
Samar- samar di sisa kesadaran Michael mencoba melihat siapakah gerangan orang yang menolongnya kali ini. Mereka menggunakan senjata yang sudah dilumuri dengan cairan. Di mana benda tersebut berfungsi untuk melumpuhkan lawan dan tentunya sudah menyebar melalui kedua luka yang diterima Michael.
“Cepat jalan lewat jalur itu! Matikan lampunya atau mereka akan menemukan kita,” ucap Laura memerintah supir di depan, sedangkan dia sendiri memangku tubuh Michael yang lemah.
Wanita tersebut segera membantu Michael membalut luka setelah berhasil bersembunyi dari kejaran Zack dan anak buahnya. Sementara itu, Michael telah berakhir dengan tidak sadarkan diri di dalam mobil akibat efek obat yang cukup tinggi.
Mereka memang tidak berniat membunuh Michael saat itu juga, tetapi lebih pada membawanya hidup-hidup untuk disiksa langsung oleh James Whale di depan Laura. Bahkan mereka juga berencana memfitnah pria tersebut agar laura semakin membenci keluarga Wilson dan menjadikannya manusia tak berperasaan.
Sayangnya, keberuntungan sepertinya berpihak pada gadis itu. Kini dia mengerti apa yang harus dilakukan selanjutnya. Tidak ada gunanya meratapi masa lalu. Sang ibu pasti punya alasan khusus kenapa dia dilarang mendekati keluarga Wilson saat itu.
Hanya dengan menyelamatkan Michael dia bisa menebus kesalahannya. “Kalian jaga dia dan bawa pergi setelah dua jam! Jangan biarkan siapapun mengetahui kondisinya saat ini. Termasuk pria itu,” ucap Laura.
“Baik, Nona.”
Dengan segera Laura pun meninggalkan mereka dan kembali ke kediaman sebelum Catherine curiga. Bisa-bisa dia gagal memanfaatkan momen dan akan ketahuan nantinya kalau sampai tidak kembali tepat pada masanya.
Benar saja, setibanya di kediaman Cathrine dengan segera melangkah menuju kamar. Sebuah gundukan semut tampak jelas di ranjang membuatnya berdebar, berharap jika apa yang dipikirkannya tidaklah benar.
__ADS_1
Cathrine dengan segera membuka selimut tersebut. Perasaan lega seketika seolah terangkat dari dadanya di saat melihat Laura terlelap di bawah kain itu. Bahkan air liur dengan sengaja mengalir demi terlihat kenaturalan tidurnya.
Setelah memastikan jika dugaannya salah. Catherine terduduk lemas di samping Laura, dan seolah baru terbangun dari mimpinya gadis tersebut mulai membuka matanya. “Cathy, kau sudah kembali? Apa kencanmu berjalan dengan lancar,” tanya Laura sambil mengusap matanya seakan baru bangun tidur.
Catherine hanya mengangguk sebagai jawaban. “Apa aku membangunkanmu? Tidurlah lagi.”
“Tidak aku memang ingin ke kamar mandi.” Laura segera beranjak dan semakin meyakinkan Catherine karen dia memang masih mengenakan baju tidur di saat kepergian Catherine Tadi.
Wanita tersebut lantas bernapas lega, dan juga beranjak dari posisinya untuk memberikan laporan pada sang ayah.
Dia berdiri seorang diri, tetapi merasakan ada orang lain yang mengawasinya dari kejauhan. “Keluarlah! Tidak perlu bersembunyi lagi.”
Benar saja, dua orang pria bertubuh tegap keluar dari persembunyiannya. Namun, mereka tidak berbuat sombong dan malah membungkuk hormat pada gadis itu, padahal posisi Laura saat itu membelakangi mereka.
“Katakan siapa yang mengirim kalian!”
“Tuan Besar, Nona,’’ jawab kedua orang itu.
__ADS_1
“Jadi benar apa yang mereka katakan,” gumam Laura. “Sejak kapan kalian mengikutiku?”
“Di hari setelah Tuan Besar kembali.’’
Laura yang terkejut seketika berbalik. “Dia tahu aku akan berbuat hal buruk?” Kedua orang itu mengangguk, rasa bersalah sekaligus amarah dalam diri Laura semakin menjadi, lagi-lagi mendapati kenyataan Argon tahu apa yang akan dia lakukan. “Dia masih hidup?”
Keduanya saling menatap satu sama lain untuk beberapa saat. Entah akan mengatakan kebenaran atau kejujuran, tetapi Laura jelas paham akan apa yang mereka khawatirkan. “Sudahlah tidak perlu dijawab. Kenapa kalian disini?”
“Untuk melindungi Anda.”
“Berarti kalian tidak jauh dariku selama ini?’’ Lagi-lagi mereka mengangguk serentak, sungguh menyebalkan. “Mungkin Akan ada peristiwa yang buruk terjadi malam ini. Kalian harus membantuku menyelamatkan Michael.”
“Baik, Nona.”
Begitulah sepenggal ingatan yang membuat Laura tersenyum pada akhirnya sebelum benar-benar kembali terlelap dalam mimpi. Setidaknya dia sudah berhasil menghalangi rencana jahat mereka malam ini dan juga dapat menyelamatkan nyawa Michael.
To Be Continue..
__ADS_1