Istri Tawanan Tuan Arogan

Istri Tawanan Tuan Arogan
Chapter 46: Mereka Datang


__ADS_3

Perjuangan Nathan untuk memasuki wilayah Betharia tidaklah mudah. Dia harus merelakan penampilannya yang tampan dan rupawan, menjadi wanita gemulai bersuara lembut dengan rambut panjang.


Seandainya tidak mengamati dengan seksama, Laura pasti tidak akan bisa menyadari hal itu tadi. Bahkan cara Nathan merajuk sangat mirip dengan seorang remaja wanita yang tak mendapatkan sebongkah coklat di hari valentine oleh kekasihnya. Dia benar-benar totalitas dalam memainkan peran. Akan tetapi, tidak sampai operasi juga seperti Ratu.


"Maaf jika pertanyaanku melukaimu." Sejenak Laura menghentikan kalimatnya. Pandangannya menerawang entah ke mana. Tapi, benarkah Michael mengirimmu kemari? Untuk apa? Memastikan aku sudah mati atau belum?" Laura berusaha tak menatap Nathan. Rasa sesak dan bersalah kembali menyeruak dalam dirinya, mengingat kesalahan yang dia perbuat pada Argon. Akan tetapi, jika bukan Argon. Siapa lagi yang memerintahkan John untuk membunuh ibunya. Secara pria itu kan anak buahnya.


Pengkhianatan akan kepercayaannya pada keluarga Whale terasa seperti pukulan telak bagi Laura. Apa yang terjadi padanya saat ini membuat gadis tersebut sadar, jika tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa dipercaya kecuali dirinya sendiri. Namun, sayangnya dia lagi-lagi harrus bertahan dengan belas kasihan orang lain demi bertahan hidup.


"Percayalah. Kak Mich akan gila jika dia mengetahui secara langsung apa yang terjadi denganmu saat ini." Nathan memindai setiap inci tubuh Laura yang kini hanya bisa berbaring. Luka yang kering dengan penyangga leher dan perban di kaki menyadarkan pria itu, kalau Laura mengalami kecelakaan yang sangat serius kali ini. Jadi, bagaimana bisa dia membawa kabur Laura nanti, terlalu beresiko.


"Dia sungguh mengkhawatirkan aku? Ah, aku lupa. Aku adalah adiknya," ucap laura terdengar kecewa. Gadis tersebut kembali mengingat saat-saat di mana dia dan Michael bersama. Meskipun tak ada kesan romatis di tiap harinya, tetapi fakta jika mereka adalah saudara kandung tetap saja menyayat hati Laura.


Tanpa sadar buliran hangat membendung di pelupuk matanya. Apakah benih-benih cintanya benar-benar tumbuh pada sang kakak?


Entahlah, tetapi di ambang kematiannya Laura hanya bisa mengingat kenangan bersama Michael.


Saat di mana dia dan ibunya menemukan pria yang tengah terluka saat itu. Di sanalah sebenarnya sosok Michael telah berhasil mencuri hati Laura remaja. Namun, sayangnya lagi-lagi kenyataan hidup seperti batu yang selalu menghimpitnya tanpa ampun. Tak hanya menyesakkan, tetapi juga melukainya secara perlahan.


"Hei! Apa kecelakaan itu membuatmu jadi amnesia? Sejak kapan kau menjadi adik Kak Mich. Jelas-jelas kalian adalah pasangan suami istri. Asal kau tahu saja, dia bahkan sampai berlutut memohon padaku menjadi seperti ini demi membawamu keluar dari sini karena tak ingin mejadi duda muda. Jadi, jangan asal bicara, Kakak Ipar!" Nathan menghentikan kalimatnya dan mengitari pandangan ke segala arah. "Tapi, bagaimana caraku bisa membawamu keluar dari tempat ini?"

__ADS_1


"Bodoh, apa kau tidak sadar sudah masuk ke tempat yang salah? Kau bahkan akan kesulitan mengeluarkan dirimu sendiri dari tempat ini jika tidak segera pergi sebelum pagi hari. Apalagi jika mereka tahu kau adalah—"


Belum sempat Laura melanjutkan kalimatnya Nathan sudah terlebih dahulu membekap mulut gadis itu dan mengisyaratkan padanya untuk diam. Desa tersebut adalah sebuah tempat yang sepi, tetapi mengapa ketika malam hari tiba bukannya kesunyian yang ada malah sebaliknya.


"Apa tempat ini selalu seperti ini? Kau dengar itu?"


Samar-samar Laura mencoba memahami apa yang dimaksudkan oleh Nathan. Biasanya tempat ini menjadi sangat sepi ketika menjelang tengah malam, tetapi tiba-tiba saja deru kendaraan bermotor seakan hendak menyerbu mereka.


Tak lama kemudian, Elena pun masuk ruangan tanpa permisi. Dia menulis dengan tangan bergetar seolah sedang diburu sesuatu. "Mereka datang kemari. Kalian harus diam dan bersembunyi di sini!''


Setelah menyampaikan pesan, Elena pergi ke luar.


"Zack dan anak buahnya juga nekat datang kemari, mereka bahkan tidak melepaskanku setelah aku berada di tempat ini," ucap Laura dengan sorot membara.


Beberapa hari sebelumnya Elena memang sudah mengatakan padanya jika tempat ini sangat aman. Simpang siur dia pun mendengar kisah di balik adanya Daerah Terlarang ini. Setiap anak buah Zack yang bergerak atau mencoba menyusup ke daerah ini akan selalu berakhir dengan tidak baik.


Mereka di bawa ke sebuah bangunan utama yang terletak di ujung daerah tersebut. Entah apa yang terjadi di sana, tetapi tak jarang Laura melihat mereka keluar dengan tak lagi bernyawa.


Beruntungnya meskipun Elena adalah seorang tunawicara, tetapi perempuan paruh baya itu suka bercerita dengan bukunya untuk menghibur Laura agar tidak bosan.

__ADS_1


Menurut cerita Elena, setiap orang yang dibawa ke bangunan utama itu akan terjebak di kastil bangsawan Betharia. Para pria ini lantas mengalami siksaan yang tak dapat digambarkan. Beberapa dipukuli atau ditusuk dengan jarum, sementara yang lain ditelanjangi dan dibiarkan membeku atau terpanggang di tempat penyiksaan yang sudah di sediakan.


Elena bahkan berkata jika Betharia mandi dengan darah dari korbannya, dan percaya bahwa itu akan membuat kulitnya bersinar dan awet muda. Tak sedikit pria yang sudah menjadi korban Betharia. Hanya dari cerita Elena diduga ada ratusan pria yang berakhir di tangan sang pemilik daerah terlarang.


Bulu roma Nathan seketika bergindik ngeri mendengar cerita Laura. "Apa dia benar-benar wanita? Kenapa terdengar lebih kejam daripada Kak Michael." Nathan berbicara dengan sangat lirih. Rasanya sangat sulit untuk bernapas akibat dongeng itu.


Melihat ketakutan dalam diri Nathan, entah angin dari mana jiwa penggoda Laura pun muncul. "Kau tahu apa yang lebih kejam dari semua itu?"


"Apa?" tanya Nathan penasaran sekaligus takut.


"Mereka akan menelanjangi pria dan meletakkannya dengan diikat hidup-hidup di sebuah meja panjang. Lalu para wanita akan berkumpul dan mengiris daging pria itu sedikit demi sedikit seperti juru masak yang membuat Sushi. Lalu mereka—"


"Akh, cukup cukup. Jangan menceritakan lebih jauh lagi! Aku tidak akan bisa membayangkan diriku berada di posisi itu." Nathan menggeleng cepat, kedua tangannya diletakkan di sisi kepala guna menutup kedua telinganya.


Laura pun menggerakkan tangan dan memberikan isyarat pada Nathan agar mendekat. Perlahan pria tersebut membungkukkan tubuh dan jarak keduanya pun semakin sedikit. Bahkan helaan napas Laura bisa dirasakan oleh Nathan.


"Mereka bilang Betharia sangat menyukai pria gemulai yang mulus dan halus sepertimu. Terlihat seperti seekor babi yang siap untuk dibedah kapan saja," bisik Laura.


Sontak Nathan berdiri mematung dari posisinya. Kedua bola matanya membelalak seakan bersiap keluar dari tempatnya. Selama ini dia memang merawat diri karena terlalu menyukai karakter seperti boyband Korea. Namun, tak menyangka hal ini akan menjadi petaka baginya di sini. "Kakak Ipar, kita harus keluar dari tempat ini sekarang. Aku berjanji tidak akan menyukur jambangku lagi. Lebih baik menjadi pria mengerikan yang penuh dengan bulu seperti Kak Mich. Ayo cepat kita pergi!"

__ADS_1


To Be Continue....


__ADS_2