ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
FATIMAH INGIN KETEMU


__ADS_3

"Aku sudah menceritakan semuanya kepada mu..ku mohon maafkan aku..Adrian meminta maaf di akhir cerianya .


"untuk apa pula kakak meminta maaf kepada ku ,aku sama sekali tidak peduli dengan semua itu"


Timpal Raisa cuek .. Urusan menyembunyikan perasaan ,Raisa memang ahlinya.


"Aku akan memilih mu sebagai istriku ,aku berjanji akan secepat nya melamar mu" Adrian memandang Raisa sekilas ,kemudian pokus kembali mengemudi ..


"Kakak punya tiga kekasih ,keputusan kakak benar-benar tidak masuk akal bagiku"


Raisa berucap malas ..


"Aku akan memutuskan mereka secepat nya,kamu jangan khawatir "


"Aku tidak mau menikah dengan kakak."


mata Raisa berkaca-kaca. Bisa saja ia mengatakan itu ,tapi hatinya ...siapa sangka kata-kata nya sendiri bisa menyakiti batinnya


"mengapa?" Adrian bertanya ,memandang Raisa kemudian menepikan mobil nya.


"banyak dari mereka mengatakan jika lelaki satu kali berselingkuh ,ia akan mengulangi nya lagi di kemudian hari .. "


"Dan kamu percaya?"


"ya..." jawab Raisa tanpa basa-basi .


"Raisa ku mohon ,percayalah padaku ." Raisa turun dari mobil,


Samar-samar kata-kata itu masih terdengar di telinganya ..Namun ia enggan menimpali nya.


***


Raisa memandang gadis cantik nan imut duduk di pinggir gerbang sekolah ..ke dua matanya terlihat sangat sedih ,mungkin karena kak Hanna belum juga menjemput nya .Begitu pikir Raisa saat itu .


"Fatimah .." Raisa memanggil keponakan nya dengan senyum yang mengembang.


Fatimah mendongak mencari-cari sosok yang di panggilnya bibi .. Fatimah tentu tahu yang memanggilnya adalah Raisa .


"bibi mau kemana?" tanya Fatimah ketika Raisa sudah ada di depan nya .. Fatimah memang tidak tahu bahawa ibu nya hari ini tidak jadi menjemput nya .


"Bibi mau jemput kamu ,ayo pulang..!!"


Raisa menjawab sambil menggenggam tangan mungil Fatimah .


Fatimah mengikuti langkah bibinya .


"Loh ,yang jemput kok bibi sih .. memang nya bunda kemana?" Fatimah bertanya sambil mendongak .


"Lagi sibuk di Butik kali .. "Raisa menjawab sekenanya..


"apa kita akan pulang ke butik?"


tanya Fatimah kemudian .


"Tidak ,kita akan pulang ke rumah"Jawab Raisa mantap .


"Hai..."Adrian melembaikan tangan nya ,saat melihat gadis kecil yang Raisa tuntun ..


Fatimah mengangguk sopan tanpa menjawab sapaan Adrian .


"kata bunda kalo nyapa seseorang harus pakai salam dulu"Fatimah berucap sambil tersenyum ..


Senyum yang membuat Adrian kembali mengingat sosok Hanna.. Gadis itu benar-benar mirip Hanna ketika tersenyum.


Adrian mensejajarkan tinggi dengan gadis yang ada di hadapan nya ..


"Assalamualaikum,ucap Adrian sambil mengulurkan tangan nya ."

__ADS_1


"Waalaikumsalam"senyum Fatimah mengembang


Sementara Raisa hanya diam saat melihat intraksi keduanya .


"Fatimah ..ayo pulang..!!"


Raisa meraih tangan keponakan nya kemuduian menuntunnya ,berjalan melewati Adrian ..


Fatimah menengok kebelakang


"Mari om..!"Fatimah mengangguk sopan pada Adrian yang masih diam mematung di tempat nya ..


"Fatimah ,mau kan di antar sama om" Adrian berlari mengejar keduanya setelah sadar akan lamunan nya .


"terimakasih om atas tawarannya...tapi aku akan ikut bibi saja.."


***


Gadis berseragam itu merangkak ,menghampiri sang ibu yang sedang terbaring di kasur nya ..


Ia menempelkan tangan nya ke kening sang ibu kemudian mencium pipinya .


Hanna kaget ,ia terperanjat sambil menghapus sisa-sisa air di matanya .


"Bunda sakit?" Fatimah meraih tangan ibunya kemudian mencium nya .


Hanna tersenyum ,gadis kecil nya memang selalu perhatian .Gadis yang baru menginjak genap enam tahun itu memang terlihat lebih dewasa untuk ukuran anak seusia nya .


"bunda baik-baik saja sayang ,Fatimah sendiri gimana sekolahnya?" jawab Hanna diiringi pertanyaan ..


Bukan nya menjawab ,mata Fatimah berkaca-kaca .Hanna menautkan alis nya heran


"Apa gadis bunda ada masalah?"


Ucap Hanna sambil membaringkan tubuh mugil itu ke pangkuan nya .


air mata yang tadi menggenang kini jatuh di pelupuk matanya ..


Hanna terdiam ,tak mampu untuk berbicara ..


kata-kata yang sering di ucapkan anak gadis nya selalu saja sukses mengiris-ngiris hatinya.


"Apa yang harus bunda lakukan untuk membuat mu bahagia.. maafkan bunda Fatimah"batin Hanna meringis .


Hanna membelai rambut panjang putri nya .


"Suatu saat Fatimah pasti menemukan ayah ..


Fatimah yang sabar ya..!" Hanya itu yang bisa Hanna ucap kan ..


"bunda... tadi aku lihat ayah,bolehkah aku menemuinya?"tangis Fatimah pecah ..


"Tadi ayah menghapus air mata ku ,ayah bilang kenapa aku menangis ..


padahal dadaku sakit bunda saat melihat mereka."


deg...


Jantung Hanna hampir saja copot ,air mata nya mengalir deras di pipinya ..


"Fatimah memang nya tahu wajah ayah seperti apa?" Hanna masih mampu bertanya untuk memastikan benar tidak nya apa yang putrinya katakan .


"Yang ada di buku bunda


Foto mereka bertiga ,bukan kah salah satu dari mereka itu ayah ..


Fatimah sudah melihat nya .."

__ADS_1


Batin Hanna menjerit ketika mendengar kata-kata putrinya .. Badan nya melemas ia tentu tahu apa yang di rasakan putrinya .


"bukan kah aku yang jahat disini ,bagai mana penderitaan ku bisa di rasakan juga oleh putriku ..Rabbi maafkan aku" batin Hanna berteriak


"Dada Fatimah sakit bunda ,ketika ibu guru menanyakan siapa ayah Fatimah ?.."


Fatimah sesenggukan ..


"Harus nya Fatimah menjawab sama seperti kak Malla ,bukan kah ayah kak Malla ayah Fatimah juga?"


Gadis itu masih saja memaksakan berbicara meski sudah menangis sesenggukan .


Hanna terdiam ,hati nya terlalu sakit hanya untuk sekedar di ceritakan .. ia benar-benar rapuh mendengar kata demi kata apa yang telah putrinya ucapkan.


"Teman-teman Fatimah nyorakin Fatimah ,mereka juga ketawa-ketawa saat Fatimah tidak menjawab nama ayah Fatimah .


Dada Fatimah sakit ibu"


ucap nya sambil memegang dadanya kuat.


"Sudah nak ,ibu tak mampu untuk mendengarkan nya "Batin Hanna meratap ,tapi ia tetap mendengar kan anak gadis nya berbicara untuk sekedar membantu melepaskan rasa penat di hatinya .


Fatimah terbangun ,kemudian duduk menghadap ibunya .


"bunda ,tadi kak malla sama ayah mengajak ku jalan-jalan .. apakah boleh?"


Fatimah memandang ibunya penuh harap .


Hanna terdiam ,menggelengkan kepala tanda melarang nya .


"Tapi dia ayah ku bunda ,kenapa bunda melarang ku?"


Tangis yang tadi berhenti itu kini pecah lagi ..


"Maafkan bunda sayang," batin Hanna meratap sambil membelai rambut putrinya .


"jalan-jalan nya sama bunda aja yah..?"Hanna mengharap pada putrinya .


"tidak bunda ,sekali saja ..


aku mau sama ayah "ucap nya menggeleng .


"ayolah sayang .. Jangan seperti ini"


Hanna masih saja merayu ...


Hanna melarang nya karena takut hati anak gadis nya terluka .


"Fatimah ga mau makan ,kalo bunda nggak ngizinin"Fatimah masih saja menantang .


"ini putri bunda kah ,kenapa putri bunda engga nurut lagi sama bunda .. anak gadis bunda sudah tidak sayang lagi kah sama bunda?" itulah jurus yang ampuh meredakan Fatimah jika sesang keras kepala ..


Fatimah memeluk ibu nya ..


"Maafkan Fatimah bunda .. Fatimah sayang kok sama bunda .. Fatimah masih bunda"


Hanna meringis mendengar penuturan anak gadis nya . .. bagai manapum ia telah menyakiti hati putrinya


****


pembaca yang bijak pasti ninggalin jejak ..


jangan lupa untuk kasih like ,rate sama vote nya ..


kritik dan saran nya juga .. ya ..


author pada kalian muach...

__ADS_1


__ADS_2