
Alvin melajukan mobilnya kencang ,pertemuan dengan Hanna benar-benar telah mengubrak ngabrik jiwanya.
Air mata entah sudah berapa banyak yang keluar.Kata-kata Hanna benar-benar telah membuat hatinya rapuh ..
Alvin turun dari mobil nya ,berlari sekuat tenaga menuju makam sang ibu ,hal pertama yang di lakukan nya ketika ia sedih bahagia ,putus asa ,maupun kecewa pasti berkunjung ke makam sang ibu . makam ibunya seperti obat tersendiri juga bagi ketenangan nya .
Jangan lupakan kuburan yang ada di samping ibunya pula .. Hampir setiap hari ia menaburi bunga di makam seorang yang telah di anggap nya meninggal dunia.
Dia lebih suka tinggal di makam ketimbang di rumah nya sendiri .
Ia terjatuh saat lutut nya tidak lagi mampu menopang tubuh kurus nya .
"ibu..." Alvin merangkak mencoba menggapai tempat di mana ibunya terbaring di dalam nya.
sebenar nya ia laki-laki harusnya ia tak selemah ini
"Hanna masih hidup ibu..aku telah bertemu dengan nya .. dia baik-baik saja ."
Alvin memegang dada nya sakit ,bagai manapun tubuh ibu nya drop saat mendengar kabar Hanna telah meninggal
"Maafkan aku yang terlambat menemukan nya.. jika saja ibu tidak begitu mudah mempercayai kata-kata Riana mungkin saat ini ibu masih bisa tersenyum bersama ku."
"Riana,Haruskah aku membenci adik ku sendiri ,dia dalang di balik semuanya ..
dia telah membohongi ibu dan aku .. dia telah membuat ibu seperti ini...
haruskah aku membenci nya ibu.
Alvin berterikak-teriak.
" sekarang apa yang mesti ku lakukan,apakah aku harus melepaskan nya ?
Hanna sungguh marah kepadaku ibu,aku sungguh takut jika dia membenciku."
suara Alvin melemah
"mengingat apa yang aku lakukan dulu pada Hanna ,aku sungguh malu.
ibu tahu ,dulu aku membencinya .
Entah sudah berapa kali aku membuat nya terluka,hati ku sakit ibu ketika aku mengingat semuanya. "
Alvin meringis,
seperti ada benda tajam yang mengiris-ngiris hati nya.
"Ibu ,hanna apakah akan menerimaku kembali ,aku telah mencintainya" suara nya lemah .
***
__ADS_1
"Mas ,model gaun ulang tahun untuk Mala apa sudah kau pilih.Aku hanya ingin mengingat kan mu ,ulang tahun Mala tinggal sebulan lagi,kau tentu tidak lupa kan? "Bella bertanya melirik Alvin sekilas,kemudian kembali memainkan ponsel nya .
Bella seolah lupa dengan kata-kata nya tadi pagi di mobil ,entah mungkin karena ia terlalu sering meminta cerai pada Alvin .
"Tadi aku sibuk ,besok akan aku memilih dan memesan nya."Alvin berucap sambil membuka jas kemudian meletakan nya di kursi ruang tamu ..
"sibuk bercerita di pemakaman?"Bella berucap sambil menghembuskan nafas kasar nya.Sebenar nya Bella kesal sekali dengan kelakuan suaminya ,namun apa boleh buat ia sama sekali tidak bisa mencegahnya .
"ya .. rupanya kau sangat mengerti".
Alvin berucap santai kemudian menjatuh kan bobot tubuh nya di samping Bella.
"Jika terus seperti itu,kau terlihat seperti manusia tidak berguna sama sekali"kesal Bella.
"Ada hal yang ingin aku tahu ,saat aku terbaring di rumah sakit "
Alvin melipat kaki nya ,mencoba bertanya dengan santai .
"Itu hanya masa lalu ,apa gunanya pula kau mengungkit nya kembali"
Bella menimpali kesal ,karena suami nya benar-benar tak menganggap nya sama sekali.
"Aku hanya ingin bertanya saja ,kau tinggal menjawab nya.. Apa semua itu begitu susah bagimu ?" kali ini suara Alvin mengintimidasi.
"katakan lah?"Ucap Bella kemudian ,namun kali ini suara nya terdengar dingin .
"Untuk apa kau bertanya seperti itu?"Ragu-ragu Bella bertanya.Bagai mana bisa suaminya bertanya hal itu kepadanya setelah tujuh tahun kematian istri pertama nya .
"apa pertanyaan ku begitu sulit untuk kau jawab Bella ,kau sungguh mencurigakan."
"tidak ... maksud ku aku tidak melihat nya" Bella berucap nampak gugup . Sebenarnya ia juga hanya mendengar kabar setelah satu minggu Hanna meninggal .Mengenai jasad itu ia sungguh tidak melihat nya.
"Bisa kau ceritakan apa yang sebenar nya terjadi?" Alvin melihat Bella sekilas .
Bella memandang lurus kedepan ...
mencoba mengingat apa yang dulu Iriana kabar kan..
Bella menari nafas,kemudian mengeluarkan nafasnya kembali dengan pelan .
"Saat itu Riana telah berbohong pada Ibu ,dia mengatakan bahwa mbak Hanna kabur dengan Adrian ,kekasih nya ..
Sebenar nya ibu menentang tidak percaya pada kata-kata Riana ,tapi dia berusaha meyakinkan ibunya untuk percaya ..
pada akhir nya aku dan ibu percaya" jelas Bella kemudian menarik nafas nya kembali.
Sementara Alvin tampak serius mendengar kan kata demi kata yang Bella ucapkan .
Namun kemudian ia mengatakan kembali bahwa itu semua hanya bohong ,saat kau berteriak-teriak memanggil mbak Hanna .. ya saat itu ia mengatakan hal yang sebenar nya.
__ADS_1
Dia mengatakan bahwa mbak Hanna sedang menjalani pengobatan penyakit nya di singapura .Mengenai kebohongan nya kurasa dia sakit hati karena kekasih nya saat itu menyukai mbak Hanna.
"Aku hampir gila mencari Hanna ,jadi dia sebenar nya tahu posisi Hanna ada di mana,lebih parah nya ia menyembunyikan nya dariku.."
Alvin berbicara kesal di sela sela penjelasan Bella .
"Sayang nya dia mengatakan nya terlambat ,waktu itu mbak Hanna telah pulang namun karena kebohongan Riana ,ibu telah mengusir nya lebih dulu.
Ibu nyaris setres,saat mengetahui hal yang
sebenarnya ."
Bella melanjutkan ucapan nya kemudian berhenti.'
"ibu pasti sangat menyesal karea telah mengusir Hanna,kau tahu sendiri ibu sangat menyayangi Hanna"Alvin berucap putus asa .
"iya ,saat itu ibu menyuruh Riana untuk mencari mbak Hanna .Riana sendiri mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab,dia mengatakan akan mencari mbak Hanna."
"setelah tiga bulan dia datang mengatakan bahwa Hanna kecelakaan dan meninggal setelah satu minggu yang lalu.. "
Kali ini Bella menitikan air matanya ..
"Ibu pingsan begitu mendengar kabar itu"
ucap nya melemah .
"Aku sangat menyesal ,aku juga terlibat dalam pengusiran itu,kau tahu sendiri..aku terlalu banyak menyakiti mbak Hanna .."Ucap nya kemudian menangis .
"Dan kau percaya begitu saja Bella?"
"Awal nya aku tidak percaya ,tapi Riana membawa beberapa polisi dan meyakin kan ku.Aku telah mempercayai nya ."
Ucap nya sambil menghapus air mata yang sempat keluar .
Alvin hanya menghembuskan nafas kasar nya saat mendengar penjelasan dari Bella.
"Jadi untuk apa kau menanyakan semua ini?"
Bella balik menyelidiki suami nya .
"Aku hanya penasaran saja ...terimakasih atas waktunya Bella.."
Alvin berucap kemudian berdiri ..
sementara Bella terdiam .
"besok aku akan ikut memilihkan gaun untuk Malla"Bella berucap kemudian ,seolah mencoba mengingat kan suami nya .
"Tidak ... aku bisa sendiri"
__ADS_1