Istri Tawanan Tuan Arogan

Istri Tawanan Tuan Arogan
Chapter 52: Pembersihan


__ADS_3

Dua orang pastor yang bertugas melakukan eksorsisme di daerah itu pun tiba. Pastor Vincent membawa satu seniornya yang tampak berusia lebih tua, dengan rambut yang sudah mulai beruban. Keduanya memasuki ruangan di dampingi oleh Nathan setelah mendapatkan panggilan. Meskipun Pastor Vincent sudah menduga jika hal ini akan terjadi.


Michael pun segera beranjak dari posisinya untuk mendekati kedua orang itu. Rasa khawatir, putus asa, bingung dan tak karuan tergambar jelas di wajahnya meskipun tidak menjelaskan secara langsung.


"Apa dia melakukan hal aneh?" tanya Pastor Vincent pada Michael.


Michael hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Tanpa menjelaskan, Pastor Vincent mengerti apa yang terjadi melihat tanda kekerasan di leher Michael yang semakin jelas. Begitulah yang terjadi di saat roh jahat mengambil alih tubuh manusia. Dia akan melukai orang lain, atau dirinya sendiri dengan membisikkan kata-kata ghaib agar korban melakukan tindakan ekstrem, bahkan sampai bunuh diri.


"Kami akan melakukan ritual pembersihan. Jangan ada yang mendekat apalagi melakukan kontak fisik apapun yang terjadi!" ucap Pastor Vincent memperingatkan sambil menyalakan beberapa lilin di sekitar ruangan itu.


Sementara itu, salah satu pastor bergerak mendekat ke arah Laura dan mulai bertanya sambil memprovokasi. "Siapa namanya?" tanya Pastor itu pada Laura. Tatapan keduanya bertemu dengan begitu sengit. Samar-samar pastor itu mendengarkan bisikan gaib. Namun, dengan tenang dia tetap menangani pasiennya sambil mengucapkan doa.


Melihat ketenangan sang pastor, Laura bergeming, kepalanya bergetar seolah menolak manusia yang kini di hadapannya. Namun, pastor itu tidak mudah menyerah begitu saja dan terus mengucapkan doa sambil bertanya. "Kau tahu siapa dia? Katakan padaku siapa namanya!" tegasnya lagi.


Seakan bereaksi akan apa yang terjadi, Laura mulai menunjukkan kembali perubahan dalam dirinya. Bola mata wanita tersebut tiba-tiba saja berputar dan memperlihatkan bagian putih sepenuhnya, mulutnya pun menganga, mengeluarkan bau busuk yang tidak biasa dan tampak seperti ada monster dalam dirinya, hingga suara seperti binatang terdengar keluar dari dirinya.


Tubuh Laura mulai gelisah dan bergetar hebat, sesuatu dalam dirinya kini bergejolak mulai menunjukkan wujud aslinya yang mencoba melepaskan diri. Tangannya tak berhenti bergerak sedari tadi menambah suasana yang mencekam di kamar itu.


Dengan segera Pastor memulai ritual pengusiran setan. Dia meraih kitab dan air suci yang dibawa, serta menyiratkannya ke tubuh Laura sambil merapalkan doa. "Kau tahu siapa dia! Katakan padaku!"


Bukannya menjawab, wanita tersebut malah menoleh pada Michael yang berada di samping sambil menyeringai. Sebuah senyum yang sangat mengerikan bagi siapa pun yang menatapnya, terutama Nathan. Akan tetapi, sedetik kemudian Laura kembali berubah ekspresi.

__ADS_1


"Michael, mereka menyakitiku," ucap Laura memelas. Dia merintih seakan pastor di depan baru saja menyiksanya.


Wanita tersebut juga menangis, menyebabkan kebimbangan dalam diri Michael semakin menjadi-jadi ingin menghentikan ritual ini. Namun, Pastor Vincent di sampingnya pun menyadarkan Michael akan apa yang tengah terjadi. "Jangan dengarkan apa yang dia katakan! Iblis sedang mengambil alih tubuh istrimu dan mencoba memprovokasi."


Pastor yang menjalankan tugas lantas mengucapkan doa. Dia menempelkan salib tepat di dahi Laura dan kembali bertanya, "Siapa namamu? Katakan sekarang!"


"Michael, sakit!"


Tak henti-hentinya Pastor mengucapkan membacakan doa dalam kitab. Namun, Laura terus menjawab, menyangkal, dan menghina setiap kata yang diucapkan pastor itu. "Dia tidak ada di sini! Dia tidak akan mendengarmu. Tuhan sudah mati!"


Tanpa mendengarkan ocehan iblis pastor itu terus mengucapkan doa. Akan tetapi, Laura juga tak henti-hentinya merancau. "Dasar pendosa! Kau hanyalah seorang pembohong belaka! Michael, tolong aku ini sangat menyakitkan!"


Akan tetapi, lagi-lagi sang iblis merancau tak karuan. Bukannya menjawab, dia malah menyebutkan setiap dosa masa lalu yang bisa menyebabkan dang pastor menjadi lemah. Iblis bahkan tak segan-segan memberikan gambaran masa lalu pastor itu agar goyah.


Sayangnya, iman dalam diri pastor tersebut cukup kuat. Semakin iblis menghasut pastor itu, maka semakin keras juga doa yang diucapkannya. "Katakan siapa namamu!"


Di bawah tekanan yang kuat, Laura akhirnya membuka mulut sambil meneriakkan sebuah nama.


Nama tersebutlah yang akhirnya digunakan oleh pastor untuk memerintahkan iblis pergi dari tubuh Laura.


Laura menjerit kesakitan, dia meronta-ronta hingga akhirnya memuntahkan rambut-rambut kecil, serpihan kayu dan logam maupun paku. Lengkap dengan darah hitam yang pekat dan berbau busuk. Sesaat setelahnya, Laura pun lemas tak berdaya dan wajah juga tubuhnya kembali ke keadaan semula.

__ADS_1


Iblis memang terkadang menampakkan diri melalui orang yang kerasukan. Sebisa mungkin tidak ada yang kena sentuh ketika dia memprovokasi manusia, terutama saat ada kontak fisik selama ritual.


Ketika dia sekakitan maka manusia yang dirasuki akan menjerit, kelojotan dan muntah-muntah. Itulah kenapa eksorsisme dilakukan di ruangan tertutup.


"Syukurlah iblis yang tertanam dalam diri, Nyonya sudah bisa dibersihkan. Kami akan memeriksa beberapa hari kemudian perubahan dalam dirinya. Apakah beliau memerlukan ritual lagi atau tidak. Tapi, jika roh itu benar-benar belum bersih, dia akan menunjukkan kembali gejala lainnya di kemudian hari. Anda bisa menghubungi kami saat itu juga," ucap sang pastor menjelaskan.


"Apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" tanya Michael.


"Anda bisa berfokus pada penyembuhan Nyonya, Tuan. Setelah roh jahat bersih dari tubuhnya Anda bisa memanggil tenaga medis dan terapis untuk berfokus pada trauma yang terjadi sebelumnya. Dan juga penyembuhan luka dalam diri, Nyonya saat ini."


Michael mengangguk paham. Rasanya sungguh melegakan bisa melewati ritual menegangkan yang bahkan tak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Kedua pastor itu pun lantas undur diri, sedangkan Nathan memanggil beberapa pelayan untuk membersihkan ruangan.


Michael melepaskan tali yang mengikat tiap sisi tubuh Laura. Tanpa terasa buliran hangat mengalir di sudut matanya. "Seandainya saja aku bisa menggantikanmu menanggung semua rasa sakit itu. Pasti aku sudah menukarnya sejak dulu," ucapnya sambil membelai lembut pipi Laura yang kini mulai menunjukkan rona.


Dalam hati Michael berjanji, untuk menemukan siapa dalang dari kematian ibu Laura yang sesungguhnya. Dengan berbagai cara, Michael akan membuktikan jika dia dan sang ayah tidak bersalah dan berusaha meraih kepercayaan Laura. Menunjukkan pada gadis itu jika dia tidak sendirian di dunia. Masih ada orang-orang yang menyayanginya dengan sepenuh hati dan bersedia melakukan apapun untuk membantunya.


Dia tidak akan lagi membiarkan Laura memendam dendam seorang diri, serta berusaha mengambil hati gadis itu. Bagaimana pun caranya. Meskipun dia harus menerima penolakan setelah ini.


To Be Continue..

__ADS_1


__ADS_2