
Bibir mungil itu tersenyum riang ,ketika ayah nya mengajak dirinya untuk bermain.
kebahagiaan sesekali terpancar di wajah nya membuat wajah imut nya itu terlihat semakain menggemaskan ..
langkah kecil itu menghampiri sebuah lemari , kemudian mengambil beberapa potong gamis yang akan di tunjukan pada ayah nya.
"menurut ayah ,baju mana yang terlihat cantik?" Fatimah bertanya sambil mengangkat dua gamis kecil di tangan nya .
Alvin tersenyum melihat tingkah anak gadis nya seperti seorang remaja ,bagai mana bisa gadis enam tahun sudah memperhatikan penampilan nya.
"Dua-dua nya juga terlihat cantik ,tapi jika ayah di suruh memilih ,ayah lebih memilih baju yang ada di tangan kanan mu "Alvin berucap sambil menunjukan gamis warna hitam yang di padu dengan sulam emas memanjang ke bawah di bagian dada nya .
Fatimah tersenyum manis menunjukan lesung pipi yang ada di pipi kanan nya dengan jelas .
Ia menaruh baju merah yang tadi di ambilnya nya ke dalam lemari kembali .
"baik lah aku pakai yang ini" Ucap nya kemudian sambil melangkah kan badan menuju belakang lemari.
Gadis mungil itu muncul di belakang lemari ,kini baju yang Alvin pilihkan utuk nya telah melekat di tubuh Fatimah .
Baju itu terlihat pas di badan nya .Bahkan kerudung mungil yang warna nya sama dengan baju nya terlihat sangat cantik di pakainya.
***
Hanna memandang Fatimah dari atas hingga ujung kaki ,ia bisa menyimpulkan bahwa Fatimah akan di bawa pergi oleh ayah nya.
"Bunda Fatimah akan pergi jalan-jalan bersama ayah ,apa boleh?"Tanya Fatimah penuh harap .Hati kecilnya berharap sang ibu akan mengizinkan nya keluar ,bagai mana pun ini hari pertama dirinya akan jalan-jalan bersama ayah nya.
"Boleh saja ,tapi pukul Lima Fatimah harus sudah ada di rumah ya..!"Ucap Hanna sambil mengusap puncak kepala Fatimah kemudian mendongak menatap mata Alvin yang kini berdiri di samping putrinya.
Senyum Fatimah mengembang ketika mendapat izin dari ibunya .
"Terimakasih bunda ,tapi Fatimah ingin bunda ikut juga bersama kami"
Fatimah berterimakasih namun kembali mengutarakan keinginan nya pada sang ibu.
"bunda punya urusan sayang,Fatimah pergi aja ya sama ayah"Hanna menolak keinginan putrinya dengan lembut,bagai mana pun ia tidak ingin membuat hati putrinya merasa sedih.
"Ayolah bunda ,Fatimah ingin pergi bersama bunda,Fatimah ingin merasakan keluarga lengkap ,Fatimah ingin kita bersama"
Fatimah masih tidak mau menyerah juga dengan keinginan nya .
__ADS_1
"Kapan-kapan lagi ya sayang ,bunda sungguh tidak bisa ..Hari ini bunda benar-benar sangat sibuk"Hanna masih juga menolak ,dari pada jalan bersama Alvin ia bahkan rela membuat hati putri yang di sayangi nya kecewa .
Sementara Fatimah menunduk sedih ketika mendengar penolakan ibu nya .
"Apa sungguh tidak bisa ,bunda?.Fatimah ingin kita jalan bersama" Ragu-ragu Alvin berucap menatap mata Hanna dengan penuh harap.
Hanna terlihat menghembuskan nafas kasar nya ketika mendengar apa yang Alvin utarakan kepada nya.
"Fatimah tunggu sebentar ya,Ada sesuatu yang harus bunda bicarakan dengan ayah mu"
Hanna memberi intruksi kepada Fatimah kemudian berdiri meninggal kan Fatimah yang kini duduk manis di sopa ruang tamu .
Sementara Alvin terlihat mengikuti langkah Hanna dengan ragu .
"Mas ,ku mohon berhenti mempengaruhi putriku ,Jika kamu terus seperti ini maka aku tidak akan mengizinkan mu lagi untuk membawa pergi Fatimah"Hanna mencecer Alvin ketika Alvin sudah berda di hadapan nya.
deg..
Seperti ada sesuatu yang melukai hatinya.Alvin bahkan tidak percaya Hanna akan menuduh nya seperti ini.
Ia memang menginginkan Hanna ikut bersama nya ,tapi untuk mempengaruhi Fatimah ia sungguh tidak melakukan nya.
"Apa maksud bunda menuduhku seperti ini ,ini murni atas kemauan Fatimah ,aku sungguh tidak mempengaruhi nya..
Alvin mengelak tidak terima dengan apa yang Hanna katakan kepada nya.
"Berhenti mengatakan (bunda)kepada ku mas ,aku sungguh tidak mau mendengar perkataan itu keluar dari mulut mu"Nada suara Hanna meninggi sukses membuat perasaan Alvin berkecamuk .
Alvin merasa kebencian Hanna sudah tertanam untuk dirinya .
"Aku tidak peduli bunda,meski kau melarang ku untuk memanggil mu seperti itu ,aku tetap tidak akan merubah panggilan ku untuk mu" Dengan kecewa Alvin berucap sambil menatap manik-manik Hanna.
"Jangan membuat ku membencimu mas ,aku sungguh tidak ingin menanam kebencian untuk seseorang termasuk untuk mu..
ku mohon berhentilah untuk memanggil ku dengan sebutan bunda"
"Aku tidak peduli bunda ,meskipun kamu membenciku aku tetap akan mencintai mu .
Aku mencintai mu bunda"
"mas ..bukan kah sudah ku bilang jangan mengatakan hal seperti itu lagi kepada ku,aku sungguh membenci kata-kata itu "
__ADS_1
Hanna membentak Alvin tak sengaja,kali ini air mata merambat menyusuri wajah putih nya.Bagai mana bisa dirinya berkata sekasar itu pada manusia yang dulu pernah menjadi suami nya.
Alvin terdiam ,hati nya terlalu sakit jika harus diceritakan .Ada bercak bening di kedua bola mata nya ia bahkan hampir menangis mendengar pernyataan dari orang yang di cintainya.
"maafkan aku,aku sungguh tidak sengaja" Hanna berucap kemudian menunduk ,ia sungguh menyesal atas ketidak sopanan nya.
"Jadi apa bunda akan ikut bersama kami, kami sungguh berharap bunda mau mengikuti kemauan kami."Alvin mengalih kan pembicaraan nya ,berharap kembali kepada Hanna untuk ikut bersama nya .
"Bukan kah sudah ku bilang mas ,aku tidak mau ..ku mohon jangan memaksaku"
Hanna tampak kesal,suara nya bahkan terdengat dingin .
"kau pergi lah mas ,untuk hari ini aku tidak akan mengizinkan mu membawa Fatimah,aku sedang membutuh kan nya" putus Hanna kemudian pergi meninggalkan Alvin yang masih mematung mendengar apa yang barusan Hanna ketakan kepada nya.
Sementara Fatimah air mata Fatimah merambat mendengar percakapan ayah dan ibu nya .
Ia buru-buru pergi ketika Hanna melangkah kan kaki nya
Setelah menghapus sisa-sisa air di mata nya ,Fatimah kembali duduk manis di sopa yang tadi di duduki nya .
Hanna datang bersama di ikuti Alvin di belakang nya ..
"Ayah, sepertinya kita keluar sepertinya lain kali aja .Fatimah sangat ngantuk ,untuk saat ini Fatimah ingin tidur saja" Ucap Fatimah sambil tersenyum menatap wajah ayah nya .
Kali ini Alvin sudah duduk di samping putrinya.
deg...
seperti ada sesuatu yang menusuk hati Hanna ,seorang ibu tentu mengerti apa yang di ucapkan putrinya.Hanna yakin tadi Fatimah mendengar percakapan nya dengan Alvin .
"Loh.. kok bisa begitu?" tanya Alvin lemah .
"Aku sungguh minta maaf ayah ,aku tidak bermaksud mengecewakan mu"Fatimah menatap wajah Alvin kemudian mengusap lembut pipi ayah nya.
"Tidak apa-apa sayang ,lain kali saja
Ayah pasti memiliki banyak waktu luang untuk mu"Alvin tersenyum sambil mengusap-ngusap puncak kepala Fatimah .
"Terimakasih ayah ,karena sudah mengerti"
Fatimah tersenyum tulus kemudian mencium pipi ayah nya .
__ADS_1
Ada rasa sedih menyelimuti hati Hanna, ia terlalu egois bahkan tidak memperhatikan persaan putrinya .
"Maaf kan bunda sayang "Batin Hanna meronta ,sementara hati Alvin menahan kecewa ..Ia harus pergi tanpa membahagia kan dua orang yang di cintainya .