
"Untuk apa kamu kesini,?"Hanna bertanya dengan nada cuek ,tangan nya sibuk membereskan alat-alat yang barusan di pakai nya ,ia baru saja menyelesai kan design model gaun pernikahan salah satu pelanggan nya.
"ini ,untuk mu!" Alvin menyodorkan sebuah bunga mawar berwarna merah kemudian menjawab apa yang Hanna tanyakan kepada nya.
"Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja" ucap nya seraya tersenyum.Ia berjalan menghapiri sebuah kursi yang posisi nya tidak jauh dari Hanna kemudian mendudukinya,bunga itu masih melekat di tangan nya ,Hanna benar-benar tidak menerima nya.
Hanna melirik Alvin sekilas ,meraih ransel nya kemudian pergi begitu saja ,ia bahkan tidak mempedulikan Alvin yang sudah beberapa hari ini sering mengunjungi nya ke butik .
"aku sudah jauh-jauh datang ke sini , apa kamu benar-benar akan pergi?"teriakan Alvin membuat langkah Hanna terhenti.
"memang nya kenapa,bukan kah aku tidak menyuruh mu kesini?"
Tanya Hanna ,ia membalikan badan nya kemudian melangkah kan kaki nya mendekati Alvin yang kini tengah berdiri.
"Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja" ucap Alvin .
"aku baik-baik saja bukan,sekarang kau bisa pergi"celoteh Hanna kesal.
"Aku ingin kita rujuk,bisa kah kamu menerima ku kembali ..aku berjanji tidak akan menyia-nyiaka pernikahan lagi "
Ujar Alvin terbata ,ia benar-benar ingin Hanna jadi istrinya kembali .
"menurut mu apa jawaban ku ,aku tidak mungkin kembali lagi kepada mu .
Seandai nya aku berniat untuk menikah pun ,aku tidak mungkin mau menikah dengan mu lagi mas" Ucap Hanna ,entah berapa kali lagi Alvin akan mengutarakan keinginan nya ,ia sendiri hampir bosan mendengar kata-kata tersebut.
"Apa tidak ada lagi kesempatan untuk ku?"
tanya Alvin ,kekecewaan terlihat jelas di ke dua bola mata nya.
"Atas apa yang kau lakukan ,bagai mana menurut mu?" kali ini Hanna tersenyum ,berharap dengan kata-kata tersebut Alvin berhenti mengharap kan dirinya lagi.
"apa kamu belum juga memaafkan ku?"
tanya Alvin ..Nyatanya Hanna masih mengungkit tentang pernikahan nya dulu.
kali ini Hanna terdiam ,ia tidak tahu apa yang ia hendak katakan
Sementara Alvin menatap mata Hanna dalam seolah mencari kebenaran dengan apa yang sudah di ucapkan nya barusan .
"maaf kan aku ." ucap nya tulus .
__ADS_1
"sudah ku bilang aku telah memaafkan mu ,tapi untuk kembali kepada mu aku sungguh tidak bisa ..Maafkan aku" Terang Hanna .Kali ini Hanna telah duduk kembali di kursi yang telah di tinggalkan nya lagi.
sejenak Alvin menarik nafas nya ..
"Aku ingin kamu menjadi ibu untuk Mala,dia sungguh masih membutuh kan kasih sayang seorang ibu" ujar nya mata nya masih juga belum lepas memandang wajah Hanna .
"Apa peduliku mas,apapun alasan mu itu sudah ku katakan berulang kali ..aku tidak mau kembali kepadamu"
"Bunda.."
"Berhenti mengucapkan kata itu kepada ku ,aku sungguh membencinya " potong nya,kali ini suara Hanna terdengar meninggi .
Hanna berdiri ,merebut bunga yang ada di genggaman Alvin kemudian membanting nya kelantai .
Ia menginjak-nginjak bunga tersebut dengan sepatu yang di kenakan nya dengan kasar .
"kau lihat bunga ini,hancur bukan ?
Bahkan aku labih hancur dengan perlakuan mu dulu kepadaku"bentak Hanna,
Hanna memandang mata Alvin dengan air yang sudah menggenang di kedua bola mata nya.
"Kau benar-benar telah berubah bunda."Ucap Alvin lemah dengan rasa sakit di hati nya .
Kau bahkan tak menyadari aku seperti ini karena perlakuan mu dulu kepada ku,mas."Kali ini suara Hanna melemah ..Ia menjatuh tubuh lemas nya di kursi dengan perlahan .
Pandangan Hanna kosong ,air mata telah merambat di pipinya ,ia mencoba menghampus nya namun sial nya air mata itu kembali menetes di pelupuk matanya.
"Kau tahu mas ,bagai mana rasanya seorang istri yang di siksa suami karena suami itu ingin menikahi wanita yang di cintainya?,menurut mu bagai mana perasaan ku dulu waktu itu?" Hanna tersenyum mengingat perlakuan Alvin kepada nya dulu .
Alvin menunduk ,hatinya meringis kesakitan seoalah yang Hanna rasakan waktu itu kini dirasakan nya pula.
"kau tahu bagai mana rasa nya di perlakukan tidak adil ?,kau tidak membiar kan Bella menangung rasa sakit,walau hanya sedikit . sementara aku..?,kau tentu masih ingat apa yang sering dilakukan mu dulu kepada ku"
Hanna kembali tersenyum ,Ia menatap Alvin sekilas kamudian ia memandang lurus kedepan .
"Berhentilah ,ku mohon" mohon Alvin ,tubuh nya lemas ia bahkan hampir tak kuasa mendengar kata-kata Hanna selanjut nya.
"kau seorang jutawan bukan.?"
Hanna menatap Alvin sekilas kemudian meyungging kan senyum nya.
__ADS_1
"Saat itu kau bahkan memarahi ku karena selama beberapa bulan aku terlalu banyak memakai uang mu . Kau tidak segan-segan menyakiti perasaan ku,mengatakan bahwa aku telah menghidupi selingkuhan ku .
Padahal saat itu aku sedang memperjuangan kan nyawaku" Hanna terisak ,ia mencoba mengahapus air mata nya,namun air mata itu kembali meluncur setelah nya .
Alvin memegang dada nya kuat ,rasa sakit menjalar di ulu hati nya seolah benda tajam menggores-gores di dalam nya ..
"permisi kak .." seorang karyawan mengetok pintu ruangan yang terbuat dari kaca dengan setengah terbuka.
Hanna mendongak ,pandangan nya beralih pada sosok yang kini tengah berdiri di ambang pintu .
"Ada tamu yang ingin menemui kakak!" Tambah Luna lagi ,namun posisi nya masih terdiam di tempat .
"suru masuk saja" perintah Hanna seraya tersenyum .
"kau dengar kan ,ada tamu yang ingin menemuiku,sekarang kau bisa pergi" Ucap Hanna santai setelah karyawan itu pergi dari ruangan nya .
"Besok ..aku akan menemui mu lagi" Ucap Alvin sambil memandang Hanna . Setelah semua ini ,ia masih juga berharap Hanna menerima nya kembali .
"Jangan tampakan wajah mu lagi di depan ku,jika kamu tidak ingin aku membenci mu mas"
Alvin memandang Hanna ,tidak percaya dengan apa yang barusan Hanna ucap kan .
"jangan tampakan wajah mu di hadapan ku lagi,jika kamu tidak ingin aky membenci mu"
Hanna mengulangi kata-kata itu kembali ,seoalah memastikan apa ynng Alvin dengar barusan adalah benar .
Alvin pergi dengan bercak bening di kedua bola matanya,hati nya terlalu sakit untuk sekedar di jelaskan mengingat Hanna tidak memberi kesempatan untuk nya lagi .
"Aku akan membuat mu menerima ku kembali ,bunda" ringis nya dalam hati .
bughh...
Tanpa di sengaja tubuh Alvin menabrak seseorang .
"maaf"
Ucap Alvin namun pandangan nya berhenti ketika ia melihat siapa yanv di tabrak nya.
Dave menyungging kan senyum ketika melihat keterkejutan di wajah Alvin.
"Untuk apa kau kesini ,apa untuk menemui calon istri ku?" tanya Dave menekan kan .
__ADS_1
deg...