ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
CHAT DENGAN RIANA


__ADS_3

"Riana ,apa sudah bertemu dengan kakak mu,bagai mana keadaan nya.?"


pesan terkirim lewat via Wathsap.


Ceklis dua berwarna biru muncul menandakan pesan telah di baca oleh penerima nya.


"Sudah kak.dia .?


Haduh aku pusing mikirin nya.."


Begitu kata yang Hanna baca barusan dari layar posel nya,tak lupa emotikon kepala di kelilingi bintang terpasang di akhir kalimat pesan tersebut.


Hanna tersenyum tipis,sebuah bayangan Alvin yang sulit di atur muncul membuat wanita itu kembali tersenyum mesem.


"pusing,pusing kenapa ,?"sebuah pertanyaan ia ucapkan lewat hentakan jari pada ponsel nya.


"Bertanya ke gitu kaya yang gak punya dosa banget si kak,Handphone kakak di matiin sepuluh hari loh,"Balasan Riana membuat Hanna sedikit menjinjit kan satu alisnya.


Wanita itu telah gagal mencerna apa yang di katakan Riana barusan.


"Maksudnya,?"Satu pertanyaan yang berhasil memenuhi isi kepalanya sedari tadi sudah Hanna kirim .Ia memainkan ponselnya seolah tak sabar ingin mengetahui apa balasan dari calon adik iparnya itu.


"Haduh kak ,kak Alvin seharian nanyain kak Hanna, emang nya aku ga pusing nyari alasan buat jawab pertanyaan nya kakak."emotikon bintang mengelilingi kepala Riana terapkan.


"Tapi aku,kak Alvin ga sama sekali nanyain keadaan ku,!"berujung dengan emotikon nangis membuat Hanna terkekeh.


"Dia nekat mau pulang ke Indonesia nemui kakak ,hauhh pusing banget..!" Belum sempat Hanna membalas , tapi Riana sudah kembali mengirim nya pesan.


"Sekarang dia nya mana,?


ponsel nya ko gak aktif.."


Hanna tadi mencoba menelpon nya tapi ponsel Alvin memang tidak bisa di hubungi.


"Marah dia kak,katanya biar kak Hanna ngerasain hal serupa sama apa yang di alaminya."balas nya dengan cengiran membuat Hanna kembali terkekeh membacanya.


"Besok tolong bilangin ,ponsel ku sudah aktif .."Hanna memasang emotikon tersenyum seolah tanpa dosa.


"Siap kak,masalah dengan kak Dave


apa sudah selesai,?"(Riana)


"Sudah ,kemarin aku menemui dan alhamdulillah dia bisa menerima nya walau agak nya terlihat kecewa."(Hanna)


"Semoga tidak ada gangguan lagi ,ya kak.."(Hanna).

__ADS_1


"Aamiin,memang seperti itu yang aku harapkan ..


Riana tolong jaga mas Alvin ya,"(Hanna)


Sebuah setiker dengan mata memutar malas,dengan bibir menyungging Riana pasang."Dia kakak ku kali,tanpa kakak meminta nya pun aku pasti menjaganya"


Hanna terkekeh mendapat jawaban dari calon adik ipar nya ,ia tersenyum kemudian mendekap ponsel nya penuh rasa sayang .


"ya sudah ,kakak tidur ya..


Selamat malam"Akhir nya kata itu yang Hanna tulis sebagai pesan penutupan.


"Selamat malam juga ,kak.."


Riana membalas namun Hanna hanya melihat tanpa membalas nya.


wanita itu memejamkan mata dengan senyum yang mengembang dari bibirnya.


Kabar dari Riana telah menbuat bunga-bungan cinta bertaburan di hatinya,ia bahkan tak sadar bahwa kelakuan nya itu sama hal nya dengan ABG yang baru merasakan jatuh cinta


***


Riana terbangun kala kerongkongan nya merasa kehausan ,meraba-raba meja dengan keadaan mata yang masih terpejam .


Gadis itu membuka tutup botol tersebut kemudian meminum dan berhenti saat kerongkongan nya cukup basah.


Ia meraih ponsel kemudian menyalakan nya.


"ah,masih malam"ucap nya kala melihat jam menunjukan pukul 03:00 ..


Tidur di sofa benar-benar membuat badan nya terasa remuk.Ia tampak menggerak-gerakan badan nya demi mengurangi rasa sakit namun tak sengaja mata nya menangkap sang kakak yang sedang menjalan kan sholat di atas kursi roda.


Riana meletakan dagu nya di atas kepala sofa,memantau gerak-gerik kakak nya dengan bibir yang melengkuh bangga.


Mata nya semakin awas saat Alvin telah menyelesai kan shalat kemudian mengangkat ke dua tangan nya,dapat di pastikan sepertinya ia hendak berdo'a.


Alvin mengangkat ke dua tangan nya.Mulut nya komat-kamit merapal do'a.


Mengutarakan isi hatinya pada sang pencipta di tengah-tengah kekhusuan nya.


Di situlah ia tenggelam bersama jiwa nya hanyut dalam dekapan kasih sayang Tuhan yang luar bisa indah nya.


Bayangan kesalahan mendadak bermunculan dalam pikiran nya membuat ulu hati nya berdenyut hebat ,merasakan nyeri yang amat dalam.


"Rabbi ,aku mohon ampun."jerit Alvin di sela-sela tangis nya.

__ADS_1


Alvin menangis histeris sampai ia menggeleng-geleng kan kepala nya ,merasa takut kala bayangan api neraka seolah hadir berkobar dalam pejaman matanya.


"Rabbi,ampuni aku."Racau nya lagi,


di sela tangisan yang teramat sangat itu.


"Dosa ku mungkin lebih besar dari luas nya lautan ,dosku mungkin lebih tinggi dari pegunungan ,mungkin juga lebih banyak dari semua dedaunan juga tetesan semua air hujan.


Untuk ini aku datang Rabbi menghadap mu dengan jiwa kotor berlumurkan dosa.


Aku datang untuk memohon ampun dari mu.


karna sesungguh nya hanya kau dzat yang maha pengampun itu.Aku tidak tahu Rabbi ,apa yang akan aku jawab nanti di hadapan mu ketika apa yang saat ini ku miliki kau pertanyakan .Jiwa ini hanyalah sebatas pendosa ,namun aku tidak akan kuat jika harus menahan panas nya api neraka .Ampuni aku karena telah berbangga diri dengan kepunyaan mu ,ampuni aku yang telah menyakiti sesama makhluk-makhluk mu,ampuni aku Rabbi ,ampuni aku .. Orang-orang yang aku sayangi ,semoga kau senantiasa melindungi dan mendapat kebahagiaan darimu,karena sesungguh nya perlindungan dan kebahagiaan itu hanya milik mu.Rahmatilah kami Rabbi,tunjukilah kami jalan yang lurus,yaitu jalan yang di ridhoi mu.Bahagiakanlah kami ,sampai tujuan yaitu tempat abadi kelak.


Sementara dari kejauhan Riana tampak menghapus air mata yang sempat meluncur di kedua matanya.


Buru-buru ia kembali pada posisinya agar Alvin tak melihat ia yang sedari tadi mengawasinya.


Dalam keadaan tidur pun air mata Riana masih menetes.


Rupa nya tangisan Alvin telah mengetuk pintu hati nya,mengingat sampai sekarang wanita itu belum condong hatinya untuk mengenakan hijab.


Alvin sudah berkali-kali menyuruh nya,namun ia masih menolak nya dengan berbagai alasan.


Alasan nya karena ia belum siap,hati nya masih belum di tata juga di perbaiki.


Ia baru sadar bahwa anggapan nya saat ini salah ,kenapa..?


karena sekarang ia menyadari kematian itu bisa datang kapan saja.Malam ini,besok ,lusa atau minggu berikut nya.


***


Aku masih muda tapi


Syarat mati tidak lah harus tua,untuk itu sekarang aku mau minta maaf pada kakak-kakak semua kerena telah membuat kakak-kakak kesal juga kecewa.


Baca-baca komentar negatif kadang bisa mempengaruhi otak ,misal nya nulis jadi belenk..


Author ga ngehargain perasaan lah atau inilah itulah ,namun perlu kakak-kakak semua ketahui bahwa penulis juga butuh perjuangan..seperti gadang nyampe malem ,telat makan membiar kan kerjaan rumah lain nya..atau pekerjaan kerjaan lain nya..


Bukan untuk penulis abal" ini aja ya kak,tapi juga untuk semua penulis yang lain nya..


kalo boleh saran jika berkomentar ataubngasih saran tuh seengga nya di tata dulu bahasa nya biar ga ngerusan mood penulis juga.


#Salam santun kakak kakak sayang 😘😘

__ADS_1


__ADS_2