Istri Tawanan Tuan Arogan

Istri Tawanan Tuan Arogan
Chapter 39: Masa Lalu


__ADS_3

Pertanyaan Michael tentang status Laura saat ini tentu saja mengejutkan Argon. Namun, pria itu sudah menduga jika sebuah rahasia cepat atau lambat tetap harus dibuka di saat yang tepat. Lagi pula putranya kini susah dewasa dan memahami situasi yang terjadi saat ini. Sudah waktunya dia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu dan juga sekarang.


"Laura bukan adik kandungmu. Tapi dia memang anak kandung Papa."


Jawaban Argon bagai sambaran kilat bagi Michael. Dia membelalakkan mata hingga membulat sempurna. Kebingungan tentu saja merasuk dalam dirinya saat itu juga. "Ma–maksud, Papa?"


"Papa harap kamu mengerti akan apa yang Papa lakukan. Tidak masalah seandainya kau mau membenci Papa. Tapi kau juga berhak tahu fakta yang sesungguhnya tentang keluarga kita, Mich." Sejenak Argon terdiam, ingatannya kembali pada masa-masa muda. Saat di mana dia masih menjadi seorang anak kecil dan berandalan jalan yang dibawa masuk ke sebuah keluarga ternama.


Argon Wilson namanya, seorang anak angkat di keluarga Wilson yang hanya bisa mengikuti marga sang ibu angkat Elizabeth Wilson. Keluarga tersebut bukanlah keluarga biasa karena memiliki pewaris tunggal yang hebat, tetapi tidak sejalan dengan cita-cita keluarga setelah perceraian kedua orang tuanya.


Putra mereka—Aragon Wilson—memilih untuk keluar dari keluarga itu dan mengikuti sang ayah dan juga mengubah namanya menjadi Aragon Bannerick, sesuai nama ayahnya.


"Ben, kau yakin ingin melakukan ini?" tanya Argon yang saat itu menginjak remaja.


"Aku bukanlah anak yang berbakti sepertimu. Kau bisa dengan sabar menikmati kekangan Ibu. Tapi, tidak denganku," kata Aragon pada saudaranya saat itu. "Meskipun kita bukan saudara kandung. Tapi aku berharap kau bahagia di sini. Kita tetap akan bersaudara kini dan selamanya."


Aragon pergi mengikuti jejak sang ayah yang hidup bebas, sedangkan Argon tinggal di rumah menjadi boneka yang di didik ibu angkatnya dengan tegas. Demi menggapai satu tujuan, yaitu menjadi sebuah keluarga militer turun temurun dari keluarga wanita itu.


Argon yang selama itu hanya menjadi seorang anak angkat, tentu saja tidak bisa menolak permintaan ibunya. Rasa utang budi membuatnya patuh, tetapi diam-diam antara Argon dan Aragon masih saling bertemu bahkan menghabiskan waktu bersama, serta berbagi keluh kesah. Meskipun tentunya masa depan mereka berbeda.

__ADS_1


Hingga ketika mereka dewasa, Aragon yang notabene adalah seorang player, memilih untuk berhenti dan mencintai satu wanita saja serta menikahinya hanya dengan ditemani Argon saat itu. Sebab sang ayah sudah meninggal dan dia tak ingin ibunya ikut campur masalah percintaannya.


Kehidupan Aragon berjalan dengan baik, bahkan dikaruniai seorang putra yang tak lain adalah Michael. Namun, masalah yang terjadi di dunia mafia tidaklah sepele dan berakhir dengan kematian seorang Aragon dikarenakan James Whale.


"Kau harus menjaga istri dan anakku dengan baik! Aku titipkan mereka padamu," ucap Aragon menahan sakitnya.


"Tidak! Kau akan selamat. Kalian juga akan menjadi keluarga yang bahagia seperti keinginanmu! Jangan berbicara sembarangan!" Dengan susah payah Argon mencoba menyelamatkan Aragon saat itu yang terluka parah saat itu. Namun, sayangnya semua benar-benar terlambat dan pria tersebut pun mengembuskan napas terakhir di samping saudaranya.


Namun, ternyata musuh Aragon tidak mudah untuk dihadapi. Bahkan mencoba mencari tahu siapa saja keluarga pria itu dan menemukan fakta jika Aragon merupakan salah satu anak dari keluarga ternama.


Dengan berat hati Argon yang saat itu berhubungan dengan Sanca memilih menyembunyikan kenyataan ini. Bahkan fakta jika dia merawat istri dan anak saudaranya. Hal itu dia lakukan semata-mata demi menyelamatkan hidup mereka. Baik dari keluarga Wilson maupun musuh saudaranya James Whale.


Kenyataan itu tentu saja dimanfaatkan oleh Elizabeth untuk mengancam Argon, memisahkannya dari sang kekasih yang tak direstui. Dia meminta Argon memilih antara putranya dan menikah dengan wanita pilihan ibunya atau memilih Sanca yang saat itu hanyalah seorang kekasih baginya dan membuang Michael.


Tentu saja itu menjadi pilihan yang berat bagi Argon. Sanca yang mengetahui kisahnya tidak akan pernah mendapatkan restu memilih pergi dan Argon pun menikah dengan Lady—wanita pilihan sang ibu—serta membawa Michael bersamanya ke dalam garis keturunan Wilson demi keselamatannya. Di mana yang semua orang tahu, Michael adalah putra kandungnya. Namun, fakta sebenarnya hanya Argon yang tahu.


Setelah selesai bercerita Argon menatap sang putra sambil menggenggam tangannya. "Michael, aku adalah pria bodoh yang bahkan tidak tahu jika wanita yang kucintai mengandung anakku dan dia telah melahirkan Laura. Tapi lagi-lagi, Sanca harus mengalami nasib yang sama dengan ibu kandungmu karena kecemburuan Lady. Dia mengira karena merekalah aku tidak bisa mencintainya. Untuk semua kesalahan itu, Papa minta maaf."


Argon menundukkan kepala berat baginya memendam semua ini seorang diri. Namun, kini akhirnya dia bisa menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi pada sang putra. "Lady tidak tahu jika Sanca memiliki seorang putri karena identitasnya selalu disembunyikan. Tapi dia—James Whale—tahu akan hal itu sepertiku dan mengira kalian adalah saudara kandung. Artinya sejak awal dia sudah merencanakan semua ini. Demi membalas dendam padaku dan ayahmu yang sejak dulu selalu menjadi penghambat jalannya."

__ADS_1


James Whale adalah musuh Aragon di dunia mafia, tetapi juga lawan bagi Argon di militer karena terus menerus mengusik perdamaian dunia dan mencoba membuat negara-negara lainnya berselisih demi keuntungan pribadi dan malah berakhir menjadi seorang buronan.


Maka dari itulah, Argon selalu berusaha melindungi Michael dari kekangan Nenek Elizabeth yang kini sudah tua, di samping mendidiknya dengan tugas berat. Dia bahkan terang-terangan menyerahkan kepemimpinan mafia pada putranya itu agar keluarganya tahu, juga supaya Michael menyadari jika dunia tempatnya berpijak tak seindah apa yang dibayangkan. Namun, nyatanya mereka masih mencoba mengendalikan Michael dengan cara yang sama sepertinya.


"Aku memintamu segera menikahi Laura setelah memastikan jika dia adalah putriku yang selamat dari kebakaran hari itu. Aku ini sudah tua, bertahun-tahun Papa mencari Sanca dan putri kecilku tapi tak membuahkan hasil. Dia mengira aku hanya ingin mengambil Laura darinya. Papa, hanya bisa memohon padamu untuk menjaganya sebelum ajal menjemputku." Kalimat tulus nan sendu di balik kejujuran yang diucapkan Argon tentu saja menyentuh hati Michael.


"Papa." Dia lantas memeluk tubuh pria paruh baya tersebut. Seakan mengerti betapa berat dan rumitnya perjalanan hidup sang ayah selama ini.


"Maafkan Papa, Mich. Maafkan keinginan Papa yang egois karena memintamu menikahinya. Padahal jelas-jelas Papa tahu jika dia membenci keluarga kita."


"Mich mengerti, Pa. Laura bukanlah seorang gadis yang bodoh. Dia pasti akan tahu fakta sesungguhnya cepat atau lambat jika di hanya dimanfaatkan oleh mereka."


Jawaban Michael sontak mengundang keinginan dua anak buah di belakang mereka untuk menjawab. "Nona sepertinya sudah tahu, Tuan."


"Apa?" Kedua orang tersebut tercengang.


"Kami di sini karena perintah Nona. Dia jugalah yang sebenarnya telah menyelamatkan Master malam itu."


"Cepat cari tahu kabar terkini Laura! James pasti tidak akan membiarkan Laura berkeliaran dengan bebass setelah menyadari hal itu," perintah tegas Argon.

__ADS_1


To be Continue...


__ADS_2