ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
BERTEMU ADRIAN


__ADS_3

"Maafkan bunda ,"


Hanna menatap mata Fatimah dengan bercak bening di kedua bola mata nya ,Ia hampir menangis karena telah membuat putrinya kecewa.


"Untuk apa bunda meminta maaf,Fatimah sungguh tidak mengerti" Fatimah tersenyum sambil menatap kembali mata ibunya .


Saat ini mereka sedang berbaring di kamar Fatimah ,sepertinya mereka akan melakukan tidur siang.


"Fatimah akan selalu nurut sama bunda ,


Fatimah hanya ingin bunda bahagia,


Fatimah tidak mau dada bunda sakit lagi ." terang nya lagi,kali ini tangan mungil itu mengusap-ngusap pipi Hanna lembut .


"Terimakasih sayang,Fatimah memang selalu ngertiin bunda"


Hanna tidak lagi mampu menahan laju air mata nya lagi ,ia memeluk putrinya kemudian menangis .


kemudian melepaskan pelukan nya.


"Fatimah menyayangi bunda"


"Terimakasih sayang" Ucap nya lagi .


Bagi Hanna kehadiran Fatimah di dalam hidup nya merupakan suatu anugrah.


Ia begitu bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan gadis kecil yang selalu menguat kan nya .


"Tetap lah di sisi bunda ,bunda mohon"


Hanna memohon pada Fatimah sambil mengusap ngusap rambut putrinya .


"Tanpa bunda suruh pun,Fatimah akan tetap bersama bunda .. Fatimah tidak mungkin meninggalkan bunda" Ucap bibir mungil itu seraya tersenyum .


kata-kata gadis mungil itu memang sulit di percaya ,ia bahkan bisa berbicara layak nya seorang remaja ,mungkin karena ia sering mendengar ibu nya bercerita..


"Berhentilah menangis,sebenarnya apa lagi yang sedang bunda pikirkan?""Tambah nya lagi kemudian bertanya .


"bunda hanya bersyukur karena telah memiliki putri sepertimu "jawab Hanna ,kata-kata itu memang seringkali Hanna ucapkan ketika Fatimah bertanya tentang dirinya menangis.


"Fatimah juga ,Fatimah bersyukur sekali karena telah memiliki bunda"ucap Fatimah seraya tersenyum.


"Nanti sore bunda akan mengunjungi bibi mu"


Hanna menghapus air mata nya yang sempat menetes kemudian kembali memandang wajah gadis kecil itu .


Senyum Fatimah mengembang,sudah hampir seminggu belum bertemu sang bibi ,ia tentu sangat merindukan nya..


***


Fatimah berlari setelah turun dari mobil ,ia bahkan tidak sabar untuk menemui bibinya tidak peduli dengan teguran dari sang ibu karena mengkahwatirkan nya terjatuh .


"jangan lari nak ,bunda sungguh tidak bisa melihat mu terjatuh" Ucap Hanna setengah berteriak .


"Aku bisa hati-hati ,bunda jangan terlalu mengkhawatirkan ku"Teriak Fatimah ,suara itu terdengar sangat imut .

__ADS_1


Sementara Hanna nampak menghembuskan nafas nya,melihat putrinya yang sama sekali tidak mempedulikan teguran nya.


"Assalamualaikum" sejenak Fatimah terdiam memandang pria yang kini ada di hadapan nya .


Ia mengulur kan tangan nya ,kemudian mencium tangan yang besar nya bahkan tiga kali lipat dari tangan mungil nya hati-hati .


"masih ingat om?" Tanya Adrian seraya tersenyum.


"Tentu saja ,ingatan Fatimah tidaklah terlalu buruk" jawab nya di balas dengan senyuman pula.Tentu saja senyuman yang bisa mengingat kan nya kepada Hanna"


"Bibi ,Fatimah merindukan mu" Fatimah memeluk Raisa yang baru saja muncul membawa gelas berisikan jus jeruk di tangan nya .Jus itu hampir saja tumpah karena Fatimah memeluk paha Raisa tiba-tiba.


"Haiss ya ampun.. " Raisa berucap sambil melepaskan pelukan keponakan nya kemudian meletakan gelas yang di bawa nya di hadapan Adrian .


Raisa menjatuh kan tubuh nya di sopa ,kemudian melembai kan tangan nya mengisyarat kan agar Fatimah segera mendekat kearah nya .


Raisa meraih Fatimah kemudian mendudukan tubuh mungil itu di samping nya.


"Bunda mu mana?" tanya Raisa .


Ia bahkan tidak peduli dengan Adrian yang sedang memperhatikan nya,sepertinya ia hendak bicara .


"Sedang memarkirkan mobil,sebentar lagi sepertinya akan sampai" jawab nya santai,Fatimah menyandar kan kepala nya pada tubuh Raisa ,ia memang selalu manja pada bibi nya yang satu ini .


"berhentilah bersikap seperti anak-anak .."ketus Raisa bercanda .


"apa menurut bibi aku sudah dewasa ?" tanya Fatimah ,ia anak-anak bagai mana bisa bibi nya menyuruh nya untuk berhenti bersikap seperti anak-anak .


Adrian tampak menyunggingkan senyum ,baginya intraksi bibi dan keponakan ita sangat lah lucu..


Sementara Adrian terdiam ,ia mencoba mengumpulkan pikiran nya yang hampir hilang .


Wanita yang ada di hadapan nya


adalah Hanna .


wanita yang dulu pernah di cintai nya ,kini benar-benar ada di hadapan nya .


"kau tahu alasan ku memilih mu,kau terlihat mirip dengan wanita itu"


Sekelebat bayangan melintas di pikiran Raisa saat memperhatikan Adrian .


"kak Hanna.,apa yang di maksud kak Adrian adalah kak Hanna ?" Batin Raisa berucap.


"Apa kabar dokter, senang bertemu anda kembali" sapa Hanna sambil melangkah kan kaki nya ke tempat di mana Raisa berada .


Ia menjatuh kan bobot tubuh nya di samping Fatimah ,saat ia sudah memberikan tangan nya pada Raisa.


"baik ,seperti yang kamu lihat" Adrian menjawab seraya tersenyum ,menutupi kegugupan nya .


"wahh.. ternyata kakak sudah lebih dulu mengenal kak Adrian" Kali ini Raisa bersuara ,mencoba memecahkan kecanggungan antara mereka.


"Tentu saja ,dokter Adrian dulu banyak sekali membantu kakak" Hanna menjawab dengan lancar . Mengenai di balik kebaikan yang Adrian lakuakan kepada nya . Hanna sungguh tidak tahu apa-apa.


"Itu tidak seberapa,aku senang membantu kakak mu" Timpal Adrian merendah .

__ADS_1


sementara Raisa hanya tersenyum .


"Anda sangat baik dokter ,beruntung sekali wanita yang menjadi istri anda" Ucap Hanna lagi ..


Sementara Adrian nampak gugup mendengar pernyataan Hanna tentang nya ,Jantung nya hampir saja berhenti berdetak,ia tidak munafik rasa cinta pada Hanna nyatanya masih tetap ada.


"pria yang menjadi suami mu juga pasti sangat lah beruntung,apa lagi bisa menghadirkan anak gadis seperti Fatiamah


pria itu sungguh di hujani anugrah yang begitu luar biasa"Adrian berucap setelah ia berhasil mengumpulkan kesadaran nya .


"tidak seperti itu juga dokter,jadi kapan dokter menikah?" tanya Hanna sambil tersenyum ,saat berbicara Hanna memang selalu tersenyum.


"masih dalam proses ikhtiar,do'a kan saja semoga secepat nya bertemu dengan yang pas"


"Aamiin" adik dan kakak itu menjawab bebarengan .


"Suami mu apa sudah sembuh?,aku mendengar sudah hampir empat tahun ia terbaring di rumah sakit."tanya Adrian .


"yang di katakan dokter Adrian benar kah ,aku bahkan tidak terlalu menguruskan nya .mereka sendiri mengatakan aku sudah meninggal ,sebenar nya siapa yang telah membuat berita tidak benar itu?"Batin Hanna bertanya-tanya .


"Mas Alvin maksud mu?"tanya Hanna ,ia masih mampu untuk tersenyum .


"memang nya siapa lagi suami mu?" Adrian bertanya dengan nada bercanda .


"kami bukan suam istri lagi"


Ada binar bahagia di kedua mata Alvin ,namun kebahagiaan itu kembali menyusut ketika melihat Raisa di samping Hanna .


Ia memang telah berjanji akan secepat nya menikahi Raisa .


"Tadi apa kamu yang memberi alamat pada seorang tamu?" kali ini Hanna bertanya pada Raisa ,setelah tidak ada lagi yang akan di bahas dengan Adrian .


"iya kak maaf ,orang itu sangat memaksa"


Raisa meminta maaf .


"Tidak apa-apa ,dia memesan banyak baju untuk keluarga nya,besok kakak akan segera merancang nya "Hanna menenangkan .


sementara Fatimah yang duduk di antara mereka hanya terdiam mendengar kan percakapan nya orang dewasa .


"kak Adrian bukan kah ada yang ingin kakak sampaikan?" tanya Raisa .


Arian sendiri tadi mengatakan ada sesuatu yang akan Adrian katakan kepada Raisa .


"lain kali saja ,sekrang kakak harus undur diri" jawab Adrian sambil berdiri .


***


yang sabar ya readrs setia.. author nanti up nya seringan insyaallah,kalo hp nya udah ga di pegang ade lagi itu juga .


jangan lupa untuk dukungan nya ya ..


like sama vote misalnya .


keritik dan saran nya yang positif juga.

__ADS_1


__ADS_2