
Wanita itu bersimpuh di pusara sang ibu, tidak peduli dengan baju putih yang ia kenakan. Air mata nya jatuh berderai,ia berteriak-teriak seperti orang gila meratapi apa yang telah di lakukan nya.
"Maafkan aku ibu, aku sungguh menyesal" Ratap nya ..
"Aku berbohong karena aku ingin kakak dan ibu bangkit dari keterpurukan . Aku mengatakan kak Hanna meninggal agar kalian melupakan nya dan mengikhlas kan nya..
Namun hal yang aku lakukan salah ,ibu malah pergi meninggal kan ku" Iriana menangis sejadi-jadinya .
"Aku minta maaf ibu" Iriana meremas-remas tanah kering.Melampias kan rasa sakit yang menusuk-nusuk hatinya.
Ia memandang kosong melihat kuburan yang berada di samping kuburan Mira .
"Ibu lihat kuburan itu ,itu bukan kuburan kak Hanna ,ibu kenapa percaya begitu saja padaku.. Apa karena aku ini anak mu ibu?" Ucap nya berteriak .
"Sekarang kau sudah puas Riana?" Alvin tiba-tiba datang membawa botol Air kemudian menyiramkan nya pada tanah yang kini sudah mengering .
Lalu menaburkan bunga yang baru saja di belinya di atas kuburan ibunya.
"Biar aku jelaskan kakak" Iriana menunduk menghapus air mata nya kemudian memandang Alvin ,raut wajah nya terlihat bahwa saat ini ia sedang menyesal .
"Tidak ada yang harus kau jelaskan ,aku sudah mengetahui apa yang sudah terjadi.. jangan katakan kau akan mengarang cerita lagi Riana ..Kakak mu sendiri bahkan sudah tidak akan mempercayai kata-kata mu lagi" Ujar Alvin sambil menaburi sisa bunga yang ada di keranjang nya..
"Aku salah kak ,aku menyesal." Iriana menunduk ,menangis mendengar kata-kata yang baru saja kakak nya ucap kan .
"penyesalan mu apa bisa mengembalikan ibu ,jangan katakan kau tidak menyayangi ibu, Riana" ucap Alvin ..Ia masih saja berdiri di tempat .
"Tentang Hanna apa yang kau tahu , bukan kah itu bukan kuburan kakak iparmu?"
Tanya Alvin menyelidik ,ia ingin tahu sejauh mana adik nya mencari keberadaan Hanna.
"Aku tidak tahu ,aku tidak tahu keberadaan wanita yang telah menghancurkan keluaraga ku"kali ini suara Iriana dingin .. Ia memang menganggap Hanna lah penyebab semuanya.
"Kau menyalah kan nya Riana,ternyata adik ku sungguh tidak tahu malu"
Riana menahan sakit di hatinya ,mata nya sudah berkaca kaca mendengar ucapan yang menurut nya sangat menyakit kan .
"Kakak mengatakan ini ,apa karena sekarang telah mencintai nya.Menurut kakak siapa yang sangat memalukan diantara kita" Iriana menyungging kan senyum ,rasa hormat kepada sang kakak seperti telah hilang di dalam hatinya .
Alvin diam ,ia cukup mengerti kemana arah bicara adik nya sekarang ..kebencian nya dulu pada Hanna ,Riana memang tahu semuanya .
__ADS_1
"Bukan kah dulu kakak juga membencinya, atas dasar apa kini kakak membela nya ..
Aku sungguh kasihan padamu kakak"
Iriana berdiri menghapus air mata di pipinya .
"Hentikan Riana ,kau telah menyinggung ku"
mata Alvin sudah merah menahan amarah atas katidak sopanan adik satu-satunya .
"pikirkan kakak ,seberapa bencinya dirimu pada wanita itu .. kau memohon-mohon padaku untuk membujuk Bella agar mau menikahimu ,dengan iming-iming saham.
Apakah ini awal dari rasa peduli mu ?"
"Riana... "Alvin berteriak ..
meringis menahan sakit di hatinya mengingat kebencian nya dulu pada Hanna.
Ia sudah tentu akan sangat menyesal ketika mengingat nya.
Sementara Iriana berjalan meninggal kan Alvin dengan kemarahan yang siap di lampiaskan ..
***
Ia turun saat mobil sudah ia hentikan .
Berjalan dengan penuh amarah tanpa memandang sekeliling nya.
"Mas," Bella memanggil saat melihat suami nya menuju kamar yang dulu Hanna tempati ,sejak Hanna pergi ia memang sering tidur di kamar istri pertama nya .
"kamu dari mana mas?" Tanya Bella kemudian saat memperlihatikan Alvin dengan tampang berantakan.
"Apa kau berhak tahu? " Alvin berhenti sejenak kemudian melanjutkan kembali perjalanan nya .Bella masih memandang suami nya sampai hilang di balik pintu kamar Hanna.
Bella menarik nafas dalam ,mata nya berkaca nyaris mengeluar kan air mata mengingat perlakuan sang suami kepada nya.
Ia berjalan menuju kamar nya,kemudian mencari-cari sesuatu di lemari nya .
Bella meraih satu baju yang dulu sering di pakai nya. Semenjak Alvin sembuh,Alvin memang menyuruh nya untuk mengenakan pakaian syar'i .. Dan sekarang ia memakai pakaian itu kembali karena prustasi..
__ADS_1
Bella duduk di depan cermin ,memoles wajah nya dengan berbagai make up .
Ia tersenyum ketika melihat bayangan dirinya di cermin .
"Aku masih cantik bukan?" gumam nya. kemudian berjalan meraih benda pipih yang tergeletak di tempat tidur nya.
Bella tanpa mengobrak abrik ponsel nya kemudian menempelkan nya di teling setelah menemukan apa yang di carinya.
"Hi sayang ..aku merindukan mu ." Ucap Bella tanpa ragu ..
"Aku juga ... apa kau megajak ku untuk bertemu?" tanya seorang di sebrang sana .
"ya... aku akan menunggu mu di villa tempat biasa kita bertemu "
"Baiklah .. aku tutup telpon nya
aku akan pergi sekarang "ujar nya lagi tanpa mendengar jawaban dari seorang yang ditelpon nya.
"sampai nanti "
Samar-samar terdengar suara pria di dalam nya,sebelum ia menutup telpon tersebut .
"Aku tidak sepenuh nya salah mas , jika.kau marah dengan apa yang aku lakukan,
tanyakan dulu apa yang sudah kau perbuat padaku"
Mantan model itu berjalan dengan santai mengenakan baju sepaha berwarna biru..
usia nya mungkin sudah dewasa ,tapi wajah nya hampir masih sama dengan tujuh tahun sebelum nya.
Semua itu mungkin hasil dari perawata nya ..
***
kenapa author up nya lama .. ?
karena hp author di bagi dua sama ade.. maksud author gentian kek gitu wkwk
mohon maaf juga untuk yang selalu menunggu up nya ..
__ADS_1
komen sama vote nya ..
like nya ga boleh ketinggalan juga ya .