ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
AYAH JANJI ...?


__ADS_3

Fatimah masih juga belum berhenti menangis di pelukan ayah nya ..walau beban di hatinya sedikit berkurang,namun,nafas nya masih saja terdengar sesenggukan .


"sudah sayang ,tidak apa-apa.."


Ucap Alvin menenang kan ,sebenar nya ia tak tega melihat keadaan Fatimah yang seperti ini ,namun ia bisa apa ..?


ia sendiri tidak mengerti dengan jalan pikiran putri nya .


Tadi ia yang bersi keras menolak keinginan dirinya,dan sekarang gadis kecil itu menangis seolah menginginkan dirinya.


"Ayah ,maafin Fatimah" Fatimah berucap sambil mendongak ,memandang ayah nya dengan mata yang sudah membengkak. Sementara Hanna ,sejak dia pergi belum ada tanda-tanda ia akan kembali .


"Sudah sayang ,jangan seperti ini.Ayah baik-baik saja" Ucap nya sambil menghapus sisa sisa air mata di pipi putrinya.


"wahhh..Sebentar lagi Fatimah punya ayah dua ,Fatimah harus jadi gadis yang baik ya.!"


Alvin mencoba menghibur putrinya agar berhenti menangis ,namun bukan nya berhenti ,tangisan gadis kecil itu malah semakin menjadi.


Ia mengegeleng kan kepala nya..


"Tidak ayah ,jangan berbicara seperti itu lagi..dada Fatimah sakit" ucap nya sambil menyembunyikan kembali wajah nya di tubuh kurus Alvin .


Alvin menggigit bibir nya kuat ..


Ia terdiam membiarkan putrinya menangis sampai tertidur di pelukan nya.


Hannna pov..


Ku pandangi putriku ,yang kini tengah memeluk tubuh kurus ayah nya erat ,gadis kecil ku itu seolah tidak mau melepas kan ayah nya .


Mata yang di lingkari warna hitam itu memandang ku lemah ,sepertinya ia baru saja menyadari akan keberadaan ku..


Ada rasa sakit yang menjalar di ulu hatiku ,


ketika melihat tubuh kurus dengan lingkar mata berwarana hitam,sepertinya kesehatan mas Alvin akhir-akhir ini sangat lah memburuk .


ku jatuh kan bobot tubuh ku ke kursi, terlihat mata nya masih juga mengawasi setiap gerak gerik ku.


"Mas,apa kau sakit?" pertanyaan itu lah yang barusan lolos dari mulut ku ..


Ku lihat senyum nya merekah..Dia memang jarang sekali tersenyum ,karena jarang nya,aku bahkan bisa menghitung berapa kali melihat bibir itu melebar.


Jika harus jujur ,bibir kecilnya itu terrlihat manis sekali jika sedang tersenyum .


"Aku baik-baik saja Hanna " jawaban itu terdengar sangat tulus ,namun juga seperti menyembunyikan kebohongan jika mengingat keadaan tubuh nya yang sekarang .


"Syukur lah .."Aku tersenyum,namun


bercak bening sepertinya sudah terlihat di kedua bola mata besar ku.


Aku benar-benar tak kuat melihat keadaan mas Alvin seperti ini.


"Hanna aku lapar ,apa ada makanan di rumah mu ,aku rindu mencicipi masakan mu"


Ucapan nya membuat ku terdiam .


"ah... Baiklah akan ku masakan ,tunggulah di sini sebentar" jawab ku sambil berdiri, melangkah kan kaki ku ke dapur .


Enam puluh menit kemudian aku telah menyelesai kan nya .Di meja makan ku hidang beberapa sayur juga ayam saus kesukaan nya .

__ADS_1


yahhh..aku tentu masih ingat apa saja masakan kesukaan nya.


"mas ..makan lah"


Aku memanggil nya setengah berteriak ,mengingat jarak antara ruang makan dengan ruang tamu cukup lah jauh .


Tubuh itu terlihat berjalan gontai,ia kemudian mendudukan pantat nya dengan sangat pelan .Ku memandang nya dengan persaan iba,sepertinya tubuh itu terlihat sangat kesakitan .


"Hanna ,ku mohon makan lah bersama ku"


ia berucap saat aku hendak pergi meninggal kan nya .


Aku terdiam sejenak ,mempertimbangkan ucapan nya sebelum kemudian aku memutus kan untuk memenuhi permintaan nya .


"Baik lah aku akan makan" aku memutus kan kemudian duduk di hadapan nya.


Saat makan ,tidak ada kata yang keluar sepatah kata pun di antara kami ,sementara aku sibuk memandangi mas Alvin yang tengah makan dengan sangat lahap nya,aku bahkan melihat ia beberapa kali menambah kan nasi ke piring nya ..


"apa mas belum makan ..?" pertanyaan ku seketika membuat aktivitas nya terhenti,


ia memandang ku ..kemudian kembali memasukan suapan terakhir kedalam mulut nya setelah menjawab pertanyaan ku.


"Sebelum kesini ,aku tadi mampir ke retosan..


tapi saat itu aku sedang tidak nafsu.." ucap nya Sambil tersenyum.


Ia memasukan tangan nya kedalam mangkuk yang sudah aku beri air bersih kedalam nya,rupa nya ia telah menyelesai kan makan nya .


"Terimakasih Hanna "Ucap nya tulus sambil tersenyum ,kemudian beranjak pergi meninggal kan ku sendirian .


Aku memandang masakan yang tadi aku masak sedih, masakan ku kini telah habis tandas oleh mas Alvin,bagai mana bisa ia memakan makanan yang tidak sedikit.


Ku punguti piring bekas itu sambil berlinang air mata.


"Hanna aku pulang" teriak nya. seketika membuat aktivitas ku terhenti.


Saat ini aku hendak mencuci piring.


Ku hapus kasar air mata yang telah membasahi pipiku ,kemudian bergegas menghampiri Alvin yang kini sedang berada di ruang tamu .


Air mata kembali merambat di pipiku saat mendapati Fatimah terbaring di sopa ruang tamu ,sedang di ciumi lembut oleh ayah nya


lembut ..


Gadis mungil itu perlahan membuka mata bengkak nya seketika membuat Alvin menghentikan aktivitas nya .


"Ayah " Fatimah memanggil ayah nya dengan suara serak khas bangun tidur sambil tersenyum.


"Ayah mau pulang sayang"Kata -kata Alvin berhasil melebur senyuman putriku.


Terlihat tangan mungil itu memegang kuat tangan ayah nya yang kini sedang duduk di lantai .


"Jangan pergi ayah" Ucap Fatimah sambil menggelengkan kepala nya tak rela..


"Besok ayah kesini lagi sayang..


Ayah akan mengajak mu jalan-jalan"


Ucap nya sambil mencium pipi putriku lembut ..

__ADS_1


"ayah janji?" Fatimah bersuara sambil mengangkat jari kelingking nya mengajak ayah nya untuk berjanji .


Ku lihat Alvin tersenyum ,kemudian mengait kan kelingking nya pada Fatimah ,


"ayah janji ,sayang.."


ucap nya kemudian.


Senyum Fatimah merekah ,membuat ku bahagia.. ternyata benar ,gadis itu masih mengnginkan ayah nya.


"Ayahh ..Fatimah ingin memberi kesempatan pada ayah untuk melamar bunda sekali lagi"


Putriku berbisik,namun suara nya masih terdengar jelas di gendang telinga ku.


"Benar kah,terimakasih banyak sayang" Ucap mas Alvin sambil mengelus ngelus pipi Fatimah lembut .


Sementara tangan mungil itu masih juga memegang kuat lengan mas Alvin seolah tidak mau melepas kan nya.


"Tapi sekarang ayah pulang dulu ya,"


mas Alvin mendongak, manatap mata ku


seolah menyuruh ku untuk membujuk Fatimah agar melepas kan nya ..


"Fatimah ,sayang ..


Biar kan ayah mu pulang dulu"


ku rayu Fatimah sambil mencoba melepas kan tangan ayah nya .


"Tidak bunda ,biar kan ayah sehari saja tinggal di sini" mohon nya ,membuat ku tak tega mendengar nya.


Aku sungguh tidak mengerti mengapa Fatimah jadi bersikap seperti ini.


"Sayang ,ayahmu masih punya banyak kerjaan..Lagi pula besok ayah ke sini lagi untuk mengajak mu jalan-jalan"


Ku masih berusaha keras membuju putriku .


Ku lihat Fatimah menatap mata mas Alvin lekat ,seolah tak rela untuk membiar kan nya pergi ..


"Ayah .. besok harus kesini lagi" ucap nya berat sambil melepas kan lengan mas Alvin.


Mas Alvin mengangguk tanda mengiayakan,kemudian kembali mencium pipi putriku gemas .


"Ayah ..pulang ya sayang" ucap nya kemudian berdiri menghadap ku .


"Hanna,jaga putri ku ya.."


Ucap nya seraya tersenyum,kemudian berlalu begitu saja ..


Ku pandangi tubuh mas Alvin sampai lenyak dalam pandangan ku di balik pintu.


ada sedikit rasa berat ketika memandangi kepergian nya .


***


jangan lupa untuk menghargai seseorang ..


jangan lupa kasih like nya ya ..

__ADS_1


vote nya kalo bisa he he.


__ADS_2