ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
KEMAUAN ALVIN


__ADS_3

Hanna POV.


.


Putri kecil ku terbaring memeluk guling ,ku lihat jam masih menunjukan pukul tiga pagi


Aku melangkah pelan menghampiri nya


ku usap kepala nya dengan lembut.Tidak berapa lama gadis kecil ku tampak bergerak menggeliat-geliat .


Ia membuka mata nya kemudian menutup nya kembali membuatnya ku tersenyum melihat kebiasaan anak gadis ku.


Aku pasti sangat berdosa karena tidak menuruti keinginan suamiku.


Mas Alvin meminta Fatimah untuk hidup bersama .Sayang nya aku tidak rela jika harus menyaksikan ketidak adilan untuk Fatimah ,Fatimah pasti akan sangat terluka.


beberapa hari yang lalu pun,dia berjanji kepadaku akan bersikap seadil-adil nya pada ke dua putri nya . Namun tidak berapa lama lagi ia mengingkari janji nya . Dia memanjakan anak gadis kesayangan nya di depan putriku


Apalagi Fatimah sangat peka dengan perasaan.


sebagai ibu ,aku tentu sangat mengerti dengan perasaan nya saat itu.


"putri ku yang malang"


Aku menutupi tubuh nya dengan selimut ,kucium pipi yang menggemas kan itu


namun tiba-tiba ku mendengar suara dari mulut mungil nya .


"ayah.." Suara itu terdengar pelan ,namun mampu mengobarak ngabrik jiwaku.


mata ku berkaca-kaca .


Apa aku sebagai ibu terlalu egois ,menjauhkan Fatimah dengan ayah nya .Aku sunggguh tidak tahu apa yang mesti aku lakukan .


Aku menuruni tempat tidur beranjak pergi untuk mengambil air wudhu.


Apa lagi kalau bukan untuk


menangis mengadu nasib untuk putriku pada sang ilahi ,berharap suatu saat nasib baik berpihak padanya .


Tidak berapa saat ponsel ku yang tergeletak di meja belajar putriku berdering ,ku raih benda pipih itu kemudian menggeser salah satu Ikon yang tertera di layar nya setelah berpikir siapa orang yang menelpon ku sepagi ini ..


Ku langkah kan kaki ku keluar menuju kamar ku , alasan nya karena aku tidak ingin mengganggu tidur nyenyak nya Fatimah .


"Hallo ,Assalamualaikum " sapa ku ..kali ini posisi ku sudah terbaring di ranjang kamar ku.


"Waalaikumsalam"jawab seorang di sebrang sana terdengar loyo .


"dengan siapa ,ada yang bisa saya bantu?"aku masih bertanya meski aku sudah tahu siapa yang menelpon ku ..


Suara itu mirip dengan mas Alvin ,meski agak nya sedikit berbeda dengan suara aslinya


Tapi ku yakini yang menelpon ku adalah mas Alvin .


Sebelum nya Raisa mengatakan kemarin mas Alvin datang lagi ke butik ku dan meminta no telpon ku pada Raisa.


"Suami mu" jawab nya singkat namun membuat pernafasan ku sedikit sesak .

__ADS_1


"yahh ... ada apa mas?"


Tanyaku kemudian,setelah aku berhasil menguasai nafas normal ku kembali .


"Aku tidak bisa tidur malam ini ,aku merindukan istri dan putriku " Ucap nya ,kali ini suara itu terdengar manja .


Aku terdiam sejenak ketika mendengar penuturan mas Alvin .


"Bella dan Malla bukan kah ada?" Aku menjawab nya dengan nada malas .


Hal itu memang sering kali aku dengar dari mulut nya akhir-akhir ini.


"Aku merindukan mu bunda ,tujub tahun sudah , aku belum juga merasakan tidur nyenyak ..Apa itu karena bunda belum juga memaafkan ku?"


tanya nya .


"Rasa rinduku masih belum juga terobati"tambah nya lagi kemudian .


aku hanya terdiam tidak berniat menjawab sepatah kata pun ucapan nya.


Bagai mana dia bisa mengatakan dengan enteng setelah semua yang di lakukan nya kepada ku ..


Apa dia tidak punya sedikit pun rasa malu ..


"Beres kan barang-barang bunda dengan Fatimah .. besok aku akan menjemput kalian pukul sembilan ." Ucap nya lagi .


"maksud mu apa mas ?" aku masih belum juga mengerti akan perkataan yang barusan di ucapkan nya..


"Besok bunda harus pindah rumah ,aku sudah tidak tahan .. aku ingin rujuk bunda ,aku ingin tidur nyenyak kaya dulu lagi " jawab nya kesal membuat jantung ku hampir berhenti berdetak .


"bagai mana mas bisa memutuskan tanpa persetujuan ku ,aku tidak mau mas " protes ku tak terima .


"kau harus mau bunda ..aku tidak akan segan mengambil Fatimah dari mu " ancam nya sukses membuat ku putus asa . Bagiku itu adalah ancaman yang paling mengerikan .


ku tutup telpon nya secara sepihak ..


Aku benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan suami ku .


ku hembus kan nafas ku dengan kasar mencoba membuang nafas berat ku.


"Rabbi,aku harus bagai mana?" kacau ku dalam hati .


Aku ,mesti bagai mana .


Fatimah mengingin kan ayah nya ,tapi aku sungguh tidak mau menambah kembali luka ku.


aku sungguh tidak bisa berfikir jernih lagi karena kata terakhir seorang yang dulu menjadi suami ku .


Aku mungkin sudah terbiasa dengan ketidak adilan nya,tapi masalah Fatimah


aku tidak bisa membayang kan bagai mana perasaan nya nanti .


Ku harap mas Alvin tidak seperti dulu lagi .


***


Sesuai pekataan nya ,Alvin datang menjemput Hanna sekitar pukul sembilan pagi ..

__ADS_1


Ia duduk di ruang tamu ,melihat sekeliling nya namun kemudian pandangan nya fokus pada Hanna yang datang membawa nampan berisikan air di dalam nya .


Alvin tersenyum,sementara Hanna tampak menundukan kepalanya .


"Terimakasih bunda." Alvin berterimakasih saat Hanna meletakan gelas tersebut di hadapan nya .


Hanna hendak pergi ,namun dengan cepat Alvin menarik nya kemudian mendudukan Hanna di samping nya .


"Jangan seperti ini mas ,kau sudah tidak ada lagi hak atas ku."Hanna marah dengan perlakuan Alvin yang seenak nya.


"Aku merindukan mu bunda ." Alvin berucap sambil menyandar kan tubuh nya pada kursi.


"Fatimah apa sudah tahu tentang ku?"Alvin bertanya sedikit mendongak kemudian kembali pada posisi nya semula .


Mata Hanna berkaca-kaca .Anak gadis nya sudah tahu sebelum ia mengatakan yang sebenar nya .


Fatimah tahu tentang Bella juga Mala ..Fatimah tahu semua nya ..


"Bunda , apa Fatimah sudah tahu tentang ku?" Alvin mengulangi pertanyaan


saat Hanna belum juga menjawab pertanyaan nya .


"Tanyakan saja sendiri"Hanna membuang muka nya kesamping menghindari air mata yang sempat menetes ,Kemudian menghapus nya dengan cepat .


"aku akan menjelas kan nya nanti bunda " ucap nya lagi .


"Tapi apa Fatimah akan menerima ku ,aku sungguh takut dia akan membenci ku" Alvin memandang wajah Hanna putus asa .


Sementara mata Hanna kembali berkaca-kaca .


"Dia akan sangat bahagia ketika kamu mengatakan semuanya mas.Sayang nya dia tidak membenci mu,meski dia tahu kau tak pernah tahu kehadiran nya selama ini"ucap Hanna dalam hati


"Katakan bunda ,apa dia akan membenci ku ..


Ku harap sifat mu menurun kepada nya" Alvin berharap .


nyatanya harapan Alvin tidak sesuai dengan Hanna.


"Justru aku tidak mau sifat ku menurun pada Fatimah mas ,aku tidak mau Fatimah lemah ,aku ingin Fatimah menjadi gadis yang kuat agar tidak diam ketika di tindas orang "


Hanna hanya mampu mengucap kan kata itu dalam hati ..


"Lupakan bunda ..ayo kita berangkat " Alvin membuang nafas nya saat Hanna masih juga tidak mau berbicara kepada nya.


kemudia berdiri


***


telat ya up nya ,he he kuota nya abis


ini modal hospot wkwk..


author mohon like nya dari kalian


kasihanilah author pliss..


vote nya juga kalo bisa ..

__ADS_1


__ADS_2