ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
#11


__ADS_3

Tia pun tak bisa ber kata kata dan hanya bisa menundukkan kepalanya .


"sejak kapan Kaka menyukai saya " tanya Tia masih menundukkan kepala


"sejak kita pertama bertemu , kamu lah orang yang mengenalkan saya pertama kalinya merasakan jatuh cinta dan kamu yang mengajarkan saya tanggung jawab " ucap exsel dengan dengan berani , Tia pun memberanikan untuk melihat mata exsel dan di sana tidak ada kebohongan sedikit pun hanya ada kasih sayang dan kelembutan yang terpancar dari mata nya


" ka maaf saya hanya berharap Kaka dapat wanita yang lebih baik dari saya dan saya juga berharap saya bisa menjalan kan bahtera rumah tangga hanya sekali seumur hidup saya " ucap Tia sambil memalingkan wajah nya namun tak sengaja tatapannya bertabrakan dengan tatapan exsel yang menyiratkan kebencian dan ketidak sukaan


"maaf ka saya izin mau ke toilet dulu " ucap Tia buru buru namun langkahnya terhenti karena exsel mencoba untuk memegang tangan Tia


"Tia saya mohon jangan menghindar apalagi membenci saya " ucap exsel dengan penyesalan yang Ter pancar dari matanya


"saya mohon ka lepaskan tangan saya , saya mau ke toilet sebentar " ucap Tia sambil menunduk , exsel pun melepaskan tangan Tia dengan perasaan bersalah ,

__ADS_1


Tia pun berjalan dengan terburu buru sampai tak memperhatikan jalan nya sehingga dia pun menabrak seseorang yang sangat dia kenal meskipun hanya beberapa kali bertemu saja sudah hapal dengan parfum yang di kenakan nya .


"kalau jalan itu pakai mata bukan pakai dengkul " cercah Galang


"maaf saya lagi buru buru mau ke toilet tuan " bela Tia


"alah semua wanita munafik yah tetap munafik hahah " hina Galang


Tia hanya pasrah dan tidak mau membalas atau pun meladeni ucapan Galang yang menurutnya akan membuat dia tidak akan ada habis menghinanya


"sayang siapa dia " tanya Mona dengan sinis dan memperhatikan penampilan Tia yang menurutnya kampungan


"oohh dia hanya orang yang ga punya mata tadi dia hanya menabrak " jawab Galang

__ADS_1


"maaf tuan nona saya permisi " ucap Tia sekon detik Tia diam akhirnya akan memutuskan pergi


"heheh tunggu dulu " ucap Mona sambil menarik rambut Tia yang panjang


"jaman sekarang trik tabrak menabrak itu sudah ga jaman galau mau jadi pelakor lihat lihat dong lawannya " masih menarik rambut Tia dengan keras , kejadian itu sukses menyita perhatian beberapa pengunjung termasuk exsel yang akan mencari Tia karna sudah lama tidak kembali betapa terkejutnya exsel Tia sedang menjadi bahan tontonan semua pengunjung tidak ada yang berani melerai nya termasuk pegawai cafe tersebut ,


"maaf ini ada apa yah" exsel yang melihatnya langsung mendekat


"itu ada pelakor yang di labrak " jawab salah satu pengunjung cafe


exsel pun menerobos kerumunan dan mendapati Tia yang lagi di Jambak dan di siram oleh Mona sedang kan Galang hanya diam sambil bersedekap menampilkan smir yang mengolok dan menghina


"Tia ini ada apa , nona saya mohon tong lepaskan rambutnya " ucap exsel

__ADS_1


" cihh dasar sudah berapa laki laki yang menjajakan tubuh murah Han mu ini " ejek Mona dengan sinis sambil mendorong Tia untung dengan sigap exsel menancap tubuh Tia yang hampir terhuyung ke lantai


__ADS_2