
Tak ingin membuang waktu setelah berhasil membawa istri dan adiknya keluar dari wilayah betbahaya. Michael pun langsung kembali ke Negara New Era bersama sang ayah dan anak buahnya.
Kondisi fisik mereka belum terlalu memungkinkan untuk melawan atau membalas jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan nantinya. Lebih baik berjaga-jaga sambil memulihkan diri terlebih dahulu. Lagi pula, Laura sekarang dalam masa pemulihan dari lukanya yang cukup parah jika tidak ditangani dengan tepat. Jadi, mereka pun memutuskan untuk mundur sejenak, daripada memaksakan kehendak yang jelas-jelas bisa menjadi petaka nantinya.
Dengan sepenuh hati, Michael bahkan membawa dokter dan perawat pribadi ke kastil miliknya yang dulu di tempati bersama Laura. Karena Argon pun ikut kembali, tidak mungkin bagi mereka mengekspos diri setelah menyatakan kematian sang ayah. Lagi pula para musuh masih banyak yang berkeliaran baik dari sisi eksternal maupun internal.
"Jangan biarkan siapa pun mengunjungiku untuk saat ini! Termasuk John," pesan Michael pada Sam.
"Baik, Master."
Para pelayan yang ada di kastil tersebut digaji tinggi untuk tidak ikut campur dengan urusan majikannya. Mereka bahkan harus menganggap dirinya buta dan tuli akan apa yang terjadi. Jika satu berita pun keluar dari kastil tersebut. Maka Michael tidak akan sungkan untuk melenyapkan mereka sebagai gantinya.
Tentu saja para pelayan akan memilih diam. Karena pekerjaan selama lima tahun di tempat ini saja, sudah bisa menjadikan mereka orang kaya di daerahnya. Jadi, untuk apa menyerahkan nyawa hanya demi membahas rahasia majikannya. Bahkan setiap mata-mata yang masuk bisa dengan mudah diketahui oleh Sam. Lalu, menghilang bagaikan tak pernah ada sebelumnya. Hal itu dilakukan sebagai peringatan bagi yang lainnya.
Setelah meninggalkan pesan pada anak buahnya, Michael kembali ke dalam kamar. Di mana seorang dokter dan perawat tengah memeriksa kondisi Laura saat itu.
"Bagaimana?" tanya Michael pada dokter di sana.
"Tidak apa-apa. Kondisi pemulihannya cukup baik. Kau bisa tenang," ucap sang dokter lantas memasukkan peralatan ke dalam tasnya.
"Baik, bagaimana? Kalau memang dalam kondisi baik, kenapa istri dan adikku tidak bangun-bangun sejak kemarin? Perjalanan kami kemari bukan waktu yang sebentar. Tapi, aku seperti membawa pulang dua mayat saja."
"Oh, kalau itu terjadi karena pengaruh obat bius yang ada dalam diri mereka. Baik, istri atau adikmu mendapatkan obat yang tidak biasa. Biasanya obat seperti ini hanya dipakai untuk berburu binatang. Bagaimana bisa mereka terkena obat itu? Apa kau memburu mereka?" tuduh balik sang dokter.
"Sembarangan kalau bicara. Kalau begitu apa yang harus aku lakukan setelah ini?" tanya Michael menatap Laura yang bergeming sedari kemarin.
"Hanya pastikan kondisi mereka tidak memburuk. Jika timbul gejala lain, kau bisa menghubungiku nanti. Pastikan mereka tidak mengalami dehidrasi!" ucap sang dokter.
__ADS_1
Michael hanya mengangguk, dokter lantas melangkah keluar meninggalkan ruangan. Dokter tersebut merupakan tenaga medis pribadi yang tidak akan membocorkan rahasia tentunya. Dia sudah terbiasa merawat Michael yang terluka jadi mulutnya memang terkunci rapat akan informasi di kastil itu sejak awal.
"Obat bius, jika Nathan kemungkinan terkena dari tembakan kecil itu. Tapi, Laura? Bagaimana bisa?" gumam Michael merasa cemas, tetapi memilih berpikir positif dan tidak menganggapnya masalah serius. "Lagi pula dia tetap akan sadar pada akhirnya."
Setelah memastikan kondisi sang istri dan adik baik-baik saja. Michael pun senantiasa berjaga di samping mereka apapun yang terjadi m. Dia bahkan tidak sungkan lagi merawat sendiri Laura dan mengganti pakaiannya. Pria tersebut selalu ada untuk sang istri baik pagi, siang, atau pun malam. Hanya meninggalkannya karena panggilan alam yang memang tak bisa ditunda.
Di sisi lain, James Whale yang mendapatkan laporan dari salah satu anak buah, jika kelompok mereka memasuki kawasan Betharia pun murka. "Apa? Bagaimana kalian bisa masuk ke daerah itu?" bentak James.
"Kami hanya mengikuti perintah Tuan Muda, Tuan. Padahal sebelumnya sudah kami peringatkan, tapi tetap saja Tuan Muda nekat masuk ke wilayah itu," lapor sang anak buah dengan bergetar karena takut kali ini menjadi sasaran amukan James.
"Dasar bodoh!" teriak James dengan sorot yang membara.
Selama ini dia sendiri bahkan tidak pernah mengusik daerah itu. Bukan karena takut, tetapi kebanyakan wanita yang menjadi korban Zack memang melarikan diri ke daerah tersebut. Lalu, ketika dia mencoba mengobrak-abrik desa itu, hanya masalah mengerikan yang dia dapatkan.
Para wanita seolah berubah menjadi iblis yang tak punya hati. Bahkan lebih kejam darinya dan dia menyadari betapa bahayanya kemarahan seorang wanita. "Cari lagi di sekitar hutan! Bawa beberapa orang dan pastikan kalian mencari dengan sembunyi-sembunyi. Jangan sampai mereka melihat dan ada korban lagi."
Sementara itu, James menerawang jauh entah ke mana karena kini harus berurusan dengan Daerah Terlarang. "Betharia, seandainya saja kalian sepaham denganku. Kalian pasti akan menjadi sekutu terbaik," gumamnya merasa sedikit cemas kedua anak angkatnya tak bisa kembali.
____________________________
Hari berlalu begitu cepat, baik Nathan atau pun Laura sudah tersadar beberapa saat dari tidur panjang mereka. Namun, perilaku Laura sangat berbeda dan wanita tersebut hanya terdiam seolah tak memiliki jiwa. Akan tetapi, dengan sabar Michael mencoba memahaminya, mungkin semua itu terjadi akibat trauma yang dialami.
"Laura, ini makannya ayo makan!" ujar Michael menyodorkan makanan ke mulut Laura.
Wanita tersebut hanya melirik sekilas Michael dan membuka mulut secara perlahan, memakan makanannya, tetapi tanpa suara bahkan seolah tak berkedip sama sekali. Michael sendiri cukup heran dengan perubahan yang terjadi, tetapi juga bingung harus bagaimana.
Tatapan kosong yang diberikan Laura sesungguhnya membuat pria itu berdebar. Bukan jatuh cinta, melainkan lebih pada rasa khawatir karena mengira Laura mengalami gangguan jiwa akibat apa yang terjadi padanya.
__ADS_1
Berulang kali Michael mencoba mengajaknya bicara, sayangnya mulut itu seolah terkunci rapat dan tak pernah mengeluarkan suara untuk memberikan jawaban.
"Kakak," panggil Nathan membuka pintu kamar itu. "Apa Kakak Ipar masih sama?" tanya Nathan.
"Seperti yang kau lihat," ucap Michael sambil terus menyuapkan makanan ke dalam mulut Laura. Dia sendiri heran, kenapa bisa Laura menjadi seperti ini.
"Aneh, padahal pertama kali aku bertemu dengannya dia sangat cerewet. Bagaimana bisa jadi seperti ini?" tanya Nathan bingung. "Dia seperti dihipnotis saja."
Michael sontak menoleh tajam pada sang adik, bagaimana hal seperti itu ada di dunia ini. Akan tetapi, bagaimana jika itu sungguh terjadi. Lagi pula kaum Betharia adalah mereka para pemuja setan. Bisa jadi mereka menyelamatkan Laura karena memiliki niat terselubung lainnya.
"Apa maksudmu?"
"Hipnotis, sejenis ilmu ghaib yang sengaja ditanamkan dalam diri seseorang dengan memanfaatkan kelemahannya."
Bagi sebagian orang yang tidak mengalaminya mungkin akan mengira hal seperti itu sangat mustahil terjadi. Namun, Laura baru saja diselamatkan dari tempat para pemuja setan. Hal buruk apapun bisa saja terjadi tanpa disadari, apalagi dari segi medis tidak bisa menjelaskan adanya penyimpangan.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan kali ini untuk menyembuhkannya," tanya Michael bingung.
"Aku akan mencari tahu." Nathan lantas keluar dari kamar tersebut, sedangkan Michael menatap Laura yang juga memberikan tatapan kosong.
"Apa yang terjadi padamu, Sayang." Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Laura.
Pendapat sang adik tentu saja menambah kegundahan dalam diri Michael. "Hipnotis," gumamnya menudukkan kepala setelah meletakkan alat makan ke atas meja kecil di sampingnya.
Michael menghela napas panjang yang cukup berat, tetapi di saat pria itu mengangkat wajahnya. Laura hanya berjarak satu inchi dari hadapannya. Dengan kedua mata yang terbuka lebar layaknya seorang pendendam, Laura meletakkan kedua tangan di leher Michael dan mencekiknya.
"Laura, apa yang kau lakukan?" teriak Michael mencoba melepaskan diri sambil dari cengkeraman Laura. Bukannya terlepas, wanita tersebut malah semakin rapat menekan lehernya, hingga wajah Michael merah akibat aliran darah yang tersumbat dan pasokan oksigen menipis. "Laura."
__ADS_1
To Be Continue...