Istri Tawanan Tuan Arogan

Istri Tawanan Tuan Arogan
Chapter 80


__ADS_3

Suara desing peluru dan gemuruh senapan serbu menjadi saksi bisu, dua kubu saling berseteru. Di mana meskipun tanpa pemimpin sesungguhnya, markas King Master tidak mudah untuk dikalahkan. Sesekali kedua kubu saling melemparkan granat dan pelontar lainnya. Segala cara ditempuh demi membobol pertahanan lawan. Namun, mereka tetap saja hanya bisa menyerang dari jarak jauh dan terlalu sulit untuk menjangkau markas.


Banyaknya anggota yang dikerahkan John, nyatanya tak cukup menembus pertahanan lawan. Leo memimpin pertempuran dengan sangat apik, penuh strategi, dan teratur menyebabkan mereka kesulitan mencapai tujuan, apalagi untuk sekedar berniat bernegosiasi.


John hanya bisa menyimpan dalam hati niatnya untuk mengambil alih pasukan King Master agar berada di pihaknya. Karena perlawanan memang tak memberikan jeda guna kedua kubu saling berbicara.


"Lemparkan granat khusus!" perintah Leo pada beberapa anak buahnya.


Beberapa granat kaleng layaknya sebuah cat pilok mulai beterbangan memenuhi berbagai tempat. Pihak lawan yang awalnya saling menjaga tidak mengira apa isi yang ada di dalam benda itu, dan malah menatapnya dengan heran.


Bentuk tabung, kecil, dan memiliki sebuah ring yang nantinya ditarik oleh anak buah Leo, lalu dilempar ke arah musuh, granat khusus itu bisa menghabisi sejumlah orang yang berada di masuk dalam radius ledakan. Meskipun bentuknya beragam, tetapi senjata itu adalah granat mematikan. Namun, granat kali ini bukanlah granat biasa yang bila dilempar hanya meledak begitu saja. Akan tetapi, granat yang berisikan fosfor putih.


Tak butuh waktu lama, begitu granat-granat itu terlontar dan meledak setelah ring-nya ditarik, lantas memunculkan awan putih. Para anak buah John mengamati benda yang terarah pada mereka itu. Namun, siapa yang mengira jika semua itu cukup mematikan karena terbuat dari fosfor.


Fosfor putih adalah bahan yang sangat mudah terbakar. Sekali zat ini menyentuh kulit, bisa membakar orang tersebut tidak hanya kulit, melainkan sampai ke tulang-tulang. Radius ledakan dari granat pun tidak main-main, dan jangkauannya juga cukup luas. Hingga menyebabkan beberapa anak buah John sontak menggeliat kesakitan, layaknya cacing kepanasan, lalu berakhir dengan tewas karena mengalami luka bakar yang cukup parah di tubuhnya.


"Good. Serahkan sisanya padaku!" ucap Laura pada Leo, lantas membidik dari jarak jauh sisa-sisa manusia yang masih berusaha menerobos.


Wanita itu lantas turun dari posisinya, sedangkan beberapa anak buah John yang tersisa lagi-lagi ditembak mati oleh anak buah Leo dan Laura. Mereka segera bergerak maju setelah efek dari fosfor itu menghilang untuk mengepung posisi John saat ini.


"Sialan! Mundur!" Melihat anak buahnya hanya tersisa beberapa ketul, sedangkan banyak anak buah Michael yang masih selamat membuat nyali John sedikit menciut. Jika tidak segera melarikan diri, bisa-bisa dia menjadi korban kebrutalan anak buah Michael dan istrinya nanti, sedangkan John belum ingin mati saat ini.


Nyatanya meskipun semua persiapan dilakukan dengan sangat matang dan tanpa pemimpin utama. Markas tersebut hanya mengalami kerusakan bangunan, sedangkan korban yang berjatuhan pun tidak seberapa dibandingkan dengan John yang hampir tak tersisa anak buah yang di bawa.

__ADS_1


"Jangan biarkan pria itu lolos dan bersihkan sisanya!" ucap John melihat di mana kendaraan yang ditumpangi John tampak bergerak mundur.


Dengan segera Leo beserta beberapa anak buah lainnya pun mengambil kendaraan. Namun, belum sempat Leo masuk ke kursi kemudi, Laura sudah lebih dulu menyerobotnya. "Apa yang kau lakukan?"


"Jangan banyak tanya! Cepat masuk sebelum dia melarikan diri," ucap Laura lantas menyalakan kendaraan dan menancap pedal gas begitu saja. Padahal Leo belum sempat menutup pintu di sampingnya dan membuatnya sontak terbentur ke belakang seketika.


Leo yang tersentak sedikit terguncang. Wanita di sampingnya tampak cukup bar-bar ketika mengemudi. "Apa kau yakin lolos SIM dengan cara yang legal."


Laura hanya menoleh sekilas sambil menyeringai. "Kau benar-benar pria tua menyebalkan yang hanya bisa meremehkan orang lain."


Beberapa kendaraan mulai terlihat kejar-kejaran di jalur tak beraturan. Leo di ikuti beberapa anak buahnya mengejar mobil yang berisikan John di dalamnya. Namun, mereka juga dihalang-halangi oleh satu mobil anak buah John yang masih tersisa.


Sesaat kemudian, mereka mulai memasuki jalur lurus, membuat kedua mobil offroad itu berhasil mengimbangi kecepatan. Hingga Laura pun mengemudi tepat berada di samping mobil salah satu anak buah John.


"Pertahankan kecepatan!" Leo memberikan perintah lantas menurunkan sedikit kaca mobil. Dia mengeluarkan pistol di tangannya dan beberapa kali menembak supir yang mengemudikan mobil lawan hingga tewas.


Beberapa kendaraan di belakang tampak kalang kabut menghindari mobil yang terbakar hebat itu, sedangkan seorang pria yang menyaksikan kejadian di belakangnya jelas geram. "Wanita sialan! Cepat tancap gasnya lebih dalam lagi!" umpat John yang kini menjadi satu-satunya sasaran empuk anggota King Master.


John kehilangan arah dan amarah menguasai dirinya karena merasa diremehkan oleh kemampuan gadis kecil itu lantas menurunkan kaca mobilnya. Padahal melarikan diri sudah cukup menginjak-injak harga dirinya, tetapi tampak mereka memang tak berniat melepaskannya. Dia menembak ke belakang di mana Laura mengemudi tepat di depannya.


Beberapa kali tembakan hanya menghasilkan bekas di body mobil karena Laura yang lihai memainkan keahliannya. "Sialan!" umpat John lantas mengambil senjata lainnya di mobilnya.


Namun, dari dalam kendaraan Laura malah menyeringai mengejek, sedangkan Leo masih berpegangan di bagian atas dengan satu tangan karena trik mengemudi Laura yang sangat mengerikan dan tak pernah dia bayangkan sebelumnya.

__ADS_1


"Cih, mereka mau mencoba keahlian wanita ingusan ini. Leo, apa kau siap?" tanya Laura langsung menancap gas lebih dalam lagi hingga membuat mereka melaju dengan kecepatan tinggi.


"Apa? Siap untuk apa?" ucap Leo gelagapan sekaligus berdebar merasa adrenalinnya saat ini benar-benar dipacu oleh Laura. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menembus jalan terjal.


"Siap untuk bermain-main. Pegang erat senjata terbaikmu yang bisa menembus kaca mereka!"


Jalur yang mereka lalui merupakan jalan sepi menurun dengan arah yang berkelok, tikungan tajam, serta tebing di bawah pembatas jalan. Namun, hal tersebut tak membuat Laura khawatir dengan kecepatannya.


Dia segera bergerak mendahului kendaraan yang ditumpangi John. Sayangnya Laura tidak berniat menghentikan kendaraan karena jika dia melakukan hal itu sudah pasti mereka hanya akan menabraknya saat ini.


"It's show time," gumam Laura secepat kilat Laura menginjak pedal kopling, rem, dan gas di kaki dan menggerakkan tangan dengan lincah membuat bagian depan mobil berhenti dan langsung berputar di atas aspal tepat di depan kendaraan John.


Kedua orang di dalam kendaraan itu pun sedikit terombang dan mobil bergerak mundur dengan kecepatan sama tingginya.


"Apa kau gila?" teriak Leo baru menyadari apa yang dilakukan Laura seolah membunuhnya secara perlahan.


"Jangan banyak bicara cepat serang mereka!" Laura kali ini hanya fokus untuk mengendalikan kendaraannya, sedangkan Leo menurunkan kursi duduknya agar lebih leluasa bergerak dan berusaha menembak ke depan lagi. Meskipun harus menembus kaca kendaraannya sendiri.


Dua mobil saling berhadapan dengan kecepatan tinggi. Satu bergerak maju, sedangkan satunya lagi bergerak mundur. Hanya saja di dalam kendaraan lawan John juga tidak mau berdiam diri, dia mengeluarkan senjata terbaiknya untuk meledakkan kendaraan yang dikemudikan Laura. "Mati sajalah!"


Laura dengan lihai menghindar, dan tembakan itu pun meleset mengenai beberapa pohon yang ada di jalan. "Cepat lakukan tugasmu! Tapi jangan biarkan dia mati dulu!" bentak Laura mengemudi dengan satu tangan sambil menoleh ke belakang karena mereka kini berada di sebuah tikungan tajam.


"Cih, dasar gadis liar!" Leo pun mulai memicingkan mata, meluruskan tangan dan menembakkan pistol di tangannya sebanyak tiga kali ke arah depan ketika kedua mobil berada di jalan lurus. Beruntungnya Laura tidak mengemudi dengan ugal-ugalan lagi, sehingga tiga peluru itu pun melesat tepat mengenai supir kendaraan yang di tumpangi John.

__ADS_1


Setelah mobil di depannya terombang-ambing, Laura pun lagi-lagi melakukan aksinya. Dia men-drift kendaraannya hingga berputar di tempat dan berakhir mendorong mobil John hingga kendaraan tersebut berubah arah, serta menabrak pembatas jalan dan berakhir dengan terguling-guling ke bawah.


To Be Continue...


__ADS_2