
"sayang ko ada disini?" Sapa seorang wanita berambut pendek ..Wajah wanita itu jika di perhatikan sekilas mirip artis China ..
mungkin karena wajah putih ,dengan mata sipit nya banyak orang-orang cenderung mengatakan wanita itu keturun China .
Adrian nampak gugup saat melihat kehadiran wanita yang sudah sebulan ini menjadi kekasih nya ,namun wajah nya kembali terlihat normal dan berusaha bersikap santai.
"kamu sendiri ,lagi ngapain di sini?"
bukan nya menjawab pertanyaan Adrian malah balik bertanya .
"ini tempat paforit ku ,aku suka makanan di sini" Talitha menjawab sambil tersenyum .
"kamu hari ini tidak tugas?"
Adrian basa basi,berusaha menghilangkan rasa gugup nya.Talitha merupakan dokter baru .. Ia menjadi dokter spesialis kulit di Rumah Sakit tempat nya bertugas
"ini hari sabtu ,kau tidak lupa kan ?"
Talitha tersenyum heran ..
"akhh... kacaaauuu,kenapa jadi seperti ini" batin Adrian .
"aku nanya sayang ,kamu sedang apa di sini?"
Talitha menyenggol lengan Adrian ,membuat Adrian tersadar dari lamunan nya ..
"aku hanya itu .. "
Adrian nampak berfikir sejenak .
"hanya?" Talitha menautkan alisnya.
"Aku kesini untuk bertemu teman ku"Bohong Adrian lancar .
"ya sudah... kita makan bareng saja"ajak Talitha sambil menyeret tangan Adrian ,Adrian sendiri tampak risih dengan apa yang di lakukan Talitha ..
Mereka masuk kedalam restoran ,Talitha menggandeng tangan Adrian ,sementara Adrian mencoba melepaskan karena tak nyaman .
Raisa berdiri saat melihat kedatangan seorang lelaki yang berusia tiga puluh satu tahun namun wajah nya terlihat masih sangat muda .. jika di pikirkan wajar saja sih Adrian memang seorang dokter .. ia tentu tahu cara merawat tubuh nya .
Namun wajah Raisa sedikit terkejut ketika melihat seorang wanita bermata sipit itu menggandeng mesra tangan Adrian .
"emhh.. kamu sudah lama menunggu?" Adrian mencoba memecahkan keheningan .
Sebenar nya hati nya sangat was-was ,bagai mana tidak dia bertemu di tengah-tengah dua kekasih nya .
"Tidak juga ,sekitar dua puluh menit yang lalu" senyum Raisa nampak terbit kemudian mempersilah kan duduk kepada dua orang yang kini berdiri di depan nya .
"wanita ini benar-benar ..."batin Adrian bersuara riang .kemudian menjatuh kan bobot tubuhnya di kursi yang terbuat dari rotan ..
Lain lagi dengan Talitaha ,wanita itu nampak kesal .Meskipun Adrian mengatakan wanita yang berjilbab itu adalah teman nya ..tapi tetap saja hatinya merasa dikhianati .
Bagaimanapun yang Adrian temui adalah wanita dengan cantik di atas rata-rata ..
Terlebih lagi wanita itu masih sangat muda ..
"Pelayan ..!!"
Adrian memanggil seorang wanita setelah membenarkan posisinya ,tak lama seorang yang di panggil datang dengan buku yang di gemggam nya .
"Raisa kamu mau pesan apa?" tanya Adrian memandang Raisa ,mencoba melihat reaksi Raisa saat ini.
"terserah saja"jawab Raisa kemudian beralih pada ponsel nya .Ia sungguh tak nyaman ketika Adrian memandang nya seperti itu.
"minum nya?" lagi-lagi Adrian bertanya .
"jus Alpukat.."
"kamu,pilih sendiri saja" Ucap Adrian sambil menyodorkan buku menu pada Talitha .
Talitaha mengambil nya dengan kasar ,ia benar-benar tak suka dengan perlakuan Adrian terhadap nya ..
"kamu sendiri mau pesan apa sayang?"
Talitha bertanya menahan kesal ,setelah berfikir jika marah tidak ada gunanya .
__ADS_1
Adrian gelagapan dengan pertanyaan Talitha ,sementara Raisa tampak memandang keduanya santai ..
"a..aku sudah memilih nya ..cepat lah kau pesan aku belum makan dari pagi" Ucap Adrian gugup.
"oh .. ya ampunn..
bagaimana bisa sesiang ini kamu belum makan sayang .. kau harus menjaga tubuh mu untuk tetap merawat orang yang membutuhkan"ucap Talitha perhatian .
"wanita ini seperti tidak berpendidikan " Batin Adrian kesal .
"Teman nya Adrian kan?" Talitha tampak ragu bertanya pada Raisa .
Detak jantung Adrian hampir saja copot ketika mendengar pertanyaan Talitaha kepada Raisa.
"kak Adrian pasti sudah menceritakan nya " jawab Raisa seraya tersenyum .
"kamu masih sangat muda ,berapa tahun usia mu?"
"Usia ku baru menginjak dua puluh satu tahun" Raisa menjawab ,sementara Adrian nampak diam ..tidak ada yang hendak dia ceritakan .
"ternyata benar masih muda ,sekolah lulusan mana?"
"Aku dari kampung kak ,jika harus jujur aku tidak melanjut kan sekolah" jawab Raisa sedih,dulu ia memang kekurangan biaya .. Raisa sendiri telah di tinggal kan orang tuanya saat dia baru tamat Sekolah Dasar .
"ah .. sayang sekali" Talitha berucap perihatin ..
"Tapi kamu terlihat seorang yang berpendidikan ,orang tua mu pasti seorang yang sangat hebat " Adrian berucap di sela sela percakapan mereka.
"Orang tua ku telah lama meninggal ,aku hidup atas bimbingan kakak ku.." Raisa tersenyum ,membanggakan seorang kakak yang di milikinya ...
"o...yah,aku jadi sangat penasaran dengan sosok yang telah membimbing mu ."
Adrian berucap sambil tersenyum
"kapan-kapan akan aku ajak kakak bertemu dengan mu "ucap Raisa memudian berhenti saat pelayan datang mengantarkan pesanan nya .
Sementara Talitha diam tak enak dengan apa yang di ucap kan Adrian ,semua itu terdengar menyindir bahwa ia seperti orang yang tidak berpendidikan .
"Kalian sudah berapa lama berteman? " Talitha masih ngoceh penasaran.. Alvin boleh mengatakan bahwa yang di bawa nya hanya dari sekedar teman ,namun hati nya mengatakan ada yang lain meski Raisa tidak bertingkah layak nya seorang kekasih.
"Jika sedang makan diam lah ,kau ini dokter Talitha..Harusnya aku tidak usah memberi tahumu lagi."Adrian menpali kesal ,sementara Talitha terdiam .
***
ponsel milik Raisa berbunyi ,ia menyambar nya kemudian menempel kan nya di telinga.
"Belum kak ,"itulah jawaban dari Raisa setelah menjawab salam dari seseorang .
"ah .. baik lah aku akan menjemput nya sekarang"ucap nya lagi kemudian ..
"Aku undur diri ya ... ada urusan sebentar"
Raisa berucap setelah menutup telpon nya ,kemudian memasukan nya kedalam tas.
"Aku akan mengantar mu"
Talitha membelalakan matanya saat mendengar ucapan Adrian .Bagai mana bisa seorang kekasih meninggal kan nya sendirian,dengan alasan akan mengantarkan seorang teman .Itu sungguh tidak masuk akal .
"Tidak usah ,aku pulang naik taksi aja..
Terimakasih kak atas tawaran nya . "
"Senang bertemu dengan kakak ,lain waktu semoga ada kesempatan untuk bertemu kembali" Raisa berucap sambil melrik wajah
Talitha dengan senyum . Kemudian pergi melangkah kan nya keluar
Adrian mengikutinya di belakang setelah membayar semua pesanan nya ,sementara Talitha tampak memegang kepala nya kesal pada kekasih nya.. Ia memasukan makanan ke mulut nya tidak berselera .
"Raisa ,Raisa .
"Masuk lah kemobil ku!" tambah nya setelah berhasil memegang lengan Raisa ..
Raisa tampak menautkan alis nya .
"Dengan kekasih mu bagai mana?" tanya Raisa.
__ADS_1
"jangan salah paham Raisa,aku akan menjelaskan nya " ucap Adrian sambil menyeret tubuh Raisa masuk ke mobilnya .
"Itu tidak perlu kak ,aku sudah cukup mengerti"Samar-samar Raisa bersuara sebelum Adrian menutup mobilnya .
Adrian mulai mengemudi ,tidak ada percakapan yang di antara mereka kecuali setelah Adrian membuka suara .
" kamu marah ,maafkan aku" Adrian melirik Raisa sekilas kemudian kembali konsentrasi mengemudi mobilnya.
Sementara Raisa tampak menghembuskan nafas nya .
"untuk apa pula aku marah ,ku rasa tidak ada gunanya .Lagi pula kau bukan siapa-siapa aku kakak hanya teman ku ,bukan kah begitu?" Ucap Raisa santai namun terdengar menyindir di telinga Adrian .
"Dia siapa kak ?" Tanya Raisa kemudian .
"pacar?" tambah nya hati-hati.
" ya... dia pacar ku juga"
kata-kata itu simpel namun berhasil membuat perasaab Raisa hancur ,bagaimana pun Raisa telah menaruh harapan kepada nya.
"berapa pacar kakak semuanya?" Raisa penasaran ..
"tiga .. termasuk dirimu .."
deg...
jantung Raisa hampir saja copot ketika mendengar pernyataan seorang yang ststus nya menjadi kekasih nya .
"pada kami semua kakak hanya main-main?"
tanya Raisa ,namun bulir bening kini jatuh di pelupuk matanya .
"jika harus jujur iya.." jawab Adrian .Adrian rasa tidak perlu ada yang harus di tutupi dari Raisa ,setelah apa yang terjadi sepertinya dia sudah tahu siapa yang akan di pilih menjadi pendamping nya.
Jika saja berbohong ,keadaan nya pasti akan lebih sulit .
"Apa ibumu juga seorang wanita ,setidak nya hormati seorang wanita itung-itung sebagai rasa hormat kakak kepada wanita yang telah berjuang melahirkan kakak" Raisa berucap sambil mengahapus sisa air mata di pipinya .
"Aku hanya ingin mencari wanita seperti ibuku,wanita lembut tapi kuat dengan ujian hidup nya"
"Setelah sekian banyak wanita yang sudah menjadi korban akibat keinginan kakak.,apa kakak telah menemukan nya?" tanya Raisa
Ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Adrian seperti apa
",beberapa tahun yang lalu aku pernah menemukan nya ..dia pasien ku ,setiap datang pasti ada memar di wajah nya ..Tapi ketika di tanya ia enggan menjawab nya.
wanita itu benar seperti ibuku ,aku telah menyukainya tapi sayang ,wanita itu sudah memiliki suami,tadinya aku berniat untuk mengejar nya namun kemudian aku menyerah setelah berfikir semua itu tidaka da gunanya .."
jelas nya kemudian berhenti..
"kau tahu alasan aku menjadikan mu kekasihku ,wajah mu terlihat mirip dengan wanita itu" jelas Adrian sambil menghembuskan nafas kasar nya.
****
Senyum juga sedekah ,,mulai lah untuk menjadi seorang yang selalu tersenyum .
Tersenyum saat mendapat kan masalah ,tersenyum saat menyapa orang-orang .. tersenyum ketika hati kita tersinggung .. pokonya tersenyum,tersenyum dan selalu tersenyum...
Alhamdulillah, salmah sendiri telah merasakan dari tersenyum itu ...
selain semua masalah menjadi terasa mudah..
salmah juga alhamdulillah banyak di segani orang-orang .. mau orang itu dekat atau tidak..
Untuk kalian semoga dapat mengamal kan nya juga ..
***
dukungan nya mana..
jang lupa ya.. kritik dan saran nya ..
yang suka baca tapi ga pernah like ayo lime sekarang author ngemis nih wkwkwk .
kasih rate sama vote nya juga kalo bisa .
__ADS_1
....ok ....