
"Apa yang ingin ayah katakan?"Pertanyaan Fatimah berhasil membuyar kan lamunan Alvin sejenak .
wajah keterkejutan nampak di wajah Alvin,ia menggeleng kemudian kembali terdiam.
"Apa Hanna akan menerima ku kembali?"
pertanyaan itu melintas di benak Alvin ,sejak tadi ia masih belum juga mengutarakan apa yang akan di katakan nya..
Sebenar nya ini kesempatan bagus untuk nya ,tapi mengingat kejadian beberapa saat yang lalu ia kembali menimbang-nimbang apa yang akan di katakan nya ..
Ia memandangi Hanna,kemudian beralih pada gadis kecil yang ada di samping nya.
Jari panjang dengan sedikit daging itu masih setia di mainkan nya,ia terlihat seperti orang kebingungan .
"Bunda .. Maafkan aku.!" kata itulah yang berhasil lolos dimulut nya .
Penyesalan yang mendalam terlihat jelas di kedua bola mata nya.
Hanna yang sedari tadi menunduk kini mendongak,ia menatap manik manik Alvin dengan tatapan sakit.
Mata dengan bola mata hitam pekat di dalam nya itu dulu terlihat menyimpan amarah yang begitu besar kepadanya ,tapi sekarang .
Bola mata itu terlihat sangat menyedih kan,Hanna hampir tak kuat memandang nya.
"maaf untuk apa,?" Hanna bertanya ,ia mengalihkan pandangan nya ke arah lain ,mencoba menyembunyikan air mata yang hampir menetes.
Ia tentu tidak mau terlihat lemah di mata Alvin .
"Untuk semua nya ,ya semua nya ..
kau tentu tidak lupa kan perlakuan ku dulu kepada mu" Jawab nya ,manik manik itu kini memandangi gadis kecilnya .
"Hanna ,perusahaan ku bangkrut,sekarang aku tidak memiliki apa-apa lagi" Alvin menjelas kan sambil menahan laju air mata yang hampir keluar .
Hanna nampak terkejut dengan penuturan Alvin ,pantas saja tubuh yang dulu terlihat berisi itu kini kurus kerontang ,rupa nya ia menopang beban perusahaan dalam pikiran nya.
"Jangan terlalu di pikirkan mas,.Dunia memang seperti itu,kalau mas mengkhawatirkan masalah rezeki,tenang saja Allah yang ngatur semua nya" Hanna mencoba menenangkan,ia sungguh menyangka Alvin menderita karena perusahaan nya .
"Semenjak kau pergi meninggalkan ku,aku sudah tidak memikirkan perusahaan ku lagi ,
__ADS_1
mengingat demikian,tentu saja bukan hal itu yang ku kahwatirkan" terang Alvin,kemudian menghembus kan nafas kasar nya.
Ia mencoba menenang kan hati nya.
"Aku mengingin kan mu kembali menjadi istriku!" Ucap nya berat ,namun berhasil mengurangi beban di hati nya ,ini yang terakhir kali ia mengutarakan keinginan nya pada Hanna .
Hanna melirik gadis kecil nya..Ia bingung apa yang hendak ia katakan.
Hati nya sakit ,namun melihat kesungguhan Alvin ,ia tidak tahu bagai mana cara ia menjawab nya .
"Jika kamu tidak menerima ku kembali ,Hanna aku berjanji tidak akan menikah lagi" Tambah nya ,dengan deraian air mata yang jatuh mewakili rasa sakit nya .
Fatimah memandang kedua nya..
Jika hati mereka sakit ,maka hatinya lebih dari sekedar sakit .. seorang anak ,bagai manapun pasti menginginkan kedua orang tua nya hidup bersama,namun ketika melihat ibu nya masih juga terdiam ia sungguh tidak tega ..
"Ayah ..bukan kah mami ada,?untuk apa ayah menginginkan bunda ?" Fatimah bertanya di antara kedua nya ,mata nya melihat Alvin ,kemudian beralih pada Hanna.
Hatinya menahan tangis yang hampir pecah,rasa nya ia ingin berteriak agar ayah nya menikahai ibunya.
Hanna mendongak ,memandang Fatimah tak percaya ,gadis itu,bukan kah menginginkan ayah nya ,sementara
Alvin menunduk ,putrinya sendiri bahkan tidak mengingin kan nya ,apa lagi Hanna seorang yang dulu pernah di sakiti dzahir dan batin nya,untuk memaafkan nya pun rasa nya sudah cukup.
Alvin mencoba menyeka air mata nya yang merambat di pipinya.
Sementara Hanna masih saja terdiam ,Apa pun yang Fatimah ingin kan pasti di turuti nya .
Fatimah memandang manik manik ibunya ,ia kemudian menarik nafas ketika Hanna mengangguk , seolah mengisyarat kan ,bahwa ia setuju dengan apa yang akan putrinya bicara kan .
"Ayah itu tampan.. di luar sana pasti banyak wanita yang mau sama ayah."
Ucap Fatimah ,namun mata nya memandang kesana kemari ,menghindari tatapan sang ayah pada dirinya.
"Ayah tidak mau Fatima ,ayah tidak mau menikah lagi kecuali dengan bunda mu"
jawab Alvin sambil memggeleng ,kata-kata putrinya benar-benar telah menghancurkan jiwa nya .
"Ayah apa tidak tahu,sebentar lagi Fatimah akan memiliki ayah baru?" tanya nya lagi ,air mata yang sudah dari tadi di tahan itu ,kini berhasil menghancur kan pertahanan nya ,
__ADS_1
walau pun tak ada suara yang keluar dari mulut nya ,namun hati nya memberontak ,rasa nya ia ingin berteriak sekeras keras nya .
Hanna menangis ,bagai mana bisa putri nya berbohong,hanya untuk sekedar menolak keinginan ayah nya.
"Apa Fatimah benar-benar tidak mengingin kan ayah nya lagi ,rasa nya itu tidak mungkin ..tapi mengapa ia begitu keras menolak nya .?" batin Hanna memberontak.
"ah benar kah ,ayah memang sudah mendengar nya ,namun saat itu tidak percaya" Alvin memaksakan diri untuk tersenyum ,hati nya gemetar ,ia tidak tahu apa yang saat ini di rasakan nya .
Fatimah kini hanya terdiam ,satu kata saja jika ia ucap kan ,maka tangis nya akan benar-benar akan pecah .. ia sungguh tidak mampu lagi menahan sesak di dada nya .
"sayang temani ayah dulu ,
mas ..aku permisi sebentar" ucap Hanna sambil berlalu .
Ia berjalan cepat menuju kamar nya kemudian menguncinya .
Badan Hanna merosot ,air mata jatuh bersarakan di pipinya,ia menangis sambil memeluk lutut nya mengingat apa yang di katakan putri nya .
"Tidak usah seperti itu sayang ,jika saja kamu mau ..bunda pasti akan menikah kembali dengan ayah mu.
Namun apa yang telah kau ucap kan tadi ,kau hanya melukai dirimu sendiri nak ,kau telah melukai bunda juga sayang"
Batin Hanna meratap ..
"kenapa kamu melukai dirimu sendiri nak ,bunda sudah susah payah membahagia kan mu .. namun apa yang kau perbuat ,kau bahakan tidak menghargai usaha bunda "
"jangan melukai dirimu lagi nak ,bunda mohon .. itu sungguh akan menyakiti bunda"
ringis nya lagi ..
Sementara di ruang tamu ,Fatimah menangis memeluk ayah nya..
"Ayah maafin Fatimah ,Fatimah pasti sudah menyakiti dada ayah .
Maafin Fatimah ayah ,Fatimah menyayangi ayah"
Tangia gadis kecil itu pecah di pelukan sang ayah,sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
***
__ADS_1
yang masih nunggu lanjutan cerita author ,coba angkat jempol nya .. author pengen tahu ada berapa sih ..
he he ..