangan biarkan Kak Michael melakukan hal itu padaku. Aku masih pria normal yang menyukai lubang. Kenapa kau harus mengubahku menjadi lubang." Nathan mencoba mendekati sang ayah dan berusaha mencari perlindungan.


Akan tetapi, Argon malah sedikit tertawa akan tingkah keduanya. "Sudahlah, Mich. Jangan menggodanya! Nathan." Kali ini Argon meletakkan tangannya dan menggenggam tangan sang putra.


"Saat ini kami sedang membutuhkan bantuanmu. Kau tahu betapa berharganya Laura bagi Papa dan kakakmu. Papa mohon, setidaknya biarkan Papamu ini mati dalam damai setelah melihat kalian semua bahagia."


"Tapi, Pa. Bagaimana jika terjadi sesuatu denganku di sana?"


"Kami akan selalu mengawasimu. Aku juga tidak mungkin membiarkan adikku satu-satunya kenapa-napa."


Nathan hanya bisa menghela napas berat. Tidak menyangka kedatangannya kali ini hanya akan membawa petaka bagi dirinya sendiri. Jika tahu seperti itu, maka dia akan mengurungkan niat untuk menimbrung obrolan yang terjadi antara kakak dan ayahnya tadi. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Mungkin hanya ini yang bisa dia lakukan sebagai seorang anak dan adik demi orang-orang terkasihnya.


"Baiklah! Aku mengalah. Tapi kau harus memastikan keselamatanku. Dan jika aku berhasil membawa kakak ipar keluar dari tempat itu. Kak Mich dan Papa harus membayar harga yang sangat mahal untukku."

__ADS_1


To be Continue....


__ADS_2