
"Kehidupan ku jauh dari kata baik,mbak..!" Lirih nya pada Hanna memandang kedepan dengan tatapan kosong.
Hanna hanya terdiam ,menunggu kata selanjutnya.Ia tahu pasti akan ada penjelasan setelah kata yang Bella ucapkan barusan.Kiranya banyak sesuatu yang akan Bella katakan seperti hal nya Riana.
"Mas Alvin sangat kejam padaku,"Gumam nya lirih ,air mata telah merambat menyusuri pipi mulusnya ketika rasa sakit berdenyut hebat mengubarak-ngabrik perasaan nya.
Ia,Bella telah mengingat rumah tangga nya dulu dengan Alvin setelah Hanna tiada.
Rumah tangga yang didasari rasa cinta namun telah menyakiti orang lain di dalam nya kini telah kandas tak sedikit pun kenangan indah itu tersisa.
"Tidak mungkin Bella,aku tahu betul mas Alvin dulu mencintaimu .Kau masih ingat kan,bagaimana perlakuan mas Alvin dulu kepadaku.?Aku tahu betul semua itu mas Alvin lakukan karena cinta nya kepada mu sehingga ia tidak membiarkan aku menyentuh perasaan mu walau hanya sedikit..!"
Terang Hanna.Seolah telah habis,air mata wanita itu kali ini tidak ada yang keluar walau hanya setetes.
"Itu dulu mbak,sebelum mbak pergi dari rumah ,setelah nya tidak.
Hatiku teramat hancur menjalani rumah tangga dengan nya."Kilah nya ,sesekali ia menghapus air matanya namun percuma ,air mata itu kembali menetes karena rasa sakit ketika ia mengingat masa lalunya.
"Semua ini berawal saat mbak pergi,"jelas nya lagi.
"Ku kira setelah aku pergi,kau akan lebih bahagia.Bukan kah semua ini keinginan mu juga,?"Hanna bertanya ,menyanggah kata-kata Bella barusan tidak terima.Sudah jelas-jelas dulu Alvin sangat mencintainya.
"Awal nya aku juga berpikir seperti itu,berpikir bahwa mas Alvin hanya akan mencintaiku saja,namun ternyata tidak.
Tidak setelah mas Alvin menemukan surat yang mbak tinggalkan."Lirih nya.
Lagi-lagi isak tangis Bella terdengar di gendang telinga Hanna.
Hanna tampak memperhatikan Bella kemudian menyedot es th manis yang sedari tadi di bawa nya."Waktu itu ,apa kau tahu bagaimana perasaan ku Bella,?"Tanya Hanna,mencoba mengembalikan seputar ingatan saat tinggal satu rumah bersama dirinya.
"Aku tahu mbak,aku mengerti karena bagaimana pun aku juga seorang wanita."
Pelan nya,mengaduk-ngaduk jus alpukat kemudian menyedotnya cukup lama.
Hanna tersenyum rapuh ketika mendengar pengakuan Bella.."kau mengerti Bella,tapi sama sekali tidak menunjukan kemengertian mu itu."
"Aku tahu aku terlalu egois,namun penderitaan yang mbak dapat tidak sebanding dengan apa yang aku terima."
Kali ini bibir dengan lipstik merah cabe itu tersenyum pedih.
Mengingat Alvin jarang mau berbicara dengan nya kecuali di hadapan Mala.
__ADS_1
"Mbak tahu,?bagai mana rasanya ketika keberadaan ku tidak lagi di peduli kan oleh seorang suami,?Suami ku bahkan lebih mencintai seorang yang padahal telah di anggap nya mati."terang nya sambli berkaca-kaca.Ketimbang menemani nya tidur ,waktu itu Alvin bahkan memilih diam di sebuah makam menangis juga berbicara tidak berguna.
Hanna diam ,tidak berniat menyela ucapan mantan istri calon suami nya itu.
Penjelasan itu sudah sempat ia dengar dari calon adik iparnya.
"Selama enam tahun keberadaan ku bahkan tidak ia anggap,"Tambah nya sambil terisak.
"Aku menyesal mbak telah menjadi istri mas Alvin.."lagi,Bella bersuara berusaha menghapus air matanya.
"Lalu,mengapa kau bercerai dengan nya..?"
"Aku tidak kuat lagi ,mbak!"Jujur nya.
"Hanna mengehela napas nya ,melirik Bella kemudian mendesah"Lalu,mengapa kau terus menangis,apa kau masih mencintainya?"
Selidik Hanna.
"Hatiku sakit mbak ketika mengingat semua itu,"pelan nya sambil memegang dada yang di dalam nya kembali berdenyut.
"Lalu ,bagaimana perasaan ku saat pulang dari Singapura ,?kau bahkan tega mengusir ku dalam keadaan aku sedang mengandung sebuah janin,"Hanna mengungkit dengan mata berkaca-kaca .
Mengenai hal itu ,ia pasti teringat putrinya.
Tapi tatap semua ini bukan salah ku.Riana lah yang telah menghasut aku juga ibu. Menciptakan sebuah kebohongan besar hanya agar kami semua membencimu,mbak.!"Terang nya ,melirik Hanna dengan wajah meyakinkan.
"Aku tahu ,Riana telah menjelaskan nya padaku..!!"Sanggah nya.
Bella mendesah ,pantas saja Hanna tidak begitu terkejut dengan penjelasan nya barusan.
"Mala,kenapa kamu tidak membiar kan nya dengan mas Alvin,?"Tanya Hanna basa-basi, karena selama ini Alvin sendiri belum menceritakan apa yang telah terjadi.
Alvin paling anti jika bersinggungan dengan nama mantan istri yang ada di hadapan nya ini.
"Alasan nya tentu saja karena dia putriku,
Aku tidak menyangka bahwa sebenar nya mbak masih hidup..!
Saat mendengar kabar mbak meningal,aku bahkan menanggung penyesalan yang amat dalam.."Bella mencoba mengalihkan arah pembicaraan nya,pada Hanna ia tidak mungkin mengakui kesalahan nya.
Alvin pun terpaksa ia beritahu karena ia menginginkan Mala bersama dengan nya.
__ADS_1
Hanna hanya menanggapi nya dengan senyum saja ,ia tidak tahu apa yang hendak dikatakan untuk menanggapi ucapan wanita yang kini berada di hadapan nya.
"Apa kamu sudah ketemu sama mas Alvin,?"
Pertemuan nya dengan Bella sebenarnya telah membuat hatinya was-was.
Ia takut kalau Bella akan kembali datang di sela-sela kebahagiaan nya saat ini.
"Belum mbak,"jawab nya dengan gelengan kepala.
"Mas Alvin kecelakaan, kamu sudah tahu,?"
tanya Hanna dengan sedikit nada ditinggikan.
"Tentu saja sudah,Berita itu kan sangat heboh..!sanggah nya.
"Lalu,kenapa kamu tidak menjenguk nya..?"
lagi-lagi Hanna bertanya.
"mbak emang tahu aku tidak menjenguk nya,?"Reflek pertanyaan tersebut membuat Hanna salah tingkah .
"Tujuan mu sendiri untuk apa berkunjung ke butik ku,?Kali ini Hanna sendirilah yang mengalihkan arah pembicaraan nya.
"Aku mau pesan gaun pengantin ,mbak.."
"Kamu mau nikah,?"Hanna bersuara dengan nada tinggi karena keterkejutan nya ,ia hampir tidak mempercayai kata-kata Bella barusan.
"Iya mbak,"Ucap nya sambil mengangguk menatap heran karena tingkah nya Hanna.
Terlihat setelah itu ,pancaran kebahagiaan juga kelegaan terukir dari wajah wanita yang dulu pernah di kagumi nya itu.
"Memang nya kapan kamu akan menikah,?"Kali ini Hanna bertanya dengan nada santai.
"Sekitar tiga bulan lagi ,mbak .!"jawab nya.
Hanna tersenyum bahagia,seolah ikut serta dengan perasaan nya Bella.
"Baiklah,aku akan mencobanya."
***
__ADS_1
Terimakasih kakak ku tercinta yang masih setia menunggu juga membaca cerita nya..