Istri Tawanan Tuan Arogan

Istri Tawanan Tuan Arogan
Chapter 98


__ADS_3

Dalam sekejap ruangan menjadi hening. Kedua tamu merasa canggung karena respon yang diberikan dua wanita di hadapan mereka saat ini terasa begitu dingin. Akankah kehadiran mereka adalah sebuah kesalahan.


Laura menahan dengan menggenggam tangan Catherine agar bersikap tenang. Meskipun dia sendiri rasanya ingin sekali mencabik-cabik dua manusia di hadapannya. Sesaat kemudian, barulah sebuah senyum palsu terukir di wajah Laura, mencoba menutup segala amarah yang kini berkecamuk dalam pikirannya.


"Apakah Anda, Tuan Marcel?" tanya Laura.


Pria itu mengangguk, sedangkan wanita di sampingnya dengan percaya diri mengulurkan tangannya sambil tersenyum ceria. "Kenalkan, aku Sarah. Tunangan Marcel."


Bak di sambar petir di siang bolong, Laura dan Catherine saling menatap buas. Pria di hadapannya memiliki wajah yang begitu mirip dengan Michael, tetapi bagaimana bisa wanita di samping mengaku sebagai tunangannya. Apakah ini semua hanya mimpi?


"Sarah." Michael melirik dingin.

__ADS_1


Sebuah tatapan yang kerap diterima oleh Sarah dari Marcel. Padahal sebelumnya pria itu sangat manis. Namun, entah apa salahnya, akhir-akhir ini berubah menjadi sosok yang dingin. Pelukannya bahkan terkadang di tolak oleh kekasihnya tersebut.


"Maaf kalau aku tidak sopan," ucap Sarah lirih.


"Tidak apa-apa, duduklah! Kami hanya terkejut saja. Melihat betapa serasinya kalian, aku pikir sudah menjadi suami istri," kata Laura mencoba ramah, tetapi menahan segalanya.


Mereka lantas duduk bersama. Pandangan Marcel menyusuri ruangan tempat di mana Laura berada saat itu. Namun, kenapa hanya seorang wanita yang bersama si ibu baru. Akankah dia seorang janda.


Belum sempat Marcel bertanya, tampaknya mulut penasaran Sarah lebih tidak bisa ditahannya. "Nyonya, siapa nama Anda? dan ke mana suami Anda kenapa tidak ada di sini?"


"Suamiku? Dia menceraikan aku dan pergi dengan perempuan lain," jawab Laura dingin. Tatapan antara dia dan Marcel seolah terikat. Sebuah pandangan yang langsung menembus ulu hati pria tersebut tanpa harus menusukkan senjata tajam padanya. Meninggalkan kesan nyeri, yang Marcel sendiri tak mengerti kenapa harus merasa seperti itu.

__ADS_1


"Dia pria bajingan. Padahal jelas-jelas Anda sedang mengandung. Berani-beraninya bermain dengan wanita lain," kata Sarah.


Laura hanya tersenyum miring, entah gadis di depannya sedang pura-pura polos atau malah sebaliknya. Namun, satu hal yang dia yakini, jika pria di hadapannya saat ini sungguh sang suami. Akan tetapi, apa yang membuatnya tidak mengingat semua itu.


Mereka lantas mengobrol bersama, sedangkan Laura dan Catherine selalu mencoba memancing informasi. Tak jarang, Marcel seperti kesulitan untuk menjawab, menyebabkan Laura yakin jika Michael tengah lupa ingatan sekarang. Akan tetapi, kenapa bisa menjadi tunangan Sarah.


Sarah yang semakin tidak tenang dengan tatapan Laura pun memilih mengajak Marcel segera pulang. Setelah itu, barulah Catherine bertanya pada Laura. "Menurutmu apa yang terjadi?"


Laura hanya menggeleng kecil, dia sendiri tidak yakin harus bagaimana. "Selidiki tentang keluarga Marcel dan Sarah, jangan sampai terlewat sedikit pun informasi!"


"Aku paham." Catherine hendak melangkah pergi, tetapi mengurungkan niatnya. "Oh iya, Paman bilang akan datang untuk menjenguk cucunya. Kau bisa menanyakan padanya nanti, mungkin suamimu memang memiliki kembaran sebelumnya."

__ADS_1


Laura menggeleng kecil, perasaannya berkata lain kali ini. "Sepertinya aku harus menjadi pelakor untuk merebut suamiku sendiri."


To Be Continue..


__ADS_2